IMG-LOGO
Nasional

Saat Bulan Memanggil Presiden: Momen Haru Pembukaan Asian Para Games 2018

Ahad 7 Oktober 2018 6:10 WIB
Saat Bulan Memanggil Presiden: Momen Haru Pembukaan Asian Para Games 2018
Screenshoot dari vidio.com
Namanya Bulan Karunia Rudianti. Usianya beranjak 10 tahun. Gadis kecil ini mendadak tenar karena surat yang ditulisnya untuk Presiden RI Joko Widodo.

Dalam suratnya, putri bungsu dari pasangan Rudi Arifin dan Purwanti yang tidak memiliki kaki ini meminta kursi roda kepada Jokowi. Meski dalam keterbatasan, Bulan bisa menunjukkan bahwa dia bisa berprestasi dan berhasil meraih juara kelas. Bulan juga paling jago dalam pelajaran bahasa Inggris. Dia belajar secara otodidak lewat video di YouTube.

Suatu hari, tepatnya pada hari Minggu ibunya membuka tas Bulan, ada surat buat Presiden Jokowi. Saya tanyakan ke Bulan, dia bilang, “Enggak apa-apalah ma, mudah-mudahan Pak Presiden mau ngasih Bulan kursi roda," ujar Bulan.

Surat itu kemudian viral dibagikan di lini massa media sosial hingga sampai ke Presiden Jokowi. Surat itu kemudian direspons Jokowi dengan memerintakan Kementerian Kesehatan menindaklanjuti surat tersebut.

Pada Selasa (20/3/2018) pukul 13.30 WIB, sebuah kursi roda kiriman Jokowi sampai ke rumah bocah kelas 3 sekolah dasar yang berdomisili di Pekanbaru, Riau itu.

Pada ajang pembukaan Asian Para Games 2018, gadis manis ini turut meramaikan pembukaan Asian Para Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Bulan bercerita tentang kekagumannya pada sejumlah atlet penyandang disabilitas Tanah Air yang pantang menyerah dan berprestasi, seperti Sabar Gorky yang sukses di cabang panjat tebing dan mendaki gunung.

Di akhir ceritanya, Bulan Kurnia menanyakan keberadaan Jokowi. "Bulan ada di sini, Pak Jokowi ada di mana?" ujarnya.

Jokowi pun turun dari panggung kehormatan. Dia mendatangi Bulan Kurnia dan berbincang sejenak. Jokowi kemudian menerima kotak dari Bulan, yang ketika dibuka muncul tulisan ABILITY berwarna emas.

Tak berhenti di situ, Jokowi juga menyempatkan diri mengambil busur dan panah. Bersama Bulan dan seorang lagi, Jokowi lantas mengarahkan anak panah ke layar raksasa. Begitu anak panah melesat dari busur pijaran cahaya berkilatan di titik sasaran.

Kemudian tak jauh di hadapan Jokowi muncul tulisan DISABILITY. Tiga huruf awal "DIS" mendadak runtuh dan menyisakan ABILITY.

Lihat foto kedekatan Pak Jokowi dengan Bulan, seperti ayah dan anaknya. Ia pemimpin dan ia berlutut merendahkan dirinya menghampiri rakyatnya. Sehat dan tumbuh dengan baik ya adik Bulan, jadi orang baik yang mencintai sesama dan terus mencintai negeri ini. Amin. (Awan Kurniawan)
Tags:
Ahad 7 Oktober 2018 23:55 WIB
Ketua PBNU: Sutopo, Sosok yang Menginspirasi
Ketua PBNU: Sutopo, Sosok yang Menginspirasi
Sutopo Purwo Nugroho, Sumber: Antara
Jakarta, NU Online
Ketua harian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas mengaku terinspirasi atas pengabdian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho yang tetap aktif melayani masyarakat terdampak bencana meski telah divonis mengidap kanker paru stadium 4 sejak 2018.

“Sutopo sangat menginspirasi. (Sebab) Menempatkan derita orang lain di atas derita diri,” kata Robikin melalui rilis yang diterima NU Online, Ahad (6/10). 

Kekaguman Robikin pada Sutopo karena keteguhannya untuk tetap melayani masyarakat dengan terus mengabdikan diri menjadi sumber informasi bencana. “Betapa tidak (terinspirasi). Ia yang didera kanker paru stadium 4 ini seakan tak peduli, tetap abdikan diri. Selalu memberi informasi saat bencana terjadi, melayani masyarakat terdampak bencana sepenuh hati,” ucapnya.

Menurut robikin, padangan hidup pria berusia 49 tahun yang berbunyi 'Hidup itu bukan soal panjang pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain' memberi Sutopo semangat untuk terus mengabdi. Pandangan itu juga sejalan hadits Nabi Muhammad SAW, khairu an-nas anfa’uhum li an-nas [خير الناس أنفعهم للناس], yang berarti “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberi kontribusi terbaik bagi sesama”.

Sutopo merupakan lulusan terbaik Universitas Gajah Mada (UGM) pada 1994, lalu melanjutkan pendidikan magister dan doktoralnya ke Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sedari muda, Sutopo mengutamakan pendidikan. Hidup yang serba kekurangan materi tak menyurutkan dirinya berhenti meraih cita-citanya. Sutopo tercatat sebagai siswa yang berprestasi dari SMP, SMA hingga mahasiswa. Bagi Sutopo, keberhasilannya dalam dunia pendidikan bukan karena dirinya cerdas, melainkan semangat belajarnya yang tinggi.
 
"Selamat Ulang Tahun, Pak Sutopo. Terus lupakan derita diri dan teruslah mengabdi. Ibu Pertiwi tersenyum karenamu,” pungkas Robikin. (Husni Sahal/Ahmad Rozali)
Ahad 7 Oktober 2018 23:45 WIB
HARI SANTRI 2018
Pesantren Diharapkan Jadi Agen Perkembangan Ekonomi
Pesantren Diharapkan Jadi Agen Perkembangan Ekonomi
Ketua Umum PP RMI buka Pesantren Expo 2018 di Solo
Solo, NU Online
Banyaknya pesantren yang ada di Indonesia, diharapkan untuk mampu menggali potensi yang ada, khususnya di bidang perekonomian guna menciptakan pesantren yang mandiri.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nadlatul Ulama (RMINU) Abdul Ghofarrozin di sela acara Pesantren Expo, Sabtu (6/10) malam di Solo.

Saat ini total ada sebanyak 28.000 pesantren di Indonesia. ”Dari jumlah itu, di Jateng saja ada 4.400 pesantren. Ini merupakan potensi perekonomian yang besar. Kemandirian pesantren memang diperlukan, karena mereka tak berada di bawah naungan pemerintah,” jelas Gus Rozin.

Sementara itu, Wakil Walikota Surakarta Achmad Purnomo berharap keberadaan santri juga harus mampu menjadi pelopor perubahan.

”Kegiatan (Pesantren Expo) ini sangat positif, karena mampu melahirkan gagasan kreatif dan inovatif. Santri tidak hanya handal ilmu dan agama, namun juga mampu menjadi agen perkembangan ekonomi bagi masyarakat," kata dia. (Ajie Najmuddin/muiz)
Ahad 7 Oktober 2018 23:15 WIB
Saat Buka MTQ, Jokowi Pimpin Kirim Al-Fatihah untuk Korban Bencana Alam
Saat Buka MTQ, Jokowi Pimpin Kirim Al-Fatihah untuk Korban Bencana Alam
Presiden Jokowi membukan MTQ Nasional di Medan Sumatera Utara
Jakarta, NU Online
Presiden Joko Widodo memimpin peserta, tamu undangan dan masyarakat Sumatera Utara yang hadir pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Ke-27 2018, Ahad (7/10) malam membaca surat Al-Fatihah untuk korban bencana alam dan keluarga yang selamat di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.

“Saya mengajak bersama-sama kita mengirimkan fatihah untuk korban bencana dan para keluarga yang selamat agar diberi kesabaran dan ketabahan. Ala hadzihinniat Al-Fatihah,” ucap Jokowi.  

Jokowi mengajak masyarakat Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah agar selalu bersabar dalam menghadapi musibah yang menimpanya.

“Islam mengajarkan kita untuk bersabar, berikhtiar secara maksimal, berintrospeksi, mawas diri dalam menghadapi setiap musibah,” kata Presiden Jokowi saat memberikan kata sambutan pada Pembukaan MTQ diMedan Sumatera Utara.

Sebagaimana diketahui, rentetan gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Barat telah menelan korban sebanyak 500 jiwa. Sementara gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah telah memakan korban lebih dari 1600 jiwa. 

“Kita semua tentu tidak ingin musibah datang menghampiri kita, entah berupa bencana alam, penyakit maupun musibah lainnya, tetapi musibah adalah ujian bagi orang-orang yang beriman,” jelas Jokowi.

Menurut Jokowi, Rasulullah telah mengajarkan kepada umatnya yang tertimpa musibah agar membaca doa.

“Sesungguhnya kami hanya milik Allah dan sungguh hanya kepadanya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala pada musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya,” ucap Jokowi mengutip sebuah hadits. (Husni Sahal/Muiz)
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG