IMG-LOGO
Nasional

Kemenag RI Rampungkan Pedoman Standardisasi Mutu Kepustakaan Islam

Kamis 18 Oktober 2018 23:15 WIB
Bagikan:
Kemenag RI Rampungkan Pedoman Standardisasi Mutu Kepustakaan Islam
Jakarta, NU Online
Dirjen Bimas Islam Kemenag RI menyelesaikan draf pedoman standardisasi mutu buku dan naskah yang terkait dengan keislaman di Jakarta Pusat, Kamis (18/10) sore. Melalui Subdit Kepustakaan Islam Dirjen Bimas Islam merumuskan pedoman sementara penelaahan buku dan naskah terkait dengan keislaman dalam rangka penjaminan mutu kepustakaan Islam.

Kepala Ortala, Kepegawaian, dan Hukum (Ortapeghum) Dirjen Bimas Islam Kemanag RI Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa draf yang dihasil forum selama tiga hari ini merupakan rumusan awal yang akan diperbaiki dengan meminta pandangan dari pelbagai pihak.

“Pedoman yang dibuat ini merupakan draf awal. Nanti kita akan kaji lebih lanjut. Karena membuat regulasi dibutuhkan penyempurnaan, tidak multitafsir, dan juga tidak banyak narasi. Semua lebih padat pada pointers,” kata Thobib.

Pihak Bimas Islam Kemenag RI selanjutnya akan meminta pandangan para pakar dari pelbagai bidang untuk menyempurnakan rumusan pedoman standardisasi mutu kepustakaan Islam ini.

Forum ini menyepakati empat kategori buku dan naskah keislaman yang beredar di masyarakat. Buku dan naskah yang menjadi sasaran dari “regulasi” ini akan ditelaah oleh tim khusus yang diatur dalam pedoman standardisasi mutu kepustakaan Islam dengan berjenjang.

Forum ini menyebut kategori a untuk sasaran yang memenuhi standar penilaian, b untuk sasaran yang memenuhi standar penilaian tetapi lemah narasi, c untuk sasaran yang sebagiannya memenuhi standar penilaian, tetapi sebagiannya lagi tidak memenuhi, dan d untuk sasaran yang tidak memenuhi standar penilaian.

“Sasarannya adalah buku dan naskah kepustakaan Islam yang beredar di Indonesia,” kata Thobib.

Buku yang dimaksud dalam pedoman ini mencakup karya sendiri, karya bersama, karya terjemahan, dan juga karya saduran.

Forum ini menyepakati bahwa “regulasi” ini nantinya akan membentuk tim panel dengan kualifikasi tertentu yang diperlukan. Tim panel yang mendapatkan SK ini bertugas menelaah buku dan naskah keislaman.

“Kita tidak menyarankan pencabutan peredaran buku yang tidak memenuhi standar mutu. Kita hanya membuat rekomendasi kepada pihak terkait seperti kejaksaan atau mui untuk menelaah lebih lanjut perihal buku tersebut,” kata Thobib.

Menurutnya, pedoman standardisasi mutu ini dibuat dalam rangka menjamin ketersediaan kepustakaan Islam yang bermutu sesuai dengan nilai-nilai Islam dan keindonesiaan.

“Bimas Islam menginginkan adanya upaya pengendalian mutu yang ujungnya berbentuk rekomendasi atau kategorisasi bahan bacaan keislaman yang mencerahkan bagi masyarakat,” kata Thobib. (Alhafiz K)
Bagikan:
Kamis 18 Oktober 2018 23:27 WIB
Usai Dilantik, Saefullah Ma’sum Bertekad Bawa JQHNU Makin Maju
Usai Dilantik, Saefullah Ma’sum Bertekad Bawa JQHNU Makin Maju
Ketua Umum Pimpinan Pusat JQHNU Saefullah Ma'sum
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pimpinan Pusat Jam'iyyatul Qurra Wal Huffazh (JQH) terpilih, Saefullah Ma'sum bertekad membuat organisasi yang dipimpinnya dikenal dan bermanfaat untuk masyarakat luas. 

“Kami bertekad menjadikan JQH populer dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, terutama masyarakat yang membutuhkan kehadiran Al-Qur’an sebagai sumber bacaan, pemahaman, dan sumber sikap keberagamaan yang baik,” kata Saefullah kepada NU Online di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (18/10). 

Sebab menurut Ma’sum, selama ini banyak orang yang belum tahu, baik dari sisi nomenklatur maupun kegiatannya. 

“Kalaupun orang tahu, paling kegiatan JQH hanya dianggap MTQ atau MHQ. Padahal kegiatan JQH bukan hanya itu,” ucapnya.  

Cara menghidupkannya, sambung Saefullah, dengan melakukan konsolidasi ke berbagai daerah sehingga, organisasi yang berisi para penghafal Al-Qur’an ini aktif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

“Kami wajib menghidupkan JQH yang tidak aktif. Sebab kalau tidak hidup, kami tidak bisa mengirim program-program dari pusat untuk dilakukan di daerah,” katanya.

Selain itu, Saefullah juga mengaku akan menumbuhkan tradisi keilmuan para huffazh karena di JQH banyak akademisi .  Hal itu untuk membantah orang-orang yang beranggapan bahwa para penghafal Al-Qur’an tidak terampil dan tidak menghidupkan keilmuan.

“Kami ingin menghidupkan kembali  tradisi keilmuan Al-Qur’an di JQH melalui diskusi-diskusi dengan mengambil sumber dari Al-Qur’an yang tidak akan pernah habis untuk dikaji. Mengaktifkan penulisan-penulisan ilmiah melalui berbagai media dan forum, dan buku-buku,” jelasnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Kamis 18 Oktober 2018 23:15 WIB
KIRAB SATU NEGERI
Kirab Satu Negeri GP Ansor Memasuki Jawa Barat
Kirab Satu Negeri GP Ansor Memasuki Jawa Barat
Depok, NU Online 
Kegiatan Kirab Satu Negeri yang dimulai sejak 16 September sampai 26 Oktober ini kini sudah memasuki wilayah Jawa Barat. Tim pembawa pataka bendera merah putih Kirab Satu Negeri telah tiba di wilayah Depok di Pondok Pesantren Al-Hikam, Kukusan, Kota Depok pada Rabu sore (17/10). 

Tampak hadir dalam acara ini Ketua PW GP Ansor DKI Jakarta Abdul Aziz, Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, Ketua PW GP Ansor Banten Ahmad Nuri, Ketua PC GP Ansor Depok Abdul Qodir, Pengurus PCNU Kota Depok Achmad Sholechan, selaku Pengasuh Ponpes Al-Hikam Gus Yusron, dan para Pengurus PC Pergunu Depok, serta jajaran kepolisian Kapolres Kota Depok. 

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian diteruskan dengan penyerahan secara simbolis bendera merah putih Kirab Satu Negeri Banten kepada tim Kirab Satu Negeri Depok. 

Dalam sambutannya Achmad Sholechan menyampaikan bahwa Banser dan Ansor Depok harus menjadi garda terdepan untuk menghalau siapa saja yang ingin mengacaukan bangsa ini. 

"Ini menegaskan bahwa Indonesia bukan hadiah, Indonesia bukan diberi cuma-cuma. Indonesia ada karena perjuangan para pendahulu kita dan itu motor penggeraknya adalah muassis jami'iyah Nahdlatul Ulama para pahlawan-pahlawan penggerak motor berdirinya Republik ini adalah para pendiri Nahdlatul Ulama yang salah satunya menelurkan Gerakan Pemuda Ansor," jelasnya.

Diharapkan dengan adanya acara ini masyarakat lebih mencintai lagi kepada Republik ini. Republik yang sudah sejak lama yang dikenal dengan bermacam-macam agama, adat dan budayanya dan tetap utuh hingga sekarang ini.

Kirab Satu Negeri (KSN) yang mengusung tema: Kita Ini Sama Indonesia Bela Agama, Bangsa dan Negeri hari ini telah memasuki Bogor. (Galih Maryanuntoro/Abdullah Alawi) 

Kamis 18 Oktober 2018 23:0 WIB
HARI SANTRI 2018
Santri NU Menjadi Narasumber di Konferensi Internasional Turki
Santri NU Menjadi Narasumber di Konferensi Internasional Turki
Muhammad Taufiq (kanan)
Istanbul, NU Online 
International University for Renewal yang bekerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia sukses menggelar 6th International Prophetic Heritage Conference dengan mengusung tema Prophetic Towards Global Peace and Harmony di International University of Renewal, Esenyur, Istanbul Turki.

Acara yang berlangsung pada 2-5 Oktober 2018 tersebut dibuka Gamal Abd la-Satar, Rektor International University for Renewal. Kemudian dilanjutkan Keynote Speaker oleh Ali Al-Sallabi, Musa Ahmad dan Madta Wan Abdul Fatah. Setelah opening, para narasumber dan peserta dibagi menjadi lima sesi diskusi Plenary Session.

Pada hari kedua, dimulai dengan agenda Invited speaker, Gamal Abd al-Sattar dan Assoc. Adna Mohd Yusoff, Ismail Ali. Kemudian dilanjutkan Pleanary Session dua dan tiga. 

Pada Pleanary Session dua inilah, Santri NU yang juga kandidat doktor di International Islamic University Malaysia tersebut menyampaikan paper dengan tema “Implementation of Medina Charter in Democratic Country; Indonesia as a Model”.  

Sesi diskusi ini dimoderatori langsung Mohammed Anwar Mahmoud Bayoumi, Guru Besar Hadist Al-Azhar University, Cairo.

“Presentasi selanjutnya yang akan dibawakan Muhammad Taufiq, kita akan banyak belajar dari Indonesia, khususnya tentang toleransi antarumat beragama di negeri Muslim terbesar di dunia,” Sambut Guru Besar Hadist Al-Azhar yang saat juga mengajar di International University for Renewal.

“Sebenarnya, saya ini belum doktor, namun semoga ucapan dari Mohammed Anwar menjadi doa dan motivasi untuk menyelesaikan disertasi secepatnya, dan apa yang ingin saya sampaikan kali ini adalah bagian sub bab dari disertasi saya,” jelas Taufiq, sapaan akrab Wakil Ketua Tanfidziyah PCINU Malaysia ini.

Setelah presentasi, Taufiq diundang secara khusus ke Kantor Mohammed Anwar untuk diskusi santai dan ada beberapa Mahasiswa Muslim Ugyur yang terinspirasi perjuangan NU dalam mengimplementasikan Piagam Madinah di Indonesia. 

Saat Khilafah Turki Ustmani runtuh, Suku Ugyur justru dijajah dan menjadi bagian dari Provinsi Xinjiang, China. Menurutnya, di negaranya tidak ada toleransi beribadah dan beragama. (Istifada Ilma/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG