IMG-LOGO
Daerah

Ratusan Madrasah dan Sekolah di Purbalingga Meriahkan Lomba Tahlil

Rabu 3 Oktober 2018 21:15 WIB
Bagikan:
Ratusan Madrasah dan Sekolah di Purbalingga Meriahkan Lomba Tahlil
Purbalingga, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah  memeriahkan hari lahir Ma'arif NU yang ke-89 dengan menyelenggarakan lomba tahlil.

Lomba dilaksanakan Rabu (3/10) dan dibagi.menjadi dua tempat yaitu di MTs Al Hikmah Kalikabong dan di Gedung NU Kabupaten Purbalingga.

Menurut penuturan H Ahmad Muhdzir selaku Ketua PC LP Ma’arif Purbalingga, bahwa lomba diikuti seluruh lembaga di bawah naungan Ma’arif yang berjumlah 135 madrasah dan sekolah.

“Lomba tahlil ini merupakan wahana evaluasi dari pelaksanakan program unggulan Ma’arif Purbalingga yaitu hari iman dan taqwa Aswaja An Nahdiyah yang disebut dengan Himtaq Annahdliyah,” katanya.

Menurutnya, program sudah berjalan satu tahun dalam bentuk praktek amaliah NU. “Seperti tahlil, istighotsah, ziarah, barzanji, simtudduror, asmaul husna dan shalawatan.yang dilaksanakan setiap Jumat pagi sebelum pembelajaran,” jelasnya.

Sejumlah kegiatan tersebut diwajibkan PC LP Ma’arif NU untuk dilaksanakan di semua tingkatan baik MI,SMP maupun MTs, juga SMA, SMK, serta MA. 

“Alhamdulilah program ini didukung semua madrasah dan sekolah sehingga momentum Harlah Ma’arif dijadikan dasar untuk mengevaluasi pelaksanakan program pembiasaan amaliah NU,” ungkapnya.

Lomba ini ternyata mendapat sambutan positif dari guru. Menurut Naelul Fauzi guru MI Ma’arif Candiwulan bahwa lomba tidak sekadar unjuk prestasi tapi juga nuansa pengkaderan NU sangat terasa. 

"Saya sangat terenyuh dan bangga melihat anak MI sudah bisa memimpin tahlil, yang gurunya saja helum tentu bisa dan percaya diri,” ungkapnya.

Selain lomba tahlil, PC LP Ma’arif NU Purbalingga juga mengadakan lomba penyusunan kurikulum madrasah atau sekolah. Juga lomba inovasi pembelajaran dan pertandingan volly ball antar kecamatan. (Naelul Fauzi/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Rabu 3 Oktober 2018 22:45 WIB
Peran Pers Penting dalam Tanamkan Nilai-nilai Kebangsaan
Peran Pers Penting dalam Tanamkan Nilai-nilai Kebangsaan
Nganjuk, NU Online 
Puluhan insan pres Kabupaten Nganjuk menggelar deklarasi Pemilu 2019 damai di Hotel Istana Nganjuk Dusun Sanggrahan, Kelurahan Kedondong, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Rabu (3/10).

Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang hadir pada kegiatan menyampaikan bahwa media punya tanggung jawab menyatukan bangsa lewat tulisan yang bagus dan berdasarkan fakta.

"Insan pers ikut bertanggung jawab untuk menjaga dan mengawal keutuhan bangsa dan negara dalam bingkai Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI) dari ancaman disintegrasi," katanya.

Menurutnya, pers sebagai pilar keempat demokrasi sangat penting dalam mengawal masa depan demokrasi di Nganjuk. Oleh karena insan pers harus menyampaikan berita secara faktual antara birokrasi pemerintahan dengan masyarakat. Maupun saat menguak sebuah peristiwa di masyarakat.

"Pers akan berpengaruh besar dalam menjaga jati diri bangsa Indonesia. Salah nulis berita bisa terjadi kekacauan dan ricuh," ujarnya.

A'wan Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini menegaskan deklarasi damai mendukung upaya pemerintahan menciptakan keadaan damai perlu dilakukan terus menerus hingga menjangkau seluruh komponen masyarakat. 

Sehingga, sambungnya, terbangun kesadaran bersama untuk mengawal dan menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara dari berbagai aksi yang mengarah pada titik disintegrasi.

Ia mengibaratkan deklarasi damai ini dengan umat beragama pergi ke masjid dan gereja untuk mendengarkan khotbah dari pendeta dan imam atau sama juga dengan telepon genggam yang harus di-charge ulang jika baterainya habis.

"Sering kali kita menganggap deklarasi damai dalam mensukseskan pemilu adalah hal yang biasa dan sudah diketahui. Padahal pemahaman dan pemantapannya perlu dilakukan terus menerus melalui berbagai kegiatan sosialisasi. Sehingga semua orang menjadi mengerti dan memahaminya. Apalagi pers sebagai dasar informasi publik paling penting menyampaikan berita faktual dan berimbang," terangnya.

Terpisah, Ketua Forum Kebangsaan Ristika saat memberikan keterangan pers menyampaikan terimakasih banyak kepada insan pers yang hadir diacara bertajuk deklarasi damai tersebut.

"Saya berterima kasih kepada rekan-rekan media yang sudi kiranya hadir dalam acara kami. Semoga insan pers baik cetak maupun elektronik ikut mensosialisasikan dan menjaga keamanan pemilu melalui hasil karya yang faktual, no hoax, memiliki pemberitaan yang prosedural serta berimbang, menjaga persatuan serta mewujudkan keadilan," pungkasnya. (Syarif Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Rabu 3 Oktober 2018 20:15 WIB
IPNU Sumenep: Sikapi Bencana dengan Bijak dan Jaga Solidaritas
IPNU Sumenep: Sikapi Bencana dengan Bijak dan Jaga Solidaritas

Sumenep, NU Online

Setiap bencana yang menimpa sejumlah kawasan hendaknya disikapi dengan bijak. Termasuk apa yang kini tengah menimpa saudara di Nusa Tenggara Barat, Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.


Pernyataan tersebut disampaikan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep Jawa Timur, Rabu (3/10).  


Tidak berhenti sampai di situ, berbagai lapisan juga diharapkan turut meringankan beban yang telah menimpa saudara di kawasan bencana. “Semestinya semua instansi dan elemen masyarakat turut ikut partisipasi membantu korban gempa bumi di Donggala dan Palu di Sulawesi Tengah,” kata Musyikurrahman.


Dalam pandangan Ketua PC IPNU Sumenep ini, ada hal mendesak yang juga harus dilakukan. “Justru yang sangat mendesak dilakukan dan cukup penting adalah menjaga nilai solidaritas, jangan malah menyebar kabar bohong atau hoaks,” ungkapnya.


Hal ini diingatkan Musyikurrahman pada kegiatan penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu. Kegiatan berlangsung di Kota Sumenep dengan menyapa para pengguna jalan dan meminta untuk berdonasi untuk korban gempa.


Penggalangan dana juga sebagai sarana memupuk kepedulian dan rasa kemanusiaan bagi kalangan pelajar. "Yang juga tidak kalah penting dalam kegiatan ini adalah menekankan nilai-nilai kemanusian khususnya di kalangan pelajar," pungkasnya.


Rasa kemanusian dan peduli kepada saudara yang tengah dilanda gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah dibuktikan sejumlah badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) di Sumenep. 


Mereka menggelar aksi peduli yang diikuti beberapa badan otonom di antaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau IPNU, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Semuanya di bawah koordinasi Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama atau LAZISNU setempat. (Mahrus/Ibnu Nawawi)

Rabu 3 Oktober 2018 19:45 WIB
Petani Santri Kiai Mojo: Saya Ikut Jejak Mbah Hasyim
Petani Santri Kiai Mojo: Saya Ikut Jejak Mbah Hasyim
Santri Kiai Mojo saat presentasi hasil pertanian di depan juri
Jombang, NU Online
Menjadi petani bukan pekerjaan jelek, apalagi masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk menanam, seperti yang dilakukan santri yang mondok di Pesantren Kiai Mojo Tembelang Jombang, Muhammad Sabilil Faroshi Attamimi.

"Menjadi petani selama di pesantren dengan memenfaatkan waktu luang dan lahan milik pesantren telah menghasilkan pundi-pundi rupiah dan membantu pesantren," ujar Faroshi kepada NU Online, Rabu (3/10).

Menurutnya, dewasa ini jarang sekali ada santri yang mau menjadi petani. Dengan berbagai alasan, ada yang gengsi atau malu dan juga ada yang mengatakan masa depan jadi petani tidak jelas. Padahal bila diseriusi, maka bidang pertanian punya masa depan yang cerah.

Pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari adalag seorang ulama besar yang sangat peduli pada pertanian. Salah satu pemikiran Kiai Hasyim tentang tani dipublikasikan saat ia menulis tentang pentingnya bertani dengan judul Keoetamaan Bertjotjok Tanam dan Bertani. Tulisan satu halaman itu dimuat majalah Soeara Moeslimin Indonesia nomor 2 tahun ke-2, pada tanggal 19 Muharam 1363 H.

"Nahdlatul Ulama (NU) sangat peduli dengan pertanian dari dulu hingga sekarang. Mayoritas warga NU juga petani. Bahkan KH Hasbullah atau ayah KH Abdul Wahab Hasbullah merupakan seorang petani. Ia punya gudang padi yang banyak karena memiliki sawah cukup luas hingga tempat tinggalnya dinamakan Tambakberas. Dan kini diabadikan menjadi nama sebuah dusun," beber Kang Roshi.

Kang Roshi berharap suatu hari nanti para santri tidak lagi sungkan untuk bertani. Bertani yang ia maksud adalah tani dengan sentuhan teknologi dan ilmu pengetahuan. Ia juga siap membimbing para santri muda yang ingin belajar bercocok tanam buah naga dan ekonomi kreatif.

"Indonesia ini negara besar, bila perdagangan antar pulau saja sukses maka kita sudah seperti berdagang dengan beberapa negara. Apalagi sekarang pemerintah lewat Kementrian Pertanian sedang gencar menggarap ekspor produk pertanian. Ini peluang dan tantangan bagi kita," pungkas Kang Roshi. (Syarif Abdurrahman/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG