IMG-LOGO
Daerah
HARI SANTRI 2018

Kenapa Hari Santri Bukan Hari Kiai?

Senin 29 Oktober 2018 23:0 WIB
Bagikan:
Kenapa Hari Santri Bukan Hari Kiai?
Acara maulid kebangsaan di Jepara Jawa Tengah
Jepara, NU Online4
Presiden RI Joko Widodo empat tahun lalu sudah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Ditetapkannya tanggal tersebut sebagai hari santri menurut KH Abdullah Saad ada alasan yang mendasarinya. 

Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Maulid Kebangsaan; Manunggaling Santri dan NKRI yang diadakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Bangsri berlangsung di Lapangan Desa Wedelan Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara, Ahad (28/10) malam. 

Menurut Gus Dullah yang didapuk jadi badal Habib Luthfi bin Yahya, untuk merebut kemerdekaan bangsa ini memang tak luput dari peran besar kiai. Tapi di belakang kiai ada sosok santri. "Pelajaran penting yang tidak kalah penting untuk menorehkan NKRI adalah sosok santri yang sami'na waatha'na kepada guru (kiai, red)," katanya. 

Alasan itulah yang lanjut Pengasuh Pesantren Al-Inshof Karanganyar yang mendasari lahirnya hari santri. 
Kepada ribuan jamaah yang memadati area pengajian, Gus Dullah melanjutkan bahwa sebagai santri selain tekun juga didukung dengan ketaatan terhadap guru.

Sosok KH Shobiburrahman, Mbah Shobib dari Jepara merupakan contoh kiai yang taat kepada guru. Utamanya saat dia berguru kepada Gus Ut Sidoarjo dan Mbah Maemoen Zubair Sarang. 

"Nah dalam konteks kekinian, santri masih tetap sama di zaman dulu, yang harus taat kepada guru. Jangan mengaku-ngaku jadi santri tetapi ikhtilaf, meragukan, dan menjatuhkan martabatnya," terang kiai asal Kudus ini. 

Kiai yang juga menulis buku berjudul Kang Bejo 1 ini menegaskan sebagai santri perilaku dan omongannya mencerminkan karakter seorang guru.  "Jika 'omongan' santri di media sosial kasar dan tidak sopan sama artinya dengan menjelekkan nama baik seorang guru," tegas santri Habib Luthfi ini. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Kapolsek, Koramil, Petinggi, Ketua PCNU KH Hayatun Abdullah Hadziq, PC GP Ansor Jepara Syamsul Anwar, MWCNU serta Banom NU. 

Kegiatan juga dimeriahkan dengan pembacaan maulid bersama habaib di antaranya Habib Ali Al-Athas, Habib Zen Al Jufri, Sayyid Muhammad bin Yahya serta diiringi hadrah Az-Zahir dari Pekalongan. (Syaiful Mustaqim/Muiz)
Bagikan:
Senin 29 Oktober 2018 23:57 WIB
GP Ansor dan Banser Aceh Besar Turut Meriahkan Hari Sumpah Pemuda
GP Ansor dan Banser Aceh Besar Turut Meriahkan Hari Sumpah Pemuda
Aceh Besar, NU Online 
Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Serba Guna (Banser) Aceh Besar turut serta dan memeriahkan pelaksanaan acara Jambore Pemuda dengan menerjunkan 20 orang peserta yang terdiri 10 orang peserta Pemuda Ansor dan 10 orang dari Banser.

Pelaksanaan kegitan Jambore dan perkemahan Pemuda oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Besar bekerja sama dengan DPD-II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Besar beserta elemen kepemudaan lainnya, yang berlangsung pada tanggal 26 s/d 29 Oktober 2018 di Kota Jantho, Aceh Besar.

Berbagai rangkaian perlombaan ikut diadakan, seperti tarik tambang, turnamen futsal, pentas seni, cerdas wawasan dan kemah terbaik yang melibatkan 30 OKP, di antaranya Ansor dan Banser Aceh Besar, PK KNPI, IPAR, SOMADA, HMI, KAMMI, PII, serta OKP Paguyuban se-Aceh Besar.

Pada acara Talk Show Temu Ramah Pemuda, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, menyampaikan, pemuda harus mempunyai cita-cita yang luar biasa. Pemuda harus kreatif dan juga berkarakter. Harapannya Aceh Besar khususnya Jantho menjadi pusatnya kegiatan dan juga menjadi kota pendidikan.

Kabid Kepemudaan Disparpora Aceh Besar, Saifullah mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai wadah kreativitas pemuda-pemudi Aceh Besar.

“Setiap Organisasi Kepemudaan (OKP) maupun secara individual mereka mempunyai talenta yang terpendam, berharap dengan kegiatan ini potensi mereka dapat tersalurkan,” kata Saifullah, Sabtu (27/10/18) pagi.

Pada turnamen futsal antar-OKP yang dilaksanakan KNPI Aceh Besar, tim Banser meraih juara pertama. Hadiah sebagai juara diserahkan langsung oleh Kapolres Aceh Besar Heru Suprihasto. (Red: Abdullah Alawi)

Senin 29 Oktober 2018 23:30 WIB
Pesantren Ini Ajak Santri dan Warga Shalat Istisqa
Pesantren Ini Ajak Santri dan Warga Shalat Istisqa
Majalengka, NU Online
Hingga akhir Oktober, hujan belum juga turun. Kalaupun ada, belum merata di tiap daerah. Cuaca panas yang demikian menyengat membuat mendapat perhatian Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. Pesantren menggelar shalat istisqa bersama warga sekitar.

Ratusan santri, para guru,  ustad ,pelajar dan warga sekitar melaksanakan shalat istisqa atau shalat memohon hujan. “Kegiatan dipusatkan di lapangan Pesantren Al-Mizan,” kata Asep Zaenal Arifin, Senin (29/10). 

Salah seorang Ketua Yayasan Al-Mizan ini mengatakan selain melaksanakan shalat istisqa, seluruh jamaah juga melakukan doa bersama atas musibah yang menimpa Lion Air JT610 yang jatuh di Tanjung Karawang.

"Usai shalat istisqa, acara dilanjutkan dengan kegiatan doa bersama bagi para korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di Tanjung Karawang. Semoga para korban yang meninggal diberi tempat yang mulia dan keluarga yang ditinggakan diberikan ketabahan," katanya.

Usai melaksanakan shalat istisqa, jamaah berharap hujan di Majalengka akan segera turun. “Karena musim penghujan yang dirasakan agak terlambat,” harap Asep. (Tata Irawan/Ibnu Nawawi)
Senin 29 Oktober 2018 22:45 WIB
SMA Al-Mizan Jatiwangi Juara Pencak Silat Kabupaten Majalengka
SMA Al-Mizan Jatiwangi Juara Pencak Silat Kabupaten Majalengka
Majalengka, NU Online
Siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Al-Mizan Jatiwangi, Yolanda (16) menjuarai lomba Pencak Silat se-Kabupaten Majalengka. Prestasi ini diraih dalam 'Pencak Silat Bupati Cup 2018' di Gelora Gelanggang Muda Majalengka  yang berlangsung 27-28 Oktober 2018.

"Pengumuman pemenangnya baru kemarin, Ahad (28/10). Alhamdulillah, saya bangga bisa membawa nama baik sekolah dan orang tua," kata Yolanda yang meraih Juara 1 Kelas C Kategori pelajar itu.

Ia menceritakan Bupati Cup tersebut dibuka pendaftarannya untuk umum dan ada seratus peserta yang mengikuti perlombaan.

"Perlombaan saya siapkan dari beberapa bulan yang lalu, dan dilatih secara terprogram," kata remaja yang saat ini duduk di Kelas X ini.

Selama ini, Yolanda juga kerap mengirimkan kepesertaan pencak silat dalam berbagai lomba tingkat kabupaten dan sering masuk sebagai finalis, namun baru pada ajang kali ini keikutansertanya berhasil memenangkan gelar juara.

Dari sekian peserta yang mengikuti perlombaan pencak silat, Yolanda juga termasuk paling belia karena para peserta lainnya merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di dunia.

Kepala SMA Islam Al-Mizan Majalengka, Zaenal Muhyidin merasa bangga dengan prestasi yang diraih anak didinya tersebut yang diakuinya termasuk siswa berprestasi dengan nilai akademik yang baik di sekolah.

"Makin bangga saya karena Yolanda juga juara di tingkat kabupaten membawa nama sekolah dan juga keluarga. Ini bisa jadi contoh yang baik untuk adik-adik kelasnya," katanya. (Tata Irawan/Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG