IMG-LOGO
Nasional

'Ustadz Klub Malam' Sowan Kiai Said di Kantor PBNU

Senin 17 September 2018 14:55 WIB
Bagikan:
'Ustadz Klub Malam' Sowan Kiai Said di Kantor PBNU
Jakarta, NU Online
KH Miftah Maulana Habiburrahman atau kerap disapa Gus Miftah yang ramai dibicarakan di media sosial karena aksi dakwahnya di tempat hiburan malam berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, di Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (17/9).

Dalam kunjungannya, Gus Miftah yang berambut gondrong ini disambut oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj, Sekjend Helmy Faisal Zaini dan Ketua Robikin Emhas.

Kunjungan ini menurut Robikin Emhas menunjukkan dengan jelas bahwa Gus Miftah merupakan warga Nahdlatul Ulama. "Gus Miftah jelas warga NU. Keluarganya NU semua," ujarnya pada NU Online.

Dalam kunjungannya, Gus Miftah mengucapkan terima kasih kepada Kiai Said Aqil Siraj atas pembelaannya terhadap aksi dakwah yang dilakukannya di hiburan malam. "Pertama saya ke sini untuk silaturrahmi. Lalu untuk mengucapkan terima kasih sudah dibela sama Kiai Said," ujar Gus Miftah.

Menurutnya, aksi tersebut dilakukan dalam rangka berdakwah kepada siapa saja tanpa melihat profesinya, termasuk para pekerja di klub malam, lokalisasi dan tempat lain.

Dalam kesempatan itu, Kiai Said Aqil Siraj kembali menegaskan bahwa aksi yang dilakukan oleh Gus Miftah adalah dakwah yang tergolong ekstrim. Sebab membutuhkan keberanian, keikhlasan dan ketabahan dalam menjalaninya.

"Gus Miftah berani mengisi kekosongan di wilayah 'hitam' yang saya sendiri tidak mampu. Orang yang melakukan itu niatnya harus tulus, hatinya harus bersih, memiliki keberanian," ujar Kiai Said.

Dakwah semacam itu, lanjut Kiai Said, memiliki banyak godaan dari pada dakwah di kalangan umum di lokasi dakwah biasanya seperti pesantren, mushalla atau masjid. 

"Dakwah di tempat seperti itu minimal di-suuddon-i lah. Pasti ada yg suuddon. Saya berdoa semoga mampu dan melanjutkan dakwah Wali Songo, dengan cara manusiawi dan melalui akhlaqul karimah yang tidak tarhib wattarhib (mengancam dan menakut-nakuti). (Ahmad Rozali)
Bagikan:
Senin 17 September 2018 22:30 WIB
Hujan Lebat Tak Goyahkan Tim Kirab Satu Negeri
Hujan Lebat Tak Goyahkan Tim Kirab Satu Negeri

Bulungan, NU Online

Setelah singgah semalam di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, tim Kirab Satu Negeri melanjutkan menuju Kabupaten  Bulungan dengan naik perahu speed. Sambutan luar biasa ditunjukkan keluarga besar Dewan Adat Tidung kabupaten setempat.


Saat itu robongan Kirab Satu Negeri yang dipimpin Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Mohammad Haerul Amri disambut seni japin shalawat dan tari Niksin sebagai penyambutan atas tamu.


"Terima kasih saudara-saudara mau singgah ke daerah ini.Desa Salim Batu ini desa tertua dan  merupakan pusat penyiaran Islam di wilayah Bulungan dan sekitarnya,” kata Datuk Ilham, Senin (17/9). Di tempat ini ada makam Syech Maghribi yakni dai yang menyebarkan Islam di sini, lanjutnya.


"Jadi rombongan sangat pas bila singgah di daerah ini. Untuk itu sekali lagi kami sampaikan terima kasih" tambahnya.


Sementara itu Abdul Hakam selaku Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Kalimantan Utara mengemukakan, melalui kirab ini GP Ansor mengajak masyarakat semakin memahami dan menghargai kemajemukan dan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.


"Kirab ini tujuannya untuk mengokohkan konsensus berbangsa, yakni NKRI, khususnya di Kalimantan Utara sebagai wilayah perbatasan, dan di Indonesia secara umum," papar Abdul Hakam yang juga Ketua Bidang Hukum PP GP Ansor.


Rombongan Kirab Satu Negeri zona Nunukan ikut serta dalam rombongan ini. Tampak Wakil Ketua Umum PP GP Ansor M Haerul Amri, Affan Rozi selaku koordinator zona, Imam Kusnin Ahmad sebagai asisten lapangan.


Selain itu, lanjut Abdul Hakam, Kirab Satu Negeri juga bertujuan mengajak mayoritas masyarakat (silent majority) yang cenderung diam agar berani bersuara menghadapi ancaman sekelompok pihak yang ingin mengubah konsensus kebangsaan. Terutama mempolitisasi agama demi tujuan politiknya. 


"Terutama di media sosial, ayo kita yang mayoritas ini bersama-sama menyuarakan kebenaran, agar media sosial tidak didominasi oleh kabar hoaks dan fitnah," ajaknya kepada hadirin.

 

Dilanjutkannya, lewat kirab ini tentu saja Ansor ingin merawat keberagaman dan keragaman suku, adat, agama, dan bahasa. "Ini adalah kekayaan yang sangat berharga nilainya untuk anak cucu kita nanti," kata pria asal Cirebon tersebut.


Usai ramah tamah, rombongan menuju Makam Syech Maghribi sekitar 300 meter dari lokasi untuk ziarah dan doa serta tahlil yang dilanjut bakti sosial pengecatan makam. Acara dilanjut menuju pusat kota Tanjung Selor  selama 1.5 jam dengan kendaraan tujuh perahu Tambangan.


Meski selama perjalanan turun hujan lebat, tim pembawa bendera dangan luar biasa tidak pindah dan tetap berdiri kokoh di ujung depan perahu. "Anak-anak luar biasa. Tidak geser dari tempatnya meski hujan lebat,” tambah Hakam.


Di Tanjung Selor, usai shalat Isya rombongan menggelar Ngobat atau ngobrol bersama sahabat yang melibatkan Ansor, Pergerakan Mahasiswa Isalam Indonesia dan komponen pemuda serta mahasiswa. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)

Senin 17 September 2018 21:30 WIB
Tiga Hubungan Relasi sebagai Ajaran dari Manuskrip
Tiga Hubungan Relasi sebagai Ajaran dari Manuskrip
Jakarta, NU Online
Islam mengenal tiga hubungan relasi, yakni hablun minallah (hubungan dengan Tuhan), hablun min annas (hubungan sesama manusia), dan hablun minal alam (hubungan dengan alam).

Hal itu diungkapkan oleh Yudi Latif dalam seminar internasional pernaskahan Nusantara di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Senin (17/9).

Ternyata, relasi tiga hal itu juga terekam dalam naskah-naskah kuno Nusantara. Naskah I la Galigo, misalnya, yang memuat relasi tiga arah, yakni dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah.

"Harmoni dalam kehidupan dunia ini terengkuh manakala manusia bisa membangun relasi tiga arah (tersebut)," katanya.

Hal serupa juga bisa ditemukan dalam Kosmologi Mulanjadi na Bolon yang terdapat di Batak dan Tritangtu dalam Sunda. Hal terakhir ini maksudnya adalah tiga kepastian, yakni Aji Luhung, Aji Komara, dan Aji Wiwaha.

Hal demikian juga terdapat di Bali dengan ajaran Tri Hita Karana, tiga penentu kebahagiaan, Sang Hyang, Manusia, dan Buana.

"Indonesia kalau mampu merawat warisan terbaiknya, dikawinkan dengan kalangan terbaik dari luar, Indonesia bisa berdiri di hadapan semesta sebagai pemenang," pungkas pria yang pernah aktif di IPNU itu.

Selain Yudi, seminar bertema "Menuju Revolusi Mental: Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Naskah Nusantara" itu juga dihadiri oleh Pakar pendidikan Arief Rachman, Staf Ahli Mendikbud Arie Budhiman, dan Dosen Universitas Pendidikan Indonesia Yulianeta. (Syakir NF/Fathoni)
Senin 17 September 2018 21:0 WIB
Rais Aam dan Ketum PBNU Hadiri Pelantikan PWNU Jatim
Rais Aam dan Ketum PBNU Hadiri Pelantikan PWNU Jatim
Jombang, NU Online
KH Ma’ruf Amin selaku Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj dipastikan hadir pada pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Selasa (18/9) siang. Kegiatan diselenggarakan di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang.

“Kami sudah mendapatkan kepastian kehadiran Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Selasa besok,” kata Muhamad Koderi, Senin (17/9) malam. 

Ketua panitia pelantikan PWNU Jatim ini mengemukakan bahwa selama di Pesantren Denanyar, KH Ma’ruf Amin akan membaiat para pengurus yang dilantik.  

“Sebelumnya dibacakan SK PBNU tentang komposisi PWNU Jatim masa khidmat 2018 hingga 2023. Setelah semua nama pengurus naik panggung, maka dilanjutkan dengan baiat oleh Rais Aam,” jelasnya.

Menurut Koderi, usai pelantikan PWNU Jatim, maka dilanjut dengan pelantikan ketua lembaga di PWNU Jatim. “SK akan dibacakan Sekretaris PWNU Jatim, Akh Muzakki, dan dilanjut dengan baiat oleh KH Anwar Manshur sebagai Rais PWNU Jatim,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut juga akan disampaikan khutbah iftitah dari Rais PWNU Jatim  dan dilanjut sambutan Ketua PWNU Jatim, yakni KH Marzuki Mustamar.

“Setelah itu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj akan memberikan pengarahan kepada para pengurus yang sudah dilantik,” kata alumnus ITS Surabaya tersebut.

Amanat dan doa juga akan disampaikan KH Ma'ruf Amin di hadapan para undangan yakni pengurus baru NU Jatim dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Jatim. 

Bahkan pada kegiatan tersebut juga akan dilangsungkan konsolidasi organisasi yang membincang tema menuju satu abad Nahdlatul Ulama. “Pesertanya adalah PWNU Jatim bersama badan otonom, serta undangan dari PCNU se-Jatim,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG