IMG-LOGO
Daerah

Komunitas Santri Batang Tanamkan Nasionalisme Lewat Prestasi

Senin 12 November 2018 20:0 WIB
Bagikan:
Komunitas Santri Batang Tanamkan Nasionalisme Lewat Prestasi
Batang, NU Onlije
Komunitas Santri Batang, Jawa Tengah menggelar seminar untuk pelajar bertajuk Kiat menjadi Pelajar Berprestasi dan Berkontribusi di pendopo setempat, Ahad (11/11). Kegiatan dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan hari pahlawan.

Sebanyak dua ratus peserta yang merupakan pelajar dari berbagai daerah di Kabupaten Batang mengikuti seminar. Ada empat pembicara dari berbagai latar belakang mengisi acara tersebut, yakni Achmad Jauhari Umar, M Najmul Afad, Hikma Nurul Izza, dan M Makmun Rasyid. Nama terakhir adalah penulis buku HTI Gagal Paham Khilafah yang dihadirkan dari Jakarta.

Pada kegiatan ini, peserta yang merupakan siswa tingkat SLTA diberi motivasi agar menumbuhkan jiwa nasionalisme lewat prestasi dan kontribusi di masyarakat. "Kita ingin memotivasi para pelajar Batang untuk tetap berprestasi dan berkontribusi," kata Teguh Shobirin, ketua panitia yang masih duduk di bangku SMA.

Selain penyampaian materi, pada kegiatan ini juga dilakukan peluncuran portal Komunitas Santri Batang oleh koordinator, yakni Achmad Jauhari Umar. Kemudian secara simbolik diberikan kaos santri Batang kepada pembicara yakni M Makmun Rasyid.

Dalam paparannya, Jauhari menuturkan latar belakang dibentuknya komunitas yang berdiri pada Agustus 2017 tersebut. “Pemuda wajib ikut andil dalam upaya bela negara sebagai kontribusi nyata dari jiwa nasionalisme,” katanya.

Menurutnya, dewasa ini rasa nasionalisme pemuda semakin menipis. “Sebagai kontribusi nyata kecintaan kepada bangsa, kami ikut andil dalam upaya mengukuhkan nasionalisme tersebut,” ungkapnya. 

Sedangkan sarana yang digunakan adalah media sosial. “Karena media sosial adalah media masif yang digunakan para pemuda, maka kami bermaksud masuk dari pintu tersebut," papar alumni Ezzitouna Universtiy Tunisia ini.

“Dengan ambil bagian di media sosial, para santri dan pelajar Batang bisa terus dan turut memupuk jiwa nasionalisme lewat prestasi dan kontribusi positif di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (A Rodif Hafidz/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Senin 12 November 2018 23:30 WIB
HARI SANTRI 2018
Pertama Diadakan, Pawai Budaya Santri di Bojonegoro Berlangsung Meriah
Pertama Diadakan, Pawai Budaya Santri di Bojonegoro Berlangsung Meriah
Pawai Hari Santri di Bojonegoro, Jatim
Bojonegoro, NU Online
Semangat hari santri terus menggelora di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, salah satunya dengan kegiatan pawai budaya santri di Kota Ledre, Ahad (11/11). 

Kegiatan yang baru pertama kali diadakan di Kota Ledre sejak Hari Santri disahkan, setidaknya diikuti 47 peserta dari sekolah umum, madrasah diniyah maupun pondok pesantren.

"Pawai budaya santri ini baru pertama kali diadakan dan sangat perlu dilestarikan agar masyarakat mengenal budaya santri," kata  Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah saat memberangkatkan puluhan peserta di jalan Mastumapel Bojonegoro.

Menurutnya, selain pawai budaya santri yang baru pertama kali ini, yang perlu dilestarikan yaitu lomba olahraga tradisional seperti gobak sodor, egrang yang pelaksanaannya dilakasnakan di wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro.

Setidaknya dalam pawai budaya santri ini diikuti sebanyak 47 grup yang terbagi menjadi kategori yakni anak-anak dari peserta tingkat SD/MI/MTs maupun Madrasah diniyah, sedangkan kategori umum yakni dari tingkat SMA hingga pondok pesantren. 

"Dalam pawai budaya santri setiap peserta menyuguhkan berbagai penampilan yang apik dan pastinya sangat menghibur masyarakat Bojonegoro," terangnya.

Bu Anna yang juga pengurus PP Muslimat NU berpesan agar tetap menjaga kebersihan dan selalu tetap menampilkan atraksi yang baik selama melewati rute yang telah ditentukan. 

Tampak masyarakat Bojonegoro begitu antusias menyaksikan pawai budaya santri ini, bahkan mereka rela berpanas-panasan menyaksikan setiap penampilan group peserta pawai budaya santri ini.

Seperti diketahui, pawai budaya santri tersebut merupakan rangkaian Hari Santri 2018, saat prosesi pemberangkatan selain Bupati Bojonegoro, juga dihadiri staf ahli, Kadin Pariwisata, Kabag Kesra, Kadin Pendidikan, dan dari Kemenag Bojonegoro. (M Yazid/Muiz)
Senin 12 November 2018 23:0 WIB
Sukuri, Santri Beasiswa di China Ditinggal Ayah Sejak Usia 6 Tahun
Sukuri, Santri Beasiswa di China Ditinggal Ayah Sejak Usia 6 Tahun
Sukuri (kanan) kuliah ke China gratis
Jombang, NU Online
Sukuri santri asli Indramayu Jawa Barat adalah salah seorang peraih beasiswa S1 jurusan landscape agriculture JAHVC Jiangsu China pada tahun 2018/2019. 

Tak disangka mahasiswa yang berangkat dari pesantren Anwarul Huda Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini bukan dari kalangan mampu, terutama dari sisi ekonomi.

Ia bahkan telah ditinggalkan sang ayah semenjak kecil, tepatnya pada umur 6 tahun. "Saya ditinggal bapak saya semenjak saya masih berumur 6 tahun, waktu itu baru duduk di bangku SD kelas satu," katanya kepada NU Online, Senin (12/11).

Kondisi demikian tak membuat pria kelahiran 6 juli 2000 di Dusun Gua Landak RT/RW 003/002, Desa Gelarmendala, Kecamatan Balongan-Indramayu ini pesimis untuk terus menyelesaikan pendidikan formalnya. 

Sukuri menceritakan, meski tidak mudah ia bisa melaluinya dengan baik bersama bantuan sang ibu tercinta. Ibunya mendukung Sukuri dengan hasil kerja kerasnya, meski ia belum memiliki penghasilan tetap, lantaran sang ibu hanya bekerja serabutan.

"Dan semenjak itu juga ibu saya yang setiap harinya bertani dan bekerja serabutan yang hasilnya tak seberapa, ibu saya lah yang biayai saya sekolah dari kelas satu SD sampai saya bisa seperti ini," tuturnya.

Setelah ia lulus SD, Sukuri memutuskan untuk menimba ilmu ke Jombang. Di Kota Santri ini lah ia mondok dan menyelesaikannya pendidikan formalnya di SMK Manbaul Huda Genukwatu. 

Dengan bimbingan para guru dan pengasuh pesantren Sukuri dapat menghafal ayat-ayat Al-Qur'an dengan baik dan benar, hingga akhirnya bisa diterima kuliah S1 secara cuma-cuma di China.

"Ketika saya mondok di Jombang, saya cuma dikasih ibu saya 300 ribu rupiah, mulai SMK ibu saya udah tidak bisa bekerja, apalagi pergi ke sawah karena usia ibu udah tua (60 tahun)," ungkapnya.

Ia bersyukur bisa melalui kehidupannya yang penuh warna itu. Selama di pesantren ia mengaku banyak hal yang telah didapat. Selain ilmu agama, tekun belajar, hidup mandiri juga ia rasakan. Ini kata dia, yang membentuk karakter serta kepribadiannya yang kuat tatkala menghadapi tantangan-tantangan.

"Di pondok itulah di samping saya menimba ilmu agama di sana kita juga diajarkan selalu hidup yang sederhana, hidup mandiri dan tahu caranya  berbakti kepda orang tua," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Senin 12 November 2018 22:0 WIB
Peduli Lingkungan, Ini Langkah Pelajar NU Banyuwangi
Peduli Lingkungan, Ini Langkah Pelajar NU Banyuwangi
CBP dan KPP Banyuwangi gelar bersih-bersih pantai
Banyuwangi, NU Online
Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi bekerjasama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Banyuwangi menggelar kegiatan bakti sosial bersama. 

Kegiatan yang dilangsungkan di Pantai Syariah ini terlaksana pada Ahad (11/11) kemarin.

Menurut Sekretaris Jenderal CBP IPNU Banyuwangi Hairul, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. “Untuk menumbuhkan jiwa peduli terhadap lingkungan dan menyelesaikan permasalahan sampah,” jelasnya.

Sebagiamana diketahui seringkali kebersihan lingkungan, terutama permasalahan sampah menjadi perhatian serius bagi siapapun, termasuk CBP IPNU dan KPP IPPNU Banyuwangi ini. Hal ini bisa disaksikan dengan ikutnya 47 komandan CBP dan KPP.

Hairul menambahkan, ke depannya akan dilakukan penanaman 9000 pohon sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini. “Nantinya akan dilakukan penanaman 9000 pohon yang beragam jenisnya sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini,” papar mahasiswa IAI Ibrahimy ini.

Di akhir, ia berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini, mampu menumbuhkan jiwa sosial dari kader, terutama kepedulian terhadap lingkungan. 

“Semoga menumbuhkan sosial yang tinggi terhadap peduli lingkungan,” tutup santri asal Pulau Sepeken Madura ini. (Hanan/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG