IMG-LOGO
Daerah

Mahasiswa STAINU Temanggung Wajib Lakukan Tiga Pilar Literasi

Ahad 16 September 2018 3:0 WIB
Bagikan:
Mahasiswa STAINU Temanggung Wajib Lakukan Tiga Pilar Literasi
Temanggung, NU Online
Dalam Makrab Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Grip STAINU Temanggung, Jawa Tengah, ada ungkapan menarik disampaikan Hamidulloh Ibda pengurus bidang Literasi Media Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di hadapan peserta.

"Modal menulis itu nekat. Ya nekat membaca, nekat menulis dan mengarsipkan. Bisa dikirim ke koran maupun dibukukukan sendiri," ujar Ibda di Rusunawa STAINU Temanggung, Sabtu (15/9) malam.

Penulis buku Filsafat Umum Zaman Now tersebut menegaskan, bahwa pilar literasi terbagi atas tiga hal pokok.

"Pertama itu membaca. Kedua menulis dan ketiga mengarsipkan. Membaca saja tidak cukup, menulis saja tidak cukup juga. Namun semua itu harus diarsipkan sebagai produk karya, apalagi Anda sekalian ini bergerak di lembaga pers," ujar penulis buku Sing Penting NUlis Terus tersebut.

Semua mahasiswa, kata dia, wajib melalukan pilar literasi ini agar bisa menjadi sempurna dalam menjadi agent of social change. "Sebanyak apa pun Anda mengikuti pelatihan, workshop, kelas menulis atau literasi, tapi selama tidak membaca, menulis dan mengarsipkannya, semua itu akan sia-sia," tukas penulis buku Stop Pacaran Ayo Nikah! ini.

Peraih Juara I Lomba Karya Jurnalistik dan Foto Kemdikbud tahun 2018 ini juga menambahkan, menulis bukanlah bakat atau keturunan. "Tapi menulis ini biasa diasah. Karena menulis sebagai keterampilan berbahasa, maka dia membutuhkan pembiasaan. Rumusnya jelas, language is habit," lanjut Kaprodi PGMI STAINU Temanggung itu.

Ia berharap, rencana tindak lanjut berupa kelas jurnalistik yang terbagi atas kelas artikel, sastra dan desain, meme, foto dan video bisa berjalan dan menghasilkan karya. "Saya mengutip petuah dari Imam Al-Ghazali, jika kalian bukan anak raja dan ulama besar, maka menulislah. Menulis itu investasi untuk dunia dan akhirat. Maka rumusnya, sing penting nulis terus," imbuh pria kelahiran Pati tersebut.

Kegiatan itu digelar sampai Ahad (16/9). Panitia membagi tiga kelompok yang langsung praktik. Kelompok pertama, kelas artikel ilmiah, artikel ilmiah populer, berita, feature, dan resensi. Kelas kedua, sastra yaitu puisi dan cerpen. Sementara kelas ketiga yaitu fokus pada desain, foto, meme, video dan medsos. (Abdul/Kendi Setiawan)
Bagikan:
Ahad 16 September 2018 23:30 WIB
IPNU dan IPPNU Dau Malang Selenggarakan Pelatihan Administrasi
IPNU dan IPPNU Dau Malang Selenggarakan Pelatihan Administrasi
Malang, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Dau menggelar pelatihan administrasi. Kegiatan sekaligus sebagai peringatan tahun baru Islam 1440 H. 

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari jajaran PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Dau ini dilaksanakan di Balai Latihan Kerja Komunitas di Desa Kali Weru Kecamatan Dau Kabupaten Malang, Ahad (16/9). 

Hadir dalam kegiatan ini, Ustadz Chamim Chabibi selaku Kepala Balai Latihan Kerja Komunitas serta Hasan dan Santa selaku Sekretaris Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Malang yang didaulat menjadi pemateri. 

Dalam paparannya, Hasan menyampaikan pentingnya administrasi dalam berorganisasi. “Dengan tertib administrasi nantinya akan menjadi jejak sejarah yang dapat dilihat oleh generasi selanjutnya,” katanya. 

Selain administrasi, pada pelatihan tersebut dijelaskan secara detail tentang sistem administrasi yang ada di lingkungan IPNU. "Termasuk sistem administrasi di IPPNU," kata Santa. 

Ifan selaku Ketua PAC IPNU Kecamatan Dau berharap dengan kegiatan ini para pengurus bisa lebih memahami tentang sistem administrasi. “Sehingga tidak bingung jika akan ada kegiatan yang lebih besar lagi.” tandasnya. (Al-Hassan/Ibnu Nawawi)
Ahad 16 September 2018 23:0 WIB
Nyai Pesantren Perkokoh Diri sebagai Pilar Negara
Nyai Pesantren Perkokoh Diri sebagai Pilar Negara
Para Nyai pesantren di Brebes Jateng
Brebes, NU Online
Pengurus Pusat Jamiyyah Pengasuh Pesantren Putri dan Mubalighoh (JP3M) Nyai Hj Hanif Maftuhah mengajak kepada seluruh Nyai untuk terus belajar demi memperkuat dan memperkokoh Pilar Negara. Sebab keberadaan Nyai berpengaruh langsung pada kuatnya anak, santri,  masyarakat, bangsa dan Negara.
 
Demikian disampaikan Ketua JP3M saat melantik Pengurus JP3M Kabupaten Brebes masa bakti 2018-2023 di Pendopo Bupati Brebes, Ahad (16/9).

Kepada seluruh Nyai di Brebes, Nyai Hj Hanif mengingatkan jangan merasa pinter sendiri sebagai Nyai, karena di atas langit masih ada langit. Artinya, akan lemah bahkan tertinggal bila tidak bisa saling berbagi ilmu dengan seluruh teman-teman Nyai.

“Kalau gak ketemu teman-teman Nyai, tentu seakan akan pinter sendiri. Karena tidak ada sparring partner dalam berjuang. Dengan saling menimba ilmu, maka akan terjadi ghirah untuk lebih meningkatkan keilmuannya,” tandasnya. 

Nyai atau wanita pada umumnya sebagai tiang negara, akan bermakna ketika mampu mendidik anak, santri, dan masyarakat. Cagak atau tiang yang kuat, makin kokoh bila ilmunya makin hari makin bertambah dan menularkannya dengan sepenuh hati. 

"Pesantren  tidak bisa hebat tanpa peran bu Nyai. Kehadiran JP3M, diharapkan bisa menjadi ladang jihad untuk mempersatukan ulama perempuan Pengasuh Pesantren Putri dan Mubalighoh, jadilah seperti gula pasir karena akan menjadikan manis untuk siapa saja karena ikhlas," ujarnya.  

Pesantren yang tergabung dalam JP3M se Jateng dan DI Yogyakarta ini ada sekitar 1.000 lebih pondok, dan ini khusus Nyai, bukan Kiai. Hal ini juga untuk mensikapi atau menanggulangi beberapa perkembangan yang ada sekarang ini.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyampaikan selamat dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Nyai di Kabupaten Brebes. Kehadiran para Nyai di Pendopo, makin membuat adem, tentrem, ayem. Terpancar dari wajah wajah para Nyai cahaya kelembutan, santun, tawadhu dan bersahaja. 

"Brebes yang sangat luas ternyata menjadi daya tarik tersendiri karena kehadiran pesantren. Brebes bagaikan negeri santri karena ratusan pesantren telah kokoh berdiri di berbagai kecamatan di Kabupaten Brebes. Sungguh perjuangan para Nyai, telah membantu perkembangan pesantren, membangun rohani masyarakat Brebes dan luar Brebes," tandas Bupati. (Wasdiun/Muiz)
Ahad 16 September 2018 22:30 WIB
Paduan Suara Ansor Jombang Meriahkan Pelantikan PWNU Jatim
Paduan Suara Ansor Jombang Meriahkan Pelantikan PWNU Jatim
foto: illustrasi
Jombang, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) masa khidmat 2018-2023 akan dilantik pada Selasa, 18 September 2018 di Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang diminta berpartisipasi dalam hal Paduan Suara (PS) saat pelantikan nanti. Selanjutnya PCNU mempercayakan kepada pengurus Ansor yang sudah terlatih sebelumnya.

PCNU Jombang sudah mengeluarkan surat resmi kepada Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor setempat, Sabtu (15/9) terkait permintaan partisipasi Ansor memimpin paduan suara nanti.

"PCNU Jombang meminta Paduan Suara Ansor untuk pelantikan PWNU Jawa Timur nanti," kata Staf Administrasi PCNU Jombang Nur Salim yang sekaligus membuat surat resmi PCNU.

Ditanyakan terkait kenapa tidak dari Fatayat yang sudah biasa tampil di berbagai kesempatan, ia mengatakan untuk menyesuaikan momentum. Pelantikan Pengurus NU kali ini kesemuanya dari unsur laki-laki. "Kata jajaran PCNU untuk menyesuaikan saja," ucapnya singkat.

Kendati begitu, pria yang kerap disapa Cak Salim ini memastikan tak akan menghilangkan kemeriahan paduan suara seperti pada umumnya, meski paduan suara kali ini kesemuanya adalah laki-laki. Pasalnya, Paduan Suara Ansor juga sudah terbiasa tampil di sejumlah acara resmi. (Syamsul Arifin/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG