IMG-LOGO
Daerah

Gus Nadir Ingatkan Pemuda dan Tantangan Media Sosial

Kamis 8 November 2018 17:0 WIB
Bagikan:
Gus Nadir Ingatkan Pemuda dan Tantangan Media Sosial
Bandar Lampung, NU Online
Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir yang merupakan Rais Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Australia dan Selandia Baru berkunjung ke Provinsi Lampung. 

Kehadirannya kali ini sebagai pembicara berbagai seminar dan ceramah agama. Pertama adalah sebagai pembicara seminar internasional yang digelar Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung sekaligus memperingati 50 tahun berdirinya  fakultas setempat. 

Di tengah jadwal padat tersebut, Gus Nadir ditemani Gus Ahmad Ishomuddin dan Alamsyah menyempatkan menyambangi rumah ideologi klasika yang berada di Jl. Sentot Alibasa Gg Pembangunan A5/E No. 121, Sukarame, Bandar Lampung. 

Tak sekadar hadir, Gus Nadir juga sebagai pembicara pada kegiatan dengan tema kepemudaan dan dinamika media sosial. 

Menurutnya, saat ini media sosial sebagai tantangan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Karena belakang ini marak penyebaran konten radikalisme, intoleransi, hoaks dan ujaranan kebencian,” katanya, Kamis (8/11). 

Sejumlah konten tersebut, menurutnya senantiasa mengintai generasi muda sebagai pengguna aktif media sosial.

Penulis buku Islam Yes dan Khilafa No ini selanjutnya menyampaikan pengajian dan diskusi kebangsaan di Masjid Agung Al-Furqon, Lungsir, Teluk Betung, Bandar Lampung. Tema yang dibahas adalah Islam moderat-Islam Nusantara dengan fokus bahasan masa depan Indonesia dan isu tantangan kekinian. (M Putra/Ibnu Nawawi)
Tags:
Bagikan:
Kamis 8 November 2018 23:0 WIB
LAZISNU Sumenep Santuni Puluhan Yatim dan Dhuafa
LAZISNU Sumenep Santuni Puluhan Yatim dan Dhuafa
Sumenep, NU Online
Setidaknya 60 yatim dan dhuafa dari berbagai kecamatan menerima santunan dari Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Amin Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep. Kegiatan terselenggara atas kerja sama dengan Bank Muamalat setempat, Kamis (8/11).

"Pemberian santunan ini penting untuk kami laksanakan secara rutin kepada mereka yang layak dibantu,” kata Abdul Hadi. 

Menurut Ketua PC LAZISNU Sumenep tersebut, sebagai warga NU maka harus mengedepankan ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim dan ukhuwah insaniyah yakni persaudaraan sesama manusia harus menjadi perhatian utama. 

“Bila semua bisa dilakukan, maka otomatis ukhuwah wathaniyah yakni persaudaraan sebangsa dan setanah air dengan sendirinya akan terbangun,” jelasnya. 

Abdul Hadi menambahkan, sebagai perekat komunikasi, LAZISNU menggandeng beberapa bank yang berbasis syariah. “Salah satunya adalah Bank Muamalat yang baru saja meresmikan kantor cabangnya di Sumenep,” tandasnya.

Para penerima santunan adalah anak yatim dhuafa dari Kecamatan Guluk-Guluk, Lenteng, Batuan, Bluto, Manding dan Rubaru. Mereka menerima sejumlah uang tunai yang diberikan langsung oleh PC LAZISNU dan Bank Muamalat di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep. (Ibnu Nawawi)
Kamis 8 November 2018 21:30 WIB
Penggunaan Bahasa Lokal, Ma'arif: Aswaja Harusnya Masuk Mulok
Penggunaan Bahasa Lokal, Ma'arif: Aswaja Harusnya Masuk Mulok
Ketua PC LP Ma'aruf Jombang, Nur Khozin (berdiri)
Jombang, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Jombang, Jawa Timur menyoroti terkait kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, yang menerbitkan surat resmi dengan nomor 421/4356/415.16/2018 terkait edaran penggunaan bahasa Jawa.

Ketua PC LP Ma'arif Jombang Nur Khozin mengaku sepakat dengan kebijakan untuk siswa-siswi SD dan SMP itu. Namun menurutnya sebuah lembaga sekolah harus menyusun teknis yang baik sehingga dapat menunjang pelaksanaan kebijakan itu dengan maksimal.

"Kami pada prinsipnya sepakat, tapi secara teknis di masing-masing lembaga harus diatur sebaik mungkin," katanya kepada NU Online, Kamis (8/11).

Meski demikian, ia berpendapat ada yang lebih penting daripada sekedar kebijakan penggunaan bahasa lokal untuk dimasukkan pada materi muatan lokal (Mulok) di sekolah atau madrasah khususnya di Jombang. Materi tersebut adalah terkait Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah.

"Ma'arif ingin nambahi Muloknya, tidak hanya bahasa Jawa lokal, tapi Aswaja an-Nahdliyah juga menjadi Mulok," ujar dia.

Materi Aswaja an-Nahdliyah menurutnya sangat penting diajarkan di lingkungan sekolah di lintas tingkatan. Di samping menambah wawasan, ajaran dan nilai-nilai keagamaan, siswa-siswi juga akan mengetahui sejarah perjuangan para kiai dan ulama secara utuh dari masa ke masa.

"Nah itu salah satu pentingnya belajar materi Aswaja. Peserta didik akan semakin matang pengetahuan keagamaannya," ucapnya.

Bagaimana dengan siswa-siswi yang berlatar belakang Muhammadiyah? Pria yang juga salah satu pegawai negeri ini mengatakan, bagi mereka yang berlatar belakang Muhammadiyah materi Aswajanya adalah menyesuaikan sebagaimana yang diajarkan di Muhammadiyah.

Baginya, terkait pemetaan materi tersebut tidaklah menjadi masalah yang serius. Hal itu hanyalah persoalan teknis yang nanti dapat diselesaikan di masing-masing lembaga sekolah dan madrasah. 

"Itu kan hanya persoalan teknis saja nanti di setiap sekolah atau madrasah," jelasnya. 

Untuk diketahui, surat edaran yang berisi kebijakan penggunaan bahasa lokal berdasar pada pasal 3 dan 4 serta pasal 10 ayat (2) Peraturan Gubernur Nomor 19 tahun 2014 tentang mata pelajaran bahasa daerah sebagai muatan lokal wajib di sekolah dan madrasah ini. 

Surat tersebut mengintruksikan dua hal. Pertama agar semua aparatur sipil negara/pegawai di lingkup Dinas Pendidikan di Kabupaten Jombang yang berasal dari Jawa agar berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa setiap hari Kamis pada jam dinas.

Poin kedua, semua warga sekolah dan madrasah mulai semester dua tahun pelajaran 2018/2019 ini juga menggunakan bahasa Jawa setiap hari Kamis. (Syamsul Arifin/Muiz)
Kamis 8 November 2018 21:0 WIB
Gerakan Radikal Bisa Dicegah dengan Hargai Kearifan Lokal
Gerakan Radikal Bisa Dicegah dengan Hargai Kearifan Lokal
Pontianak, NU Online
Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Focus Group Discussion (FGD), Kamis (8/11). Kegiatan bertajuk Pendalaman Terkait Penyusunan Policy Brief Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Radikalisme tersebut dihadiri lembaga kemahasiswaan, media, dan akademisi. 

Koordinator bidang penelitian FKPT Kalbar, Ismail Ruslan menuturkan diskusi dilakukan untuk meminta masukan dari para peserta terkait hasil penelitian kearifan lokal terhadap komunitas masyarakat Kebahan, Kabupaten Melawi. 

"FGD ini adalah tindak lanjut dari hasil penelitian kami tentang local wisdom komunitas Kebahan,” kata Ismail Ruslan. Karena menurut Badan Nasional Pencegahan Terorisme, salah satu cara menangkal paham radikal dan teroris adalah kearifan local, lanjutnya. 

Sementara itu anggota tim peneliti, Yusriadi mengatakan walaupun isu-isu soal radikalisme dan terorisme di Kalbar akhir-akhir ini menurun, namun potensinya masih ada. “karena Kalbar terletak di perlintasan Indonesia dan Malaysia,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Yusriadi menuturkan dipilihnya komunitas Kebahan sebagai objek penelitian karena walaupun masyarakatnya cenderung terbuka dengan dunia luar, namun tak terpengaruh radikalisme dan terorisme. 

"Masyarakat Kebahan bukan komunitas yang tertutup, mereka sangat terbuka,” jelasnya. Banyak orang Kebahan yang menikah dengan para transmigran, lanjutnya. 

Masyarakat di sana juga banyak yang sekolah ke Pontianak. Bahkan Gafatar pernah bercokol di sana, tapi semua anggotanya adalah orang luar. “Tidak ada orang Kebahan yang jadi anggota Gafatar,” tegasnya.  

Yusliadi mengatakan masyarakat Kebahan bisa selamat dari paham radikal karena memegang kuat kearifan lokal. 

Warga Kebahan punya tradisi yang unik seperti Berentang yakni kumpul-kumpul untuk makan bersama, Bejopai yaitu gotong royong, dan Ngawa' atau makan buah bersama dari hasil kebun warisan leluhur. “Tradisi inilah yang  menjadi media kontrol sosial bagi masyarakat jika ada anggota masyarakat dianggap menyimpang," pungkasnya. (Rusydi/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG