IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Menaker Nilai NU Membantu Pemerintah Atasi Pengangguran dan Kemiskinan

Rabu 12 September 2018 22:5 WIB
Bagikan:
Menaker Nilai NU Membantu Pemerintah Atasi Pengangguran dan Kemiskinan
Depok, NU Online
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M Hanif Dhakiri mendorong warga Nahdlatul Ulama (NU) ikut berperan membantu pemerintah dalam menghadapi masalah pengangguran, kemiskinan, ketimpangan sosial dan akses pendidikan yang relatif terbatas. 

"NU ikut berperan agar peningkatan pendidikan kerja di masyarakat melalui sekolah-sekolah kita, ekonomi dan ketrampilan masyarakat bisa berkembang melalui berbagai inisiatif yang bisa dilakukan," kata Menaker Hanif saat Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Cipayung, Kota Depok Tahun 2018 di Pondok Pesantren Arrahmaniyah, Pondok Terong, Cipayung, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/9).

Menurut Menaker Hanif, selain harus menjalankan peran-peran keagamaan, di sisi kemasyarakatan NU harus masuk pada peran pendidikan, sosial, ekonomi sesuai kapasitas dari organisasi. 

"NU bisa terus berkembang dalam peran-peran bidang keagamaan dan kemasyarakatan menghadapi berbagai tantangan dari zaman sekarang," ujar Menaker Hanif. 

Menaker Hanif mencontohkan tantangan keberagamaan di masyarakat yang sedang meningkat saat ini, NU harus melakukan kanalisasi. Tujuannya agar sebagian masyarakat yang sedang meningkat keberagamaannya bisa memperoleh panduan yang baik dan benar. Sehingga keberagamaan bisa produktif untuk menjaga persatuan dan kesatuan kita. 

"Tak kalah penting ikut mendorong peningkatan kualitas SDM di lingkungan warganya. Bisa juga membantu pemerintah untuk terus menekan angka kemiskinan," katanya. 

Menyinggung lemahnya rupiah yang berdampak di sektor industri dan sektpor lainnya, Menaker mengatakan berdasarkan data yang dimiliki, kondisinya masih cukup aman. Penurunan nilai tukar rupiah yang dialami negara Indonesia tidak setinggi yang terjadi negara-negara lain. 

"Kondisi kita tak seperti saat mengalami krisis 1997-1998. Jadi secara ekonomi, data dan fakta kita masih aman, sehingga industri masih terus kita genjot terutama yang berorietasi ekspor, " ujar Menaker. 

Ditegaskan Menaker, investasi bisa juga terus digenjot karena Indonesia sekarang masuk negara yang layak dan menjanjikan untuk investasi. Saat investasi masuk berarti tercipta lapangan kerja baru. 

"PR kita bagaimana membuat iklim ketenagakerjaan menjadi lebih baik sehingga bisa membuat para pekerja dan pengusaha nyaman," katanya. 

Tak kalah penting lanjut Menaker Hanif, perlu juga menciptakan lebih banyak tenaga kerja skill untuk mengisi kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. Selama ini, banyak lowongan kerja di Indonesia, yang tidak terisi tenaga kerja karena adanya gap skill itu. 

"Skill yang tak nyambung di luar pasar kerja. Karena itu penciptaan tenaga kerja skill dan link-match antara pendidikan dengan kebutuhan di pasar kerja harus terus digenjot," kata Menaker. (Red: Kendi Setiawan)
Bagikan:
Rabu 12 September 2018 22:15 WIB
PBNU Siapkan Sejumlah Kegiatan pada Hari Santri Nasional
PBNU Siapkan Sejumlah Kegiatan pada Hari Santri Nasional
H Marsudi Syuhud (berjas) di hadapan insan media.
Jakarta, NU Online 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sudah menyiapkan berbagai kegiatan untuk memperingati Hari Santri Nasional 2018. Kegiatan yang akan dilakukan secara maraton ini mengusung tema Dedikasi Santri untuk Indonesia Mandiri.

Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2018 H Marsudi Syuhud dalam konferensi pers di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (12/9) mengatakan, rangkaian kegiatan dimulai sebelum hingga usai 22 Oktober. Di antara rangkaian kegiatan tersebut, ialah istighatsah akbar dan doa untuk bangsa yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia. 

Panitia juga tengah menyiapkan tempat untuk apel hari santri yang diadakan pada 22 Oktober. Pasalnya, terdapat daerah yang menginginkan agar wilayahnya menjadi tuan rumah pada perhelatan itu. Selain 22 Oktober, apel juga diadakan pada 10 November di Jawa Timur. 

"Bisa di Jakarta, di Monas, tapi ada wilayah lain yang menginginkan menjadi tuan rumah. Untuk itu kita masih koordinasikan tempatnya. Tapi untuk apel 10 November, itu jelas tempatnya di Jawa Timur," kata Marsudi. 

Selain diadakan di satu tempat secara besar, apel juga akan dilakukan di berbagai sekolah yang berafiliasi dengan NU dan organisasi sosial keagamaan lainnya yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI). Dari mulai Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga perguruan tinggi.

"Organisasi Islam yang tergabung dalam LPOI akan turut serta dalam peringatan hari santri ini," ucapnya. 

Panitia juga mengadakan jalan sehat yang disebutnya dengan jalan sehat keluarga sakinah. Kegiatan ini dilaksanakan di semua PCNU yang ada di Indonesia. Siapa pun, katanya, dipersilakan ikut. 

"Jalan sehat keluarga sakinah dari mulai anak-anaknya, bapaknya, ibunya, cucunya, kakeknnya boleh ikut semua itu," katanya. 

Panitia juga menyelenggarakan santripreneur award. Kegiatan tersebut diadakan sebab sudah mulai banyak pengusaha yang berasal dari kalangan NU. Ada juga talk show, interfaith dialogue, hingga peluncuran buku zaman dahulu. 

Panitia juga melombakan pembacaan Al-Qur'an atau Musabaqah Tilawatil Qur'an dan pembacaan kitab kuning atau Musabaqah Tilawatil Kutub secara nasional. Sementara untuk kesenian, katanya, dibuka lomba kaligrafi, busana muslim, dan dai milenial, pidato bahasa Arab dan Indonesia. 

Ia mengatakan, berbagai kegiatan yang akan diadakan ini sebagai wujud dedikasi santri untuk Indonesia. "Santri mandiri, Indonesia mandiri, santri kuat, Indonesia kuat," pungkasnya. (Husni Sahal/Ibnu Nawawi)

Rabu 12 September 2018 18:0 WIB
HSN 2018 Angkat Tema Santri Mandiri Indonesia Hebat
HSN 2018 Angkat Tema Santri Mandiri Indonesia Hebat
Ketua PP RMI NU, Gus Rozin (tengah)
Solo, NU Online
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 yang akan dihelat di Kota Solo, awal Oktober mendatang, mengangkat tema Santri Mandiri Indonesia Hebat.

Tema ini dipilih sebagai sebuah peneguhan dan semangat dalam mewujudkan kemandirian santri. Hal tersebut disampaikan Ketua PP RMI NU, KH Abdul Ghoffarrozin saat ditemui NU Online di Solo, Selasa (11/9) kemarin.

"Mengapa pilih tema ini? Kami berpikir santri harus mandiri. Pertama mandiri secara tradisi. Tradisi keilmuan pesantren, yang berabad-abad, harus kita rawat sedemikian rupa," kata kiai yang akrab disapa Gus Rozin itu.

Makna santri mandiri yang kedua, yakni mandiri secara politik. "Sehingga santri tidak menjadi objek politik. Nah, untuk mencapai kedua hal itu, juga dibutuhkan mandiri secara ekonomi," ungkapnya.

Sedangkan dipilihnya Kota Solo sebagai tempat penyelenggaraan Apel Akbar Santri Nusantara, imbuh Gus Rozin, dikarenakan kota ini dipandang sebagai kota yang multikultural. Sekaligus untuk memantapkan potensi pesantren di wilayah Soloraya.

"Di Soloraya ini, ada sekitar 600 pesantren NU, tetapi tidak banyak di kota. Banyak yang berada di pinggir, seperti Wonogiri dan Klaten. Ini potensi yang luar biasa, untuk kita satukan pesantren tersebut dalam forum yang besar," terang Gus Rozin.

Selain acara apel akbar, di Kota Solo nantinya juga akan diselenggarakan pesantren expo, perlombaan, dan final Liga Santri Nusantara (LSN) 2018. (Ajie Najmuddin/Muiz)
Rabu 12 September 2018 16:15 WIB
Sekjen PBNU Ajak Masyarakat Junjung Tinggi Etika Bermedia Sosial
Sekjen PBNU Ajak Masyarakat Junjung Tinggi Etika Bermedia Sosial
H Helmy Faisal Zaini (kiri) saat memberikan keterangan pers.
Jakarta, NU Online 
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Helmy Faisal Zaini mengajak warga NU khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya agar menjunjung tinggi etika dalam menggunakan media sosial. 

"Tahun ini menguatkan literasi di kalangan warga NU khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, yaitu bagaimana menggunakan etika dalam bermedia sosial," kata Helmy tentang makna peringatan Hari Santri Nasional 2018 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

Sebab, menurutnya, di era media sosial ini, warga Indonesia yang menggunakan gawai mencapai 50 persen sebagai media komunikasi. Pada saat bersamaan, informasi yang tidak benar bertebaran silih berganti. 

"Kita sudah menemukan berita di mana-mana hoaks. Belum ditabayun, tapi sudah dishare sehingga menimbulkan perselisihan antarorang atau kelompok," ucapnya. 

Menurut pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu, jika literasi lemah, dan masyarakat mudah terprovokasi akibat dari tidak bijak dalam menggunakan media sosial, maka berpotensi mengendurkan kohesi sosial. 

Oleh karena itu, dengan berbagai kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka memperingati hari santri, seperti lomba desain grafis ini untuk menguatkan kembali kohesi social. Sehingga lahir ukhuwah insaniyah atau persaudaraan kemanusiaan. 

"Jadi sebetulnya rasa menjadi saudara itulah, menurut saya, kunci dari adanya persatuan nasional," tandasnya. (Husni Sahal/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG