IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Nabil, Pemuda Berprestasi Internasional Pilihan Kemenpora


Jumat 26 Oktober 2018 18:00 WIB
Bagikan:
Nabil, Pemuda Berprestasi Internasional Pilihan Kemenpora
Nabil (kanan) bersama Ketua PCINU Jerman di Berlin
Malang, NU Online
Sejak tercatat sebagai siswa di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Serpong,  berbagai prestasi diraihnya. Hal tersebut berlanjut hingga menempuh pendidikan di Fakultas Teknik, program studi Teknik Mesin Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Dan tahun ini memperoleh penghargaan pemuda berprestasi tingkat internasional yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kemenpora.

Adalah Muhammad Nabil Satria Faradis sang pemuda sarat prestasi tersebut yang  pada Senin (29/10) akan menerima penghargaan dari Kemenpora bersama sejumlah pemuda lain. 

Nabil, sapaan akrabnya akan menerima penghargaan pemuda berprestasi tingkat internasional bersama utusan dari Lampung dan Daerah Istimewa Yogyakarta . 

Sesuai jadwal yang dikirim Kemenpora, sejumlah pemuda berprestasi dari seluruh Indonesia akan mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Ahad (28/10) di halaman Graha Pemuda Kemenpora, Senayan, Jakarta.

“Sedangkan penganugerahan akan dilakukan keesokan harinya yakni Senin,” kata ayahanda Nabil, Fadil SJ kepada media ini, Jumat (26/10). 

Sosok dan Prestasi Nabil 
Muhammad Nabil Satria Faradis adalah pemuda kelahiran Tempeh, Kabupaten Lumajang, 24 Maret 1995 dan saat ini tinggal di  Kota Malang, tepatnya di Joyosuko, Merjosari, Malang, Jawa Timur. 

Nabil memiliki minat yang tinggi pada peran pemuda dalam mengaplikasikan teknologi untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik. Ia pernah mewakili Jawa Timur dalam Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Indonesia Korea tahun 2016 dan aktif di PCMI atau Purna Caraka Muda Indonesia Jawa Timur hingga kini. PCMI adalah sebuah organisasi independen yang didirikan oleh beberapa alumni pertukaran pemuda antar negara di Indonesia di tahun 1977. 

Selama kuliah di Teknik Mesin UGM, Nabil telah aktif di organisasi mahasiswa, profesional, riset dan pengabdian masyarakat yang mengembangkan kepemimpinan, manajemen waktu, dan keterampilan komunikasi. 

Pada 2015, Nabil pernah diamanahi sebagai Plt. Presiden BEM Keluarga Mahasiswa FT UGM dan Mahasiswa Berprestasi Terfavorit UGM. Pada tahun yang sama, pernah mengembangkan instalasi panel surya dan pengairan di Sugapa, daerah terpencil di Pegunungan Intan Jaya, Papua. Seluruh perjuangan selama kuliah, membuat Nabil terpilih menjadi lulusan terbaik UGM dengan IPK 3,99 / 4,00.

Sejak Januari 2016, Nabil (sebagai ketua) bersama dua temannya menginisiasi sebuah sociopreneurship bersama kelompok peternak ikan di Yogyakarta yang bergarak di bidang teknologi tepat guna untuk perikanan.  Teknologi ini diberinama MINO ‘Microbubble Teknologi’.

MINO berupaya untuk membantu petani ikan di Indonesia mengintensifkan produksi mereka. Dengan aplikasi teknologi mikrobubble-mekanika fluida, MINO terbukti menaikkan panen hingga 40 persen dengan energi yang lebih hemat dan sistem yang peduli lingkungan. 

Proyek ini mendapat apresiasi atas aplikasinya untuk menunjang ketahanan pangan dan dianugrahkan sebagai juara pertama, kompetisi YSEALI Word for Food Innovation Challenge 2016. Sebuah kompetisi yang dinisiasi oleh Presiden Obama dan diadakan oleh USAID dan US Department of State. 

Yang terbaru, MINO mendapat penghargaan dari sebagai juara pertama Ideas for Action 2018 sebuah inisiasi dari World Bank, IMF dan Wharton School - University of Pennsylvania di Amerika Serikat sebagai inovasi untuk Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). 

Pada tahun 2018, MINO mendapatkan dana hibah dari program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kemenristekdikti dan mendaftarkan diri sebagai PT Mino Teknologi Indonesia.

Pada 2017-2018, Nabil menjadi komisaris dari PT MINO dan mendapat kesempatan menjadi peneliti mekanika fluida di HZDR, Helmholtz Zentrum Dresden Rossendolf - salah satu pusat riset unggulan Jerman. 

Saat ini, Nabil tengah menjalani persiapan master di bidang pengembangan dan komersialisasi teknologi untuk menunjang passionnya yang didapat dari Australia Awards Scholarship (AAS) dari Pemerintah Australia.

Ada 15 pemuda pelopor tingkat nasional terbaik satu, dua dan tiga dari berbagai provinsi. Demikian pula 15 wirausaha muda pemula berprestasi dan penggerak wirausaha berprestasi tingkat nasional yang akan menerima penghargaan dari Kemenpora.

Demikian pula ada tiga pemuda berprestasi tingkat internasional, termasuk Nabil. Serta tiga pemuda difadel berprestasi dari DKI Jakarta, Sumatera Barat dan Jawa Barat. (Ibnu Nawawi)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG