IMG-LOGO
Pemberdayaan

Fatayat Rimbo Mulyo Jambi Olah Limbah Sampah Jadi Rupiah

Rabu 14 November 2018 17:0 WIB
Bagikan:
Fatayat Rimbo Mulyo Jambi Olah Limbah Sampah Jadi Rupiah
Karya Fatayat Jambi dari limbah sampah
Jambi, NU Online
Biasanya orang memandang sampah hanya menimbulkan masalah, padahal bila mampu mengolah sampah, bisa berubah menghasilkan rupiah.

Keyakinan itulah yang tertanam dalam diri kader dan pengurus bidang sosial, seni budaya Fatayat NU desa Rimbo Mulyo, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi. Mereka mampu mengembangkan ide menyulap bahan limbah sampah menjadi kerajinan tas tangan (handbag).

Ketua Pimpinan Ranting Fatayat NU Rimbo Mulyo, Karyati Inayah mengatakan, pengembangan kerajinan tangan ini dimaksudkan untuk membangun ekonomi dan mewadahi kreatifitas para perempuan muda desa ini. Di samping membantu mengurangi sampah, juga memberikan penghasilan tambahan bagi kader Fatayat.

" Alhamdulillah, saya sangat senang, saya berharap kegiatan ini akan tetap istiqomah dan akan melahirkan produk-produk baru lagi," ujarnya mengapresiasi.

Inayah menjelaskan produk tas tangan ini berasal dari bahan dasar kemasan minuman gelas yang tidak lagi terpakai. Tidak hanya tas, para kader Fatayat juga memproduksi daur ulang lain seperti tissu, tempat minuman gelas dan lainnya.

"Sementara produksi kerajinan tas tangan dibuat pada sabtu sore berbarengan pertemuan pengurus Fatayat," terangnya.

Mengenai pemasaran, imbuh dia, semua produk kerajinan dijual kepada masyarakat umum, hasil keuntungannya sebagian masuk kas organisasi. "Untuk harga, tas cantik dibandrol hanya Rp115.000 selama promo," jelas inayah.

Ia mengajak semua prngurus menjadi tim pemasaran agar produk-produk Fatayat Rimbo Mulyo cepat dikenal oleh masyarakat luas. "Mari kita suport bersama karya-karya kader Fatayat Rimbo Mulyo ini," harapnya.

Selain membuat kerajinan tangan, kegiatan rutin Fatayat Rimbo Mulyo adalah Qur'anan yang disambung berbagai  kajian. Dari kajian agama, kesehatan perempuan, keluarga hingga kajian tumbuh kembang anak. Kegiatan rutinan dilaksanakan setiap Jumat Pon, pukul 16.00 sampai selesai. (Qomarul Adib/Muiz)
Bagikan:
Kamis 8 November 2018 11:0 WIB
Wujudkan Kemandirian, NU Pacarpeluk Rintis Produksi Batako
Wujudkan Kemandirian, NU Pacarpeluk Rintis Produksi Batako
Usaha pembuatan batako oleh PRNU Pacarpeluk, Jombang
Jombang, NU Online
Melalui Koperasi Serba Usaha (KSU) Kelompok Usaha Bersama (KUBe), Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, Jawa Timur telah banyak melakukan terobosan usaha guna menghidupi jamaah dan jam'iyah NU setempat.

Setelah sukses produksi kaus, sandal, sepatu, almamater NU, beragam kue dan usaha tanam semangka, kini PRNU ini merintis usaha pembuatan batako serta penjualannya. 

"Koperasi ini kini memiliki unit usaha baru yang dikembangkan oleh anggotanya, yaitu produksi dan penjualan batako," kata Ketua PRNU Pacarpeluk Nine Adien Maulana, Kamis (8/11).

Karena keberadaan unit usaha tersebut masih dibilang baru, semua pengerjaannya dilakukan secara manual atau tradisional, namun tak menutup kemungkinan seiring melihat perkembangannya usaha ini juga dikembangkan dengan batuan alat-alat teknologi.

Salah seorang guru di Jombang ini membeberkan, batako yang diproduksinya berukuran panjang 30 cm, lebar 15 cm dan tebal 8.5 cm. Ukuran ini menurutnya tak jauh berbeda dengan bata-bata pada umumnya yang dijual di Jombang. 

"Membeli produk yang dikelola PRNU Pacarpeluk, berarti sudah ikut berkontribusi menghidupi NU dan warga NU, karena hasilnya bukan untuk keperluan pribadi pengurus, akan tetapi untuk jam'iyah dan jamaah. Sementara harga jual di tempat Rp 3.000, perbiji," ucapnya.

Bagi siapapun yang hendak dan membeli batako dari hasil usaha pengurus NU ini, bisa langsung mendatangi tempat produksi, yakni di Dusun Peluk, Desa Pacarpeluk, Megaluh. 

"Atau bisa juga bisa menghubungi kami di 0856 5534 0317," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)

Sabtu 20 Oktober 2018 4:30 WIB
Tingkatkan Kesejahteraan, Pergunu Jabar Latih Para Guru Beternak Lebah
Tingkatkan Kesejahteraan, Pergunu Jabar Latih Para Guru Beternak Lebah
Bandung, NU Online
Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat kerja sama dengan Universitas Padjajaran (Unpad) menyelenggarakan pelatihan ternak lebah bagi guru-guru NU di Kabupaten Bandung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Faqihiyah Desa Rancakole Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jumat (19/10).

Menurut Ketua Pergunu Jawa Barat, H Saepuloh bahwa kerjasama ternak lebah yang dijalin dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD) merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru-guru NU di Jawa Barat.

"Pelatihan ternak  lebah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan guru-guru NU, dengan tidak menggangu aktifvitas mengajar di sekolah," tutur Saepuloh.

Lebih lanjut Saepuloh mengatakan bahwa dengan ternak lebah bukan hanya meningkatkan ekonomi guru-guru NU, kelestarian alam pun ikut terjaga. "Karena pakan lebah itu, bersumber dari alam seperti bunga-bunga, maka dengan sendirinya peternak lebah dituntut harus menjaga alam agar tetap baik dan lestari," ujarnya.

Sementara itu, Marlis Nawawi salah satu narasumber dari Unpad menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan ternak lebah ini akan dilakukan secara kontinu sampai terbentuk kelompok ternak lebah.

"Pelatihan ternak lebah ini, akan dilakukan secara kontinu sampai Bapak Ibu bisa ternak lebah, bahan kita akan dampingi juga pada tahapan penjualan dari madu lebah yang dihasilkan," tutur Marlis. (Awis Saepuloh/Kendi Setiawan)
Senin 8 Oktober 2018 20:30 WIB
Banser Pataruman Ajak Pemuda Olah Sampah Plastik
Banser Pataruman Ajak Pemuda Olah Sampah Plastik
Pengolahan limbah plastik benilai ekonomi
Kota Banjar, NU Online
Melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik merupakan tugas setiap orang. Baik dalam bidang pendidikan, sosial, ataupun ekonomi. 

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Satkoryon Banser Pataruman Asep Deni Cahyadi seusai memberikan pendampingan pengolahan sampah kepada puluhan pemuda di Dusun Sukamaju Desa Mulyasari Kecamatan Pataruman Kota Banjar Jawa Barat, Ahad (7/10).

Dirinya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan usaha untuk mengajak para pemuda supaya peduli terhadap sampah, terutama sampah plastik. Karena sampah tersebut susah untuk hancur, butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun. 

"Sampah plastik harus diperhatikan, proses hancurnya di tanah lama, mungkin ratusan tahun," jelasnya.

Untuk itu, Asep mengajak sekaligus memberikan pendampingan kepada pemuda di Dusun Sukamaju supaya dapat memanfaatkan limbah plastik. Karena sampah plastik kalau diolah dengan benar akan bernilai ekonomi. 

"Melatih pemuda untuk peduli dan mau mengolah sampah plastik supaya dapat menghasilkan uang," ujarnya.

Dari pendampingan yang dilakukannya, Asep berharap dapat memberikan efek positif dan mempengaruhi pemuda pemudi khususnya di Kota Banjar untuk peduli terhadap sampah dan mau mengolahnya menjadi barang yang berharga dan dapat menghasilkan uang. 

"Semoga bermanfaat dan menjadi motivasi para pemuda supaya mau mengolah sampah," harapnya. (Wahyu Akanam/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG