IMG-LOGO
Nasional

Lomba Pembuatan Teks Khutbah Jumat LDPBNU Telah Mengerucut 10 Nama


Kamis 18 Oktober 2018 12:55 WIB
Bagikan:
Lomba Pembuatan Teks Khutbah Jumat LDPBNU Telah Mengerucut 10 Nama

Jakarta, NU Online

Lomba pembuatan teks khutbah Jumat dengan tajuk "Dakwah Islam Nusantara" telah memasuki babak sepuluh besar. Kesepuluh teks terbaik ini dipilih dari 101 teks yang masuk ke meja panitia.

Koordinator pelaksana perlombaan, Ustadz Ahmad Ali MD mengatakan, pendaftaran yang dibuka sejak pertengahan September telah berakhir tanggal 10 Oktober lalu telah menghasilkan lebih dari 101 teks khutbah.

Dari biodata peserta lomba, terlihat bahwa peserta lomba ini berasal dari latar belakang yang beragam, baik dari santri, anak sekolah, guru ngaji, lulusan tingkat SLTA, mahasiswa, dai, kandidat doktor, hingga Aparatur Sipil Neagara (ASN).

Proses penjurian lomba ini telah dilaksanakan pada Rabu, tanggal 17 Oktober 2018 di Sekretariat LD-PBNU, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. Hasilnya, dari ratusa teks khutbah yang masuk itu, telah diseleksi menjadi 35 teks dan kemudain dipilih 10 peringkat terbaik. Penilaian lomba ini dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari KH Nurul Irfan, Ustaz Ahmad Ali dan KH Choirul Ansori.

Adapun kesepuluh teks khutbah yang meraih sepuluh terbaik adalah:

  1. Dr Yusuf Hanafi, MA. Malang Jawa Timur (Islam, Nasionalisme dan Bela Negara, nilai 763),
  2. Dr Mukhrij Sidqy, MA. Depok Jawa Barat (Dakwah Islam Nusantara "Filosofi Kupu-kupu Dakwah Islam, nilai 753),
  3. Imaduddin, Purbalingga Jateng (Berdakwah dengan Santun dan Ramah, nilai 739),
  4. Muhammad Amin, S.Th.I., M.Ag., Kab. Ogan Ilir Sumatera Selatan (Semangat Dakwah dalam Mewujudkan Islam Sebagai Agama Terbaik, nilai 736),
  5. Muhammad Falaq Khomeini, Surabaya Jawa Timur (Dakwah Islam Nusantara: Menebarkan Rakmat Bukan Laknat, nilai 735),
  6. Khoirul Anwar, Blora Jawa Tengah (Dakwah Bilhikmah Walmauizhatul Hasanah,  nilai 725),
  7. Mukhlisin Purnomo, Sewon Bantul Yogyakarta (Mengambil Madu Tanpa Merusak Sarangnya, nilai 720),
  8. Ma'muri Santoso, Kebumen Jawa Tengah (Mengembalikan Ruh Islam Rahmatan Lil Alamin, nilai 717),
  9. Abdul Jalil, S.H.I., MA., MEI., Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Membumikan Nilai-nilai Kasih Sayang dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, nilai 711),
  10. M Syaiful Kamal, S.Hum., Umbulharjo Yogyakarta (Islam Nusantara Bukan Islam Arab, nilai 709).

Ustadz Ahmad Ali MD mengatakan bahwa lomba ini digelar Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU) dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2018 dengan tujuan untuk menyebarluaskan paham Islam Nusantara.

"Lomba ini dimaksudkan untuk menarik perhatian masyarakat untuk lebih memahami dakwah Islam Nusantara dengan baik, terutama dakwah dengan santun, ramah dan bukan marah-marah, merangkul dan bukan memukul," kata Ustadz Ahmad Ali MD, di Jakarta, (18/10).

Lomba ini juga dimaksudkan untuk menumbuh kembangkan semangat dan budaya berkarya yang memuat nilai-nilai mengenai dakwah Islam Nusantara, dengan mengedepankan pandangan dan sikap toleran (tasamuh), moderat (ta'adul), dan seimbang (tawazun) serta menekankan hikmah (kebijaksanaan) terhadap budaya, tradisi dan adat istiadat yang baik, mau'zhah hasanah, pola perdebatan yang fair dan bermartabat (mujadalah billati hiya ahsan). (Red: Ahmad Rozali)

Tags:
Bagikan:
IMG
IMG