IMG-LOGO
Nasional
HARI SANTRI 2018

Gubernur Jabar: Indonesia Merdeka Atas Peran Santri

Senin 22 Oktober 2018 17:32 WIB
Bagikan:
Gubernur Jabar: Indonesia Merdeka Atas Peran Santri
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Tasikmalaya, NU Online
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut bahwa kemerdekaan Indonesia tidak bisa lepas dari peran santri. Sebab, sejarah telah mencatat perannya dalam melawan penjajah dari mulai merebut kemerdekaan hingga mempertahankannya.

"Sejarah telah mencatat perjuangan melawan penjajah, merebut kemerdekaan, menjaga kedaulatan republik negeri ini tidak lepas dari peran ulama dan santri," kata Ridwan Kamil saat menyampaikan sambutan pada acara Peringatan Hari Santri 2018 di Lapangan Dadaha, Senin (22/10).

Gubernur yang karib disapa Kang Emil ini pun mengaku bahwa ada salah satu anggota keluarganya yang menjadi santri dan meninggal pertempuran melawan penjajah.

"Dari pihak keluarga saya pun punya kakek, Haji Muhidin, bertempur melawan penjajah Belanda. Sampai wa saya pun syahid gugur di pertempuran di Ujung Berung, menandakan dari keluarga kami pun sudah berkorban nyawa para santri demi tegaknya NKRI republik Indonesia," ucap Kang Emil.

Selain itu, Kang Emil mengatakan akan memberikan perhatian kepada santri, masjid dan pesantren di Jawa Barat yang jumlahnya sangat banyak agar daerah yang dipimpinnya dapat dibanggakan.

"Provinsi Jawa Barat harus menjadi masyarakat yang juara, kompetitif dan produktif, lahir batin kita harus seimbang, antara pembangunan dunia, pembangunan infrastruktur dengan pembangunan mentalitas," jelasnya.

Untuk mewujudkan itu, pihaknya mengaku tengah menyiapkan beberapa program terkait santri, pesantren, dan masjid. Di antara programnya, ialah membantu infrastruktur pesantren, membangun kemandirian pesantren dengan cara menciptakan satu perusahaan di satu pesantren, dan memberikan keterampilan bahasa Inggris kepada para ustadz agar bisa berdakwah ke luar negeri. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Senin 22 Oktober 2018 23:59 WIB
Lebih Dulu Nabi Adam atau Manusia Purba? Ini Penjelasan Quraish Shihab
Lebih Dulu Nabi Adam atau Manusia Purba? Ini Penjelasan Quraish Shihab
Jakarta, NU Online
Pakar tafsir Prof Quraish Shihab menjelaskan, Al-Qur’an tidak hanya menjelaskan tentang kejadian manusia, tapi juga menceritakan makhluk lain sebelum terciptanya Nabi Adam as. Namun demikian, tidak ada penjelasan detil tentang makhluk apa yang ada sebelum Adam.

“Boleh jadi makhluk lain itu manusia purba,” kata Prof Quraish dalam sebuah video yang diunggah akun Najwa Shihab di YouTube, Senin (22/10).

Prof Quraish menuturkan, Al-Qur’an menceritakan bahwa penciptaan Nabi Adam melalui beberapa tahap; diciptakan dari tanah, ada proses, dan dihembuskan ruh ke dalamnya hingga ia menjadi manusia. Namun Al-Qur’an hanya menjelaskan tentang manusia yang diciptakan dari tanah dan ditiupkan ruh, tidak menceritakan tentang proses yang terjadi di tengah-tengahnya. 

“Kalau bisa saya beri gambaran begini, kita punya alfabet A hingga Z. Saya sebut mulanya A, akhirannya Z. Ada ndak antara A dan Z? Banyak. Al-Qur’an hanya menceritakan A dari tanah dan menceritakan Z dihembuskan ruh,” jelas penulis kitab Tafsir Al-Misbah ini.

“Jadi boleh jadi ada proses di sini (antara diciptakan dari tanah dan dihembuskan ruh). Al-Qur’an tidak menjelaskan ini,” tambahnya.

Bagi Prof Quraish, proses antara ‘diciptakan dari tanah’ dan ‘dihembuskan ruh’ adalah bagian dari ilmu dan Islam tidak membahas tentang hal itu. Kalau seandainya ada yang menganggap benar Teori Darwin ‘manusia berasal dari kera’, maka Prof Quraish berharap hal itu tidak disangkut pautkan dengan Islam. Mengapa? Karena hal itu adalah bidang ilmu dan Al-Qur’an memang tidak menceritakannya. 

“Itu bidang ilmu. Kalau ilmu bisa membuktikannya, maka dia tidak bertentangan dengan Al-Qur’an karena Al-Qur’an hanya berkata ‘dari tanah’dan akhirnya ditiupkan ruh,” katanya.

“Jadi tolak lah dia atas nama ilmu atau terima atas nama ilmu. Jangan libatkan Islam Al-Qur’an di sini,” tegasnya.

Ia menambahkan, ada banyak ulama Islam yang percaya dan membenarkan bahwa ada proses dari kejadian manusia. Salah satunya Ibnu Khaldun. Menurut Prof Quraish, Ibnu Khaldun berpandangan bahwa ada proses dari kejadian manusia hingga mencapai ‘alamul qiradah (alam kera). 

“Tapi dia tidak atas namakan Al-Qur’an. Dia atas namakan penelitian,” ucapnya.

“Kita tidak wajar menolak Teori Darwin atas nama Al-Qur’an, tapi silahkan tolak atas nama ilmu pengetahuan. Jangan juga menerimanya atas nama Al-Qur’an, silahkan terima atas dasar ilmu pengetahuan,” tutupnya. (Muchlishon)
Senin 22 Oktober 2018 22:0 WIB
Kata Mahfudh MD di Hari Santri 2018
Kata Mahfudh MD di Hari Santri 2018
Jakarta, NU Online
Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013, Mahfud MD, tidak ketinggalan mengucapkan ‘Selamat Hari Santri’ kepada seluruh santri di seluruh Indonesia.

“Selamat Hari Santri,” kata Mahfudh MD di akun Instagramnya, Senin (22/10).   

Di Hari Santri, Mahfudh mengingatkan bahwa santri memiliki peran yang tidak bisa dianggap remeh terhadap negeri ini, mulai dari merebut kemerdekaan hingga merumuskan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Peran para santri, tak terbantah, telah memberi bobot bagi perumusan cita negara dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Menurut Mahfudh, peran dan kiprah santri untuk Indonesia tidak hanya berupa pikiran dan gagasan, tapi juga perjuangan fisik.  

“Peran santri bukan hanya meramu ide bagi sosok Indonesia tapi juga berjuang dan berkorban secara fisik untuknya,” papar Mahfudh. 

Perlu diketahui, pada 2015 lalu Presiden RI Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Sejak saat itu, setiap bulan Oktober insan santri –baik pesantren, ormas Islam, Kementerian Agama, ataupun pemerintah kabupaten/kota- di Indonesia memperingatinya dengan berbagai macam perayaan seperti lomba-lomba, hataman Al-Qur’an, pembacaan shalawat nariyah, apel akbar, dan lainnya. (Muchlishon)
Senin 22 Oktober 2018 21:5 WIB
HARI SANTRI 2018
PBNU: Banyaknya Peserta Perayaan Hari Santri, Bukti Kecintaan pada Negeri
PBNU: Banyaknya Peserta Perayaan Hari Santri, Bukti Kecintaan pada Negeri
Tasikmalaya, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengomentari tentang membludaknya peserta upacara peringatan Hari Santri 2018 di Tasikmalaya, Senin (22/10).

Menurut Kiai Said, antusiasme masyarakat yang mengikuti upacara ini merupakan bukti bahwa kiai dan santri berperan aktif dalam menjaga Indonesia.

"Peringatan ini bukti bahwa kiai dan santri sangat besar artinya dalam perjuangan Indonesia. Dulu, sekarang dan seterusnya," kata Kiai Said kepada NU Online, Senin (22/10).

Menurut kiai kelahiran Kempek Cirebon, Jawa Barat ini, peringatan hari santri merupakan syiar para santri dalam merayakan hari yang sama-sama menjadi kebanggaan.

Peringatan ini baru berjalan tiga tahun sejak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengeluarkan Kepres nomor 22 tahun 2015. Walaupun usia Kepres masih muda, Kiai Said mengaku akan mendorong kepada pemerintah agar juga memperhatikan kesejahteraan santri.

"Iya, PBNU akan mendorong. Insyaallah setiap tahun ada kemajuan," ucap kiai alumnus Universitas Ummul Quro Mekkah, Arab Saudi itu.

Seperti diketahui, pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri 2018 yang diselenggarakan di Lapangan Dadaha Tasikmalaya, Jawa Barat diikuti puluhan ribu orang. Mereka datang dari berbagai daerah dan pesantren di Jawa Barat. (Husni Sahal/Ahmad Rozali)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG