::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Cerita Seputar Penamaan Nabi Muhammad SAW

Ahad, 30 September 2018 10:00 Tasawuf/Akhlak

Bagikan

Ini Cerita Seputar Penamaan Nabi Muhammad SAW
(Foto: twitter.com)
Rasulullah SAW memiliki sejumlah nama dan sebutan. Namanya Muhammad. Sejumlah nama dan sebutan lainnya adalah Thaha, Yasin, Musthafa, Ahmad, Al-Mahi, Al-Hasyir, Al-Aqib. Tetapi ia dikenal dengan nama Muhammad SAW.

“Muhammad” adalah nama terbaiknya. Ini juga namanya yang paling utama. Konon, nama ini adalah pemberian kakeknya, Abdul Muthallib, dengan harapan cucunya ini menjadi pribadi yang terpuji baik di langit maupun di bumi sebagai keterangan Syekh Nawawi Banten berikut ini.

هو أفضل أسمائه صلى الله عليه وسلم والمسمي له بذلك جده عبد المطلب في سابع ولادته لموت أبيه قبلها فقيل له لما سميته محمدا وليس من أسماء آبائك ولا قومك فقال رجوت أن يحمد في السماء والأرض وقد حقق الله رجاءه

Artinya, “’Muhammad’ adalah namanya yang paling utama dibanding namanya yang lain (seperti Thaha, Yasin, Ahmad, Musthafa, dan lainnya). Orang yang menamainya demikian adalah kakeknya, Abdul Muthallib di hari ketujuh kelahiran karena ayahnya telah wafat sebelum persalinan ibunya. Ketika ditanya kenapa bayi itu dinamai ‘Muhammad’, sebuah nama di luar tradisi orang tuan dan kaumnya, Abdul Muthallib menjawab, ‘Aku berharap ia dipuji di langit dan di bumi.’ Allah telah mewujudkan harapannya,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 4).

Keterangan Syekh M Nawawi Banten ini tidak berlebihan. Sosok Nabi Muhammad SAW merupakan pribadi terpuji yang membuatnya segan di langit dan di bumi. Allah berfirman dalam Surat Al-Ahzab berikut ini.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya, “Sungguh, Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Wahai orang yang beriman, bacalah shalawat dan salam untuknya dengan sebenar-benar salam,” (Al-Ahzab ayat 56).

Banyak ayat yang menunjukkan keutamaan pribadi Nabi Muhammad SAW. Pada ayat ini, Allah menyebutkan kehadiran murka-Nya untuk mereka yang menyakiti diri-Nya dan rasul-Nya itu.

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا

Artinya, “Sungguhm orang yang menyakiti Allah dan rasul-Nya akan dilaknat oleh Allah di dunia dan di akhirat. Allah juga menyediakan siksa yang hina untuk mereka,” (Al-Ahzab ayat 57).

Riwayat lain menyebutkan bahwa orang yang menamainya dengan kata “Muhammad” tidak lain adalah ibunya, Siti Aminah. Ketika sedang mengandung, sesosok malaikat mendatanginya. Kepada Siti Aminah malaikat itu berpesan, “Kau sedang mengandung penghulu manusia. Oleh karena itu, namailah ia ‘Muhammad’.”

Nabi Muhammad SAW adalah makhluk istimewa. Ia paling akhir diutus secara fisik oleh Allah. Tetapi hakikatnya ia tercipta lebih dahulu dan merupakan asal dari penciptaan alam semesta. Ia menjadi model paling sempurna dari segenap alam semesta ciptaan-Nya.

فلا نبي بعده صلى الله عليه وسلم فهو آخرهم في الوجود باعتبار جسمه في الخارج

Artinya, “(Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi dan rasul) sehingga tidak ada nabi lagi sepeninggalnya. Dia datang terakhir di lihat dari raganya di alam dunia,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 4).

Meski kerap kali bertemu dengan orang yang “sempurna”, kita harus yakin bahwa tiada satu pun orang yang sempurna seutuhnya melebihi Rasulullah SAW karena semua kesempurnaan lahir dan batin yang tercecer di banyak manusia terdapat dalam seorang pribadi bernama Nabi Muhammad SAW.

Sebagian ulama mengatakan bahwa keimanan seseorang kepada Allah belum sempurna bila belum meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah model manusia sempurna ciptaan Allah tanpa tanding.

فائدة) قال الباجوري وقد ذكر بعضهم أن من تمام الإيمان أن يعتقد الإنسان  أنه لم يجتمع في أحد من المحاسن الظاهرة والباطنة مثل ما اجتمع فيه صلى الله عليه وسلم

Artinya, “(Informasi) Al-Baijuri mengatakan bahwa sebagian ulama menyebutkan bahwa salah satu kesempurnaan iman seseorang adalah keyakinan bahwa tiada satu pun manusia yang memiliki kesempurnaan lahir dan batin secara lengkap pada diri seseorang kecuali terdapat pada diri Nabi Muhammad SAW,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 5).

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita agar dapat meneladani akhlak terpuji Rasulullah SAW meski hanya sekian persennya. Kita juga berdoa semoga Allah memasukkan nama kita, keluarga, dan masyarakat kita ke dalam golongan penerima syafaat Nabi Muhammad SAW. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)