IMG-LOGO
Daerah

Sajian Ingkung, Ini Harapan Nahdliyin Mimika di Tahun Baru Islam

Selasa 11 September 2018 23:0 WIB
Bagikan:
Sajian Ingkung, Ini Harapan Nahdliyin Mimika di Tahun Baru Islam
Peringati Tahun Baru Hijriyah dengan sajian ingkung
Mimika, NU Online
Keriuhan Nahdliyin Mimika Papua, khususnya Jama'ah Istighotsah an-Nahdliyyah, dalam menyambut tahun baru 1440 H diwujudkan dengan amaliah khas NU di berbagai masjid dan mushalla di berbagai tempat pada Senin, 10 September 2018 menjelang dan bakda Maghrib. 

Peringatan dari ujung timur Mimika, di Km14, Kampung Mwuare hingga ujung barat Mimika, di Kampung Naena Muktipura, 

SP6 rombongan Nahdliyyin km10 dan km14 ditambah rombongan dari kota Timika sebelum Maghrib bertolak menuju SP sebanyak tiga mobil. 

"Terima kasih kami sampaikan atas kehadiran bapak bapak dari ujung Timur Mimika. Kami sangat terharu atas kehadiran dan silaturahmi ini. Semoga bertambah banyak rejeki dan memperpanjang umur. Kita juga ganti berkunjung ke km10 km14 yang hari ini hadir. Mari kita bangun silaturahim," sambut Ketua Takmir Mushalla Ikhlasul Amal H Asy'ari. 

Sajian ingkung menjadi simbol harapan warga SP6 untuk lebih baik. Ingkung dalam Bahasa Jawa bermakna "ingkang tansah manekung" artinya di tahun baru 1440 H ini warga berharap agar selalu istiqamah dalam beribadah kepada Allah. 

Mereka berharap jadi orang yang beruntung, di mana hari ini lebih baik dari pada kemarin.

Dalam taushiyahnya, Ust Hasyim Asy'ari menyampaikan banyak hal. "Mari di tahun baru dengan semangat baru kita tingkatkan idkholussurur ala qolbil mukminin (memasuk kesenangan pada hati sesama mukmin) dalam menyambut tahun baru dengan berbagai aktifitas positif, jalin ukhuwah diniyah, Basyariyah, wathaniyah. Juga ciptakan kondisi taawanu alalbirri wattaqwa dan istiqamah melestarikan warisan ulama kita," urai Ketua JQH MWCNU Tembagapura ini.

Kampung Mulia Kencana SP7 juga tidak kalah memperingati tahun baru dengan membaca doa awal dan akhir tahun serta ada ayat kursi dipimpin Ust Azhari, Ust Saifuddin. Acara ditutup dengan makan tumpeng kuning.

Kampung Timika Jaya SP2 di Mushalla Muhajirin juga dilakukan Suronan diisi juga shalawatan dan ceramah oleh Ust Irfan. Di Mushalla Baiturrahman Jl. Serui Mekar juga diadakan Istighotsah dan peringatan Muharam dipandu Ust Haris dan Ust Solihin. 

"Ini merupakan tradisi di Serui Mekar setiap tahun dalam menyambut tahun baru Islam tanggal 1 Muharam," jelas Iswahab selaku sesepuh mushalla Baiturrahman. 

Warga Pagar Nusa Mimika juga ikut memperingati tahun baru dengan doa bersama di Musholla Al-Ikhlas Jl Kartini dipandu Denny. 

Acara dimeriahkan dengan pembacaan Maulid Diba' bersama grup Nurul Qolbi Timika, sebuah grup Shalawat anak anak muda NU. Masjid Al-Akbar Timika juga menggelar acara yang sama dengan menghadirkan Habib Hilmi Al Kaff untuk mengisi ceramah sambut Tahun Baru 1 Muharam.

Sebagian lain warga NU penggemar seni budaya menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Sanggar Joyoboyo SP2 Mimika dengan dalang Ki Gino Waluyo. 

Acara ini juga sekaligus menjadi peringatan ultah Joyoboyo ke 15 di kampung Kadun Jaya diadakan Lailatul ijtima' bersama Ust Hasyim Asy'ari dan pemilik Resto Safira, H Amin membahas berbagai masalah ke-NU-an. Hadir di acara ini warga NU Km14 dan Ketua Takmir Masjid Nurul Hikmah, Mbah Nasir didampingi Mukid. (Red: Muiz)
Bagikan:
Selasa 11 September 2018 22:0 WIB
Sambut Tahun Baru 1440 Hijriah dengan Membumikan Cinta Damai
Sambut Tahun Baru 1440 Hijriah dengan Membumikan Cinta Damai
Peringatan Tahun Baru Hijriyah di Polres Jaksel
Jakarta Selatan, NU Online
Dalam rangka menyambut malam Tahun Baru Islam 1440 Hijriah, Polres Metro Jakarta Selatan menggelar acara istighotsah dan santunan anak yatim. Acara malam tahun baru Islam berlangsung Senin (10/9) malam digelar di Lantai 1 Masjid Nur Abu Wizar Polres Metro Jaksel.

Pengurus Pimpinan Pusat LDNU Ustadz Ahmad Ali MD, dalam sambutannya atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan ucapan Selamat menyambut dan memperingati tahun baru Islam 1440 Hijriah.

Dikatakan, sesuai tema acara ini, Kita Jalin Ukhuwah Islamiah Menuju Pilpres 2019 yang Damai, Ustadz Ali MD menyampaikan wasiat Nabi SAW dalam hadits Wahai manusia tebarkanlah damai, berilah makan orang yang membutuhkan, pereratlah ikatan silaturahim (persaudaraan), dan shalat malamlah takkala manusia tertidur, niscaya kalian masuk surga dengan damai.

"Menebarkan salam, bukan hanya sekedar mengucapkan salam assalamu'alaikum, tetapi menyebarluaskan dan membumikan cinta kedamaian dalam kehidupan sehari-hari. Memberi makan orang yang membutuhkan bantuan, mencakup pula memberikan sandang dan papan," ujarnya.
  
Menurut Ali, mempererat silaturahim, bukan hanya sesama umat Islam (ukhuwah Islamiah) tetapi juga ukhuwah wathaniah (persaudaraan sesama anak bangsa) dan ukhuwah insaniah (persaudaraan sesama manusia), tanpa dibatasi oleh ras, agama, suku dan sebagainya. 

"Perintah Nabi SAW agar kita membumikan kedamaian ini sangat penting diwujudkan dalam menghadapi pilpres dan pileg serentak mendatang," tegasnya. 

Lebih lanjut Ali menjelaskan, menyambut tahun baru dengan muhasabah dan istighotsah ini merupakan langkah awal yang baik dalam rangka mencapai ketakwaan. Ya semoga menjadikan kebaikan, keberkahan dan keselamatan bagi diri kita, keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia.

Hadir dalam acara ini, Kapolres dan Wakapolres Metro Jakarta Selatan  Kombes Pol Indra Jafar, AKBP Budi Sunarto, Sunarko dari unsur Dandim, dan para tokoh masyarakat dan ulama, di antaranya  Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta ibu-ibu Bhayangkari Jaksel, unsur polsek se-Jaksel dan masyarakat sekitar. 

Istighotsah dipimpin oleh KH Ahmad Sodiq dilanjutkan doa oleh Ustadz Asif Nizaruddin, dari Lembaga Dakwah PBNU. 

Dalam taushiyahnya, Kiai Ahmad Sodiq menekankan agar polisi mempunyai kesabaran dan diberikan kekuatan lahir batin,  karena banyak sekali tantangan yang dihadapi terutama di masa politik jelang pilpres dan pileg. 

"Peran ibu-ibu, sebagai istri, sangat penting bagi kinerja polri untuk mewujudkan rasa cinta damai dan aman di tengah-tengah masyarakat," pungkas Kiai Sodiq. (Red: Muis)
Selasa 11 September 2018 21:0 WIB
Bendera NU Warnai Pawai Tahun Baru di Kota Bandung
Bendera NU Warnai Pawai Tahun Baru di Kota Bandung
Bandung, NU Online
Sekitar tiga ribu pelajar yang bernaung di bawah Yayasan Nurul Iman Kota Bandung, Jawa Barat mengikuti pawai memperingati tahun baru Islam 1440 Hijiriyah, Selasa (11/9). Para peserta mengelilingi jalan sekitar Cibaduyut Raya. 

Pawai tersebut merupakan agenda tahunan yang kerap digelar Yayasan Pondok Pesantren Nurul Iman dengan melibatkan semua satuan pendidikan. Juga ikut bergabung madrasah diniyah se-Kecamatan Bojongloa Kidul.

Para peserta membawa berbagai macam tulisan yang berisi ucapan selamat tahun baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriyah. Dan bendera merah putih, NU, sejumlah Badan Otonom hingga unit pendidikan memeriahkan pawai.

Ustadz Zein selaku ketua panitia mengatakan bahwa selain membiaskan untuk merayakan hari besar Islam juga sebagai syiar kepada siswa dan masyarakat. "Kegiatan ini, merupakan bentuk nyata dari kita untuk menjaga perayaan hari besar Islam yang kini hampir terlupakan,” kata aktifis di Persatuan Guru Nahdlatul Ulama ini.

Dari setiap perwakilan kelas, lanjut Zein, para siswa menampilkan kreatifitas masing-masing. Para siswa membuat ornamen seperti miniatur ka'bah, masjid dengan menampilkan berbagai busana dan sebagainya.

"Setiap siswa mendapatkan penilaian dari dewan guru yang ditugaskan, dengan sejumlah kategori,” ungkapnya. Yakni saling menjaga kekompakan, kreativitas,  menjaga kesopanan dan kedisiplinan saat mengikuti pawai, lanjutnya.

Lutfiah Nur Azizah yang merupakan Ketua OSIS MTs Nurul Iman mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. Dirinya mengatakan bahwa pawai tahun baru Islam merupakan program kerja tahunan yang terakhir pada periode masa jabatannya.

"Semoga dengan kegiatan pawai ini, semua siswa bisa lebih kompak, kreatif dan menjadi motivasi lebih baik untuk semuanya,” ungkapnya.

Lutfi mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang telah membatu dan meramaikan kegiatan ini.

"Saya ucapkan terima kasih untuk teman-teman OSIS, guru-guru dan semua pihak yang telah membantu,” tandas kader PK IPPNU MTs. Nurul Iman ini. (Siti Fatonah/Ibnu Nawawi)

Selasa 11 September 2018 20:0 WIB
Orientasi Mahasiswa, Rektor UNU Yogyakarta Ingatkan Tiga Hal
Orientasi Mahasiswa, Rektor UNU Yogyakarta Ingatkan Tiga Hal
Orientasi mahasiswa baru UNU Yogyakarta.
Yogyakarta, NU Online
Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta mengelar orientasi mahasiwa baru (Ormaba) 2018 gelombang pertama. Kegiatan berlangsung sejak Senin hingga Kamis (10-13/9). 

“Kegiatan ini sebagai bagian dari tradisi atau prosesi penyambutan mahasiwa baru,” kata Purwo Santoso, Selasa (11/9). 

Rektor UNU Yogyakarta tersebut juga meminta para mahasiswa baru bisa menjadikan Ormaba sebagai titik awal dari proses pembelajaran. “Yang pada akhirnya akan bisa menjadikan mahasiswa sebagai insan kamil sekaligus menjadi manusia yang sempurna sesuai harapan para kiai yang telah membesarkan UNU selama ini,” katanya. Untuk itu para mahasiswa harus bisa mengedepankan semboyan yang ada di UNU yakni, bridging, contextual dan innovation, lanjutnya. 

“Untuk bridging para mahasiswa UNU Yogyakarta harus bisa menjembatani tradisi pondok pesantren dengan perguruan tinggi,” jelasnya. Sehingga kemudian antara fakultas, kampus dan pondok pesantren bisa menjadi satu kesatuan, lanjutnya. 

Dengan begitu, karakter dari akhlak santri akan dapat terus dipelihara dengan baik. Semisal, dalam proses pembelajaran akuntansi, para mahasiswa tentulah tidak hanya berpikir soal untung rugi, akan tetapi juga aspek halal-haram dan kejujuran dalam bidang akuntansi. 

“Artinya, tetap ada akhlak santri yang dikedepankan sebagai karakter utama dari mahasiswa UNU Yogyakarta,” tegasnya. Dengan demikian, para mahasiswa tidak kehilangan roh spritualitasnya dalam setiap kelimuan yang dipelajari, lanjutnya.

Sedangkan makna contextual adalah para mahasiswa baru harus bisa peka dan peduli terhadap permasalahan yang terjadi dalam jamaah NU. “Dan tentunya bisa turut memberikan kontribusi solusi terbaik bagi nadhliyin,” sergahnya. 

Itulah mengapa UNU Yogyakarta mengadopsi pembejalaran sistem blok agar para mahasiswa dapat semakin mengenal permasalahan yang terjadi pada jamaah nahdliyin secara langsung. 

“Sedangkan ketiga yakni innovation,” katanya. Artinya para mahasiswa akan dibekali berbagai kemampuan tambahan, seperti entrepreneurship, penelitian dan teknologi informasi dengan tidak meninggalkan karakter ngaji sebagai kader NU. 

“Dengan demikian para mahasiswa akan bisa tampil inovatif dalam upaya memberikan kontribusi nyata dalam jamaah dan tentunya dalam bidang keilmuan yang digeluti masing-masing,” urainya.

Selain itu rektor, menyatakan bahwa saat ini UNU Yogyakarta, mengelar kelas kerja sama dengan sejumlah pesantren di wilayah Yogyakarta. Seperti Al Mumtaz Gunungkidul, pesantren di wilayah Mlangi serta Kulonprogo. 

“Tujuannya tentu untuk bisa menghasilkan pendidikan perguruan tinggi yang tentunya berbasis dan tumbuh dari akar pesantren,” ungkapnya. Dengan demikian, akan ada Ormaba gelombang kedua yang merupakan hasil kerja sama dengan sejumlah pondok pesantren di wilayah Yogyakarta, lanjutnya.

Di akhir sambutan, rektor berpesan agar dapat mengikuti tiga level pembelajaran, yakni kegiatan kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler dengan baik. Langkah itu bisa ditempuh salah satunya dengan aktif di berbagai unit kegiatan mahasiswa sesuai minat dan bakatnya masing-masing.

“Dengan begitu, standarisasi yang ingin dicapai agar para mahasiswa ke depan dapat lebih inovatif, visioner, lebih islami dan lebih NU bisa segera terwujud,” tandasnya. (Bambang Arianto/Ibnu Nawawi

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG