::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

HARI SANTRI 2018

Hari Santri, Bupati Brebes Ajak Suarakan Pesan Damai

Selasa, 23 Oktober 2018 09:00 Daerah

Bagikan

Hari Santri, Bupati Brebes Ajak Suarakan Pesan Damai
Peringatan Hari Santri 2018 di Kabupaten Brebes
Brebes, NU Online
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengajak santri menjadi pelopor kedamaian di segala segi. Hal ini penting mengingat bangsa Indonesia tengah menghadapi berbagai persoalan, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, polarisasi simpatisan politik, propaganda kekerasan, hingga terorisme.

Demikian ajakan Bupati ketika membacakan amanat Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin pada upacara Hari Santri tingkat Kabupaten Brebes di Alun-alun Kabupaten Brebes, Senin (22/10).
 
“Isu perdamaian diangkat sebagai respon atas kondisi bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, polarisasi simpatisan politik, propaganda kekerasan, hingga terorisme,” kata Lukman.
  
Hari santri tahun ini merupakan momentum untuk mempertegas peran santri sebagai pionir perdamaian yang berorientasi pada spirit moderasi Islam di Indonesia. “Dengan karakter kalangan pesantren yang moderat, toleran, dan komitmen cinta tanah air,” tambah Lukman.

Lukman berharap para santri semakin vokal untuk menyuarakan dan meneladankan hidup damai serta menekan lahirnya konflik di tengah-tengah keragaman masyarakat. “Marilah kita tebarkan kedamaian, kapanpun, di manapun, kepada siapapun,” ajaknya.

Menurut Lukman, hari santri merujuk pada keluarnya resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 yang memantik terjadinya peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya. Peristiwa kemudian diperingati sebagai hari pahlawan. 

Resolusi jihad adalah seruan ulama-santri yang mewajibkan setiap muslim Indonesia untuk membela kedaulatan tanah air dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
 
Dalam pelaksanaan upacara tersebut juga diisi dengan pembacaan ikrar santri secara bersama. Dilanjutkan penyerahan dan pemberian hadiah pemenang lomba Festival Seni Budaya Islam yang sebelumnya telah digelar selama dua hari.

Dengan mengusung tema Bersama Santri Damailah Negeri upacara diakhiri dengan istighotsah bersama Jajaran Forkopimda, OPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta para peserta upacara. 
 
Pada puncak peringatan Hari Santri tahun 2018 tersebut, tampak hadir ribuan peserta yang terdiri dari anggota NU, Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU-IPPNU, santri dari berbagai pesantren di Kabupaten Brebes. (Wasdiun/Muiz)