IMG-LOGO
Anti-Hoaks

Ketum PBNU Imbau Warga NU Tak Gampang Termakan Fitnah di Medsos

Kamis 18 Oktober 2018 20:30 WIB
Bagikan:
Ketum PBNU Imbau Warga NU Tak Gampang Termakan Fitnah di Medsos
Ketum PBNU, KH Said Aqil Siroj di pelantikan JQHNU
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa kehadiran media sosial merupakan tantangan bagi NU. Sebab, berbagai kejahatan, kezaliman, dan fitnah bisa dilakukan melalui fasilitas tersebut.

"Kejahatan ada panggungnya, ada fasilitasnya yang mempermudah orang melakukan kejahatan, yaitu Medsos," kata Kiai Said pada acara pelantikan Pimpinan Pusat Jam'iyatul Qurra Wal Huffadh Nahdlatul Ulama (JQHNU) periode 2018-2023 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (18/10).

Kiai kelahiran Kempek Cirebon, Jawa Barat itu mengaku heran kalau ada warga NU yang mempercayai informasi tentang dirinya yang dianggap sebagai penganut Syiah.

"Yang saya sesalkan, yang saya heran, kalau masih ada warga NU tanya, bahasa jawa ya, bahasa Cirebon lah, 'enggih tah sampean Syiah?' kader NU kok tanya gitu, justru kalau kader NU harus jawab, haqqul yakin bahwa itu fitnah," jelasnya.

Menyikapi tantangan yang berpotensi memecah belah NU tersebut, kiai alumnus Universitas Ummul Quro Mekkah, Arab Saudi itu pun mengimbau agar pengurus dan warga NU tetap solid.

"Oleh karena itu, kita harus memperkuat barisan, kita harus solid," jelas Kiai Said.  

Kiai Said mengatakan, jika NU kuat, maka organisasi yang berdiri pada 1926 ini akan tetap ada hingga hari kiamat. "Kalau kita tetap solid, Insyaallah organisasi NU ini ilaa yaumil qiyamah. Kiai Hasyim Asy'ari, Kiai Wahab, Kiai Bisri boleh wafat, saya, Rais 'Aam pasti meninggal dunia, tetapi Nahdlatul Ulama tidak boleh bubar ila yaumil qiyamah," ucapnya. (Husni Sahal/Muiz)
Tags:
Bagikan:
Kamis 18 Oktober 2018 15:15 WIB
Nama Kiai Cholil As’ad Dicatut dalam Hoaks soal Gempa
Nama Kiai Cholil As’ad Dicatut dalam Hoaks soal Gempa

Jember, NU Online
Ketua PCNU Situbondo, Jawa Timur, KH Zaini Shonhaji  mengimbau agar masyarakat tak perlu  risau dengan kabar aneh terkait gempa susulan  yang akan melanda Situbondo sebagaimana ramai diperbincangkan sejak kemarin hingga tadi malam. 

Menurutnya, kabar berantai via aplikasi WhatsApp bahwa warga tidak diperkenankan  tidur  pada pukul 22.00 WIB (karena akan ada gempa), dan dilanjutkan dengan seruan KH Cholil As’ad Syamsul Arifin agar masyarakat menyiramkan cuka ke halaman rumah sambil membaca shalawat nariyah, itu tidak benar.

“Itu hoaks. Tidak mungkinlah Kiai Kholil seperti itu,” tuturnya kepada NU Online via sambungan telepon seluler, Kamis (18/10).

Ia menambahkan, untuk meyakinkan masyarakat,  si pembuat hoaks menyebutkan bahwa kabar tersebut  datang dari Kiai Cholil yang saat itu berada di  Sumenep, Madura. Dikatakannya, kebetulan sejak Rabu (17/10) Kiai Cholil memang berada di Sumenep untuk suatu keperluan dakwah.

“Tadi malam Kiai Cholil telepon saya, dan kita berbicara soal  NU, karena beliau kesana memang ada hubungannya dengan NU. Jadi tidak pembicaraan soal gempa atau apa,” lanjutnya.

Karena itu, Kiai Zaini berharap agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap kabar gempa dan bencana alam lainnya. Untuk soal informasi gempa dan sebagainya, ada yang berwenang untuk mengabarkannya kepada masyarakat, yaitu pemerintah.

“Kalau kabar bukan dari pemerintah sebaiknya diabaikan saja, dan pemerintah pasti menyampaikan jika memang ada kabar soal gempa susulan,” urainya (Red: Aryudi AR).

Selasa 16 Oktober 2018 6:35 WIB
Hoaks Penangkapan Habib Umar, Bentuk Adu Dombakan Pemerintah dengan Ulama
Hoaks Penangkapan Habib Umar, Bentuk Adu Dombakan Pemerintah dengan Ulama
Habib Umar (kanan) bersama Sekjen MDHW Hery Haryanto
Jakarta, NU Online 
Berita hoaks tentang penangkapan Habib Umar bin Hafidz saat berceramah di Samarinda oleh Densus 88 tersebar cepat melalui media sosial sehingga pihak Kepolisian Indonesia pun bergerak memburu penyebar kabar tersebut. 

Senin (15/10) pihak Mabes Polri mengaku telah menemukan pelaku penyebar berita hoaks tersebut. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pelaku diidentifikasi menggunakan akun Facebook Valeria Dona Donovan.

"Sementara sudah di-mapping, profil yang penyebar hoaks ini menggunakan akun atas nama Valeria Dona Donovan," ujar Dedi, di kantornya, Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebagaimana diberitakan Tribunnews.com. Berdasarkan sumber yang sama, dalam penyelidikan kepolisian, pelaku diketahui berada di Sumedang, Jawa Barat.

Polresta Samarinda dan Cyber Polda Kaltim juga turut serta dalam penanganan kasus tersebut. 

“Bagi pelakunya akan dijerat UU ITE," kata Wakapolresta Samarinda, AKBP Dedi Agustono sebagaimana diberitakan Tribunkaltim, Senin (16/10). 

Sementara Sekretaris Jenderal Majelis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi  bersyukur karena kabar penangkapan Habib Umar bin Hafidz merupakan kabar hoaks. Pihaknya bersyukur pula polisi bertindak cepat menangani kasus tersebut. 

“Alhamdulillah, berita penangkapan Habib Umar oleh Densus 88 adalah hoax yang nyata,” ungkap Hery ketika dihubungi NU Online Selasa (16/10) dini hari.  

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) 2005-2008 ini, berita hoaks tersebut merupakan sebentuk fitnah keji yang bertujuan mengadu domba antara pemerintah dengan ulama.

“Itu upaya adu domba antara pemerintah dengan ulama,” pungkas Wakil Sekretaris Jenderal PBNU ini.

Sebagaimana diketahui, pada 13 Oktober beredar video di Facebook terkait pengamanan Habib Umar. Video tersebut kemudian diberi keterangan oleh pengunggahnya dengan teks, "Astagfirullah...Inalillahi... Habib Umar ditangkap di Samarinda ketika sedang ceramah. Ya Allah akhirilah kezholiman ini... Wahai rezim ingatlah darah ulama itu beracun...!!!"  (Abdullah Alawi)

Selasa 2 Oktober 2018 15:1 WIB
8 Berita Hoaks terkait Gempa Bumi Sulawesi Tengah
8 Berita Hoaks terkait Gempa Bumi Sulawesi Tengah
Jakarta, NU Online 
Pascabencana gem pabumi dan tsunami di wilayah Donggala, Palu dan Mamuju, Sulawesi Tengah, Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak Sabtu (29/9/2018) telah melakukan pemantauan atas konten negatif yang beredar di jaringan internet baik melalui situs maupun media sosial dan platform chatting.

Hasilnya ditemukenali konten yang berisi informasi hoaks yang beredar. Berikut fakta sesungguhnya dari informasi yang telah beredar tersebut sebagaimana siaran tertulis dari Kepala Biro Humas Kemkominfo Selasa 2 Oktober 2018:

1. Hoaks Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa Retak [berita tersebut menyertakan gambar hoaks]. Faktanya bendungan Bili-Bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa.
2. Hoaks Korban Musibah [berita tersebut menyertakan gambar hoaks]. Faktanya foto yang digunakan tersebut adalah foto kejadian gempa tsunami Aceh 26 Desember 2004 yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban gempa tsunami Palu.
3. Hoaks Wali Kota Palu Meninggal [berita tersebut menyertakan gambar hoaks]. Faktanya Wali Kota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap darurat gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah.
4. Hoaks Gempa Bumi Susulan [berita tersebut menyertakan gambar hoaks]. Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)
5. Hoaks Gerak Cepat Relawan FPI Evakuasi Korban Gempa Palu 7.7. Faktanya dalam gambar ini adalah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi.
6. Hoaks mayat yang minta gempa [berita tersebut menyertakan gambar hoaks] Faktanya gambar itu diambil dari kejadian di Sungai Siak Pekanbaru, Riau
7. Hoaks 2 Oktober Terjadi Gempabumi Lagi. [berita tersebut menyertakan gambar hoaks]. Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)
8. Hoaks Penerbangan Gratis dari Makasar menuju Palu bagi Keluarga korban. Faktanya Pesawat Hercules TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat. Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makasar.

Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo RI Ferdinandus Setu mengatakan, Kementerian Kominfo mengimbau agar seluruh masyarakat tidak mudah mempercayai  dan menyebarluaskan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau tidak jelas sumbernya. (Red: Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG