IMG-LOGO
Daerah

Mahasiswa Seharusnya Menolak Jadi Agen Berita Hoaks

Ahad 18 November 2018 13:0 WIB
Bagikan:
Mahasiswa Seharusnya Menolak Jadi Agen Berita Hoaks
Kegiatan sosialisasi pemilu di Unisnu Jepara
Jepara, NU Online
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara, Jawa Tengah Subchan Zuhri mengapresiasi ajakan mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara atas penolakan terhadap isu SARA dan tidak menyebarkan hoaks. 

Subchan kepada NU Online, Sabtu (17/11) menjelaskan, mahasiswa merupakan agen perubahan dengan berpikir cerdas dan kritis terhadap persoalan yang ada. “Tidak menjadi agen berita hoaks, karena mahasiswa sangat rentan dengan berita hoaks dengan mudahnya menyebarkan di media sosial,” imbuhnya.

“Mari sukseskan Pemilu 2019 dengan menolak hoaks, menolak SARA, dan menolak politik uang,” tegasnya.

Pihaknya juga mengajak mahasiswa untuk berkonstribusi positif di Pemilu 2019 mendatang, caranya dengan terlibat dalam setiap tahapan pemilu. 

Dikatakan, selama ini sebagian mahasiswa hanya tahu tahapan pemilu saat mencoblos surat suara saja. Padahal, tahapan pemilu meliputi pemutakhiran pemilih, pencalonan, kampanye, masa tenang, pemungutan suara, perhitungan suara, rekapitulasi suara, dan penetapan calon terpilih. 

KPU Kabupaten Jepara mengajak mahasiswa mengecek nama mereka sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau belum. “Caranya melalui handphone, semuanya sudah pakai Android. Buka aplikasinya dan masukan NIK. Nanti akan muncul terdaftar di TPS berapa dan di desa mana,” paparnya.

Subchan menambahan mahasiswa juga bisa berkontribusi menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Rencananya KPU Kabupaten Jepara akan membuka rekrutmen anggota KPPS pada Maret mendatang. 

Pada Pemilu 2019 mendatang di Kabupaten Jepara ada 3.285 TPS. Setiap TPS membutuhkan 7 anggota KPPS. 
Sehingga kebutuhannya mencapai 22.995 anggota. Bagi yang ingin bisa kembali ke kampung halamannya untuk mendaftar menjadi anggota KPPS. 

“Diharapkan mahasiswa bisa aktif mengikuti tahapan pemilu. Di tahun mendatang akan memilih Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten,” paparnya.

Sementara itu, Ketua KPU Mahasiswa Unisnu Jepara, Najih mengucapkan terima kasih kepada KPU Kabupaten Jepara karena sudah memfasilitasi sosialisasi Pemilu 2019 dan Debat Kandidat Calon Presiden BEM yang berlangsung Selasa (13/11) sore. 

Periode ini ada 2 calon presiden dan wakil presiden BEM Unisnu. Yaitu, calon nomor 1 Khoirul Ma'arif dan Khabib Aminudin. Untuk calon nomor 2 M Sahal Fikri dan Atika Dwi Cahyani.  Dua pasangan calon presiden Badan Ekseskutif Mahasiswa (BEM) Unisnu Jepara menyatakan menolak politik uang di Pemilu 2019 mendatang. 

Penolakan juga diikuti ratusan mahasiswa Jepara saat mengikuti Sosialisasi Pemilu 2019 dan Debat Kandidat Calon Presiden BEM di depan Rektorat Unisnu Jepara. Selanjutnya pemilihan Presiden BEM Unisnu dilaksanakan Senin (19/11) besok. (Syaiful Mustaqim/Muiz)
Bagikan:
Ahad 18 November 2018 23:30 WIB
Imam Nahrawi Ingatkan Kader PMII Jaga Kepercayaan
Imam Nahrawi Ingatkan Kader PMII Jaga Kepercayaan
Pontianak, NU Online
Dalam rangkaian lawatannya, Menpora H Imam Nahrawi hadir pada Pelatihan Kader Lanjut (PKL) II Pengurus Koordinator Cabang  (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat di kantor perwakilan BKKBN Kalbar, Sabtu (17/11).

Ada pesan yang sangat berharga dari mantan Ketua Pengurus Cabang PMII Surabaya dan Ketua PKC Jawa Timur ini. Di hadapan ratusan peserta, Imam meyakinkan agar kader PMII jangan takut memulai dari bawah. Karena menurutnya, gagasan yang besar tidak muncul tiba-tiba.

"Ia (ide besar) dibentuk dari sebuah proses dan pengalaman panjang. Jadi jangan sia-siakan kepercayaan yang diberikan oleh para pengader, karena itulah letak pembelajaran," kata suami dari Shahibah Rahmah ini.

Kemudian ayah tujuh anak ini banyak bercerita bagaimana ia berproses dari awal. Mulai jadi marbot hingga menjadi imam masjid. Pria kelahiran Bangkalan ini juga berpesan agar setiap ilmu yang didapat dari pesantren terus dimanfaatkan.

"Disuruh ngajar ngaji, ambil. Disuruh jadi bolak, ambil. Disuruh jadi khatib, ambil. Disuruh mimpin tahlil, ambil. Disuruh demo, paling depan," katanya diikuti tawa hadirin.

Alumnus Pondok Pesantren Al Kholiliyah An Nuroniyah, Demangan Timur, Bangkalan yang selagi nyantri dikenal sering berpuasa ini juga menekankan agar kader PMII menjadi sosok yang bisa dipercaya. Dipercaya senior, dipercaya orang tua. "Buat orang tua kalian percaya bahwa kalian bermanfaat berada di PMII", terangnya.

Ia pun bercerita bagaimana berupaya menjaga kepercayaan sebagai Menpora di Kabinet Kera Jokowi. "Ini harus dijaga. Jika tidak, kita akan mundur jauh. Jauh sekali melebihi pada saat kita belum merdeka" tandasnya. (Faisol/Ibnu Nawawi)

Ahad 18 November 2018 23:0 WIB
Ma’had Aly TBS Kudus Gelar Seminar Literasi Hadits
Ma’had Aly TBS Kudus Gelar Seminar Literasi Hadits
Kudus, NU Online
Al-Qur’an dan Hadits merupakan dua sumber hukum utama dalam Islam. Keduanya memiliki gaya bahasa yang begitu indah hingga perlu mempelajari berbagai ilmu seperti balaghoh, ushul fiqih, dan sebagainya untuk memahaminya.

Terkait dengan hal ini sekaligus dalam rangka menggali literasi yang terdapat di Hadits, Ma’had Aly Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Li ‘Ilmi Falak Kudus menggelar Seminar Hadits Literasi , Ahad (18/11) di Pesantren Ath-Thullab Kudus.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Ahmad menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana belajar bagi para santri, khususnya mahasantri Ma’had Aly TBS.

“Alasan kami menyelenggarakan kegiatan ini adalah supaya para santri, terlebih mahasantri Ma’had Aly TBS, bisa lebih memahami seputar literasi, khususnya yang ada dalam Hadits,” ucapnya pada NU Online.

Seminar yang menghadirkan KH Noor Khamim sebagai narasumber ini diikuti oleh sekitar 60 peserta. Peserta berasal dari pesantren sekitar Ma’had Aly TBS dan Ma’had Aly Balaikambang Li ‘Ilmi Hadits Jepara.

Dalam paparannya, Kiai Khamim menjelaskan mengapa ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun diawali dengan kata Iqra’. Menurutnya membaca adalah jendela pengetahuan dan langkah pertama untuk mendapat pengetahuan.

“Dengan ilmu pengetahuan, semua aktivitas yang kita lakukan akan berkualitas dan bernilai ibadah,” jelas alumnus Al-Azhar Kairo ini.

Kiai Khamim yang juga guru MA NU TBS Kudus ini mengisahkan bahwa ulama-ulama terdahulu sangat bersemangat dalam menulis sehingga banyak sekali karya yang dihasilkan dan bisa dinikmati hingga saat ini.

“Betapa ulama kita semangat dalam menulis, sehingga beribu jilid karya telah mereka hasilkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Tahfidz Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus ini mengatakan bahwa Allah akan memberikan balasan bagi orang-orang yang mau menyampaikan kalam-kalam langit, baik Al-Qur’an, Hadits, maupun Hadits Qudsi lewat tulisan.

“Untuk proses awal, jangan takut salah. Karena itu merupakan tantangan. Semua permulaan memang sulit, maka teruslah mencoba,” imbaunya.

Selain itu Kiai Khamim juga mengajak para peserta yang merupakan generasi milenial untuk ikut serta melawan persebaran hoaks di dunia maya.

“Kalian sebagai generasi milenial, jika ada berita hoaks, mari kita bantah,” ajaknya kepada para peserta. (Hanan/Muhammad Faizin)
Ahad 18 November 2018 22:30 WIB
Pahami Cara Menggunakan Internet Secara Sehat
Pahami Cara Menggunakan Internet Secara Sehat
Sidoarjo, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sidoarjo, Jawa Timur, sukses mengadakan seminar seputar penggunaan internet secara bijak. Dengan mengusung tema Menyiapkan Generasi Millenial yang Cerdas dan Sehat Ber-IT, seminar berlangsung di gedung Lembaga Pendidikan Ma'arif Sidoarjo, Ahad (18/11).

Menurut Ketua PC ISNU Sidoarjo Sholehuddin, kegiatan bertujuan membekali peserta yang rata-rata guru bimbingan konseling dan siswa dengan pemahaman yang baik mengenai penggunan internet.

Di depan puluhan peserta, Bidang Sekolah Unggulan Pimpinan Wilayah Ma'arif NU Jatim itu menegaskan, bahwa saat ini penggunaan internet sudah menjadi keniscayaan, termasuk pada usia anak-anak. "Karena itu penting bagi guru dan peserta didik memahami penggunaan internet secara sehat," tutur Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya itu. 

Sementara itu, Sekretaris PW ISNU Jawa Timur M Dawud menyatakan, pembatasan  penggunaan internet belum ada regulasi secara khusus. "Penggunaan internet sedemikian liberal," tutur mantan komisioner di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur itu. 

Maka, menurutnya perlu pemahaman bagaimana menggunakan internet secara bijak. “Agar dampak negatif dari penggunaannya tidak terjadi pada diri anak,” katanya.

Kegiatan PC ISNU Sidoarjo yang merupakan ISNU terbaik versi PWNU Award 2018 ini, menjadi jawaban atas problem internet. 

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sidoarjo H Arly Fauzi. Dalam sambutan pengarahannya, ia mengingatkan ISNU merupakan organ NU paling elite. Kaum cerdik pandai ada di sini.

"ISNU Sidoarjo di bawah kepemimpinan Sholehhuddin ini, makin go in. Hampir semua lembaga dan Banom NU di PCNU Sidoarjo diajak bersinergi, termasuk kegiatan hari ini yang melibatkan LP Ma'arif dan LPTNU," katanya.

Buah sinergitas yang sudah dibangun yang kemudian berbuah manis berupa juara umum pada PWNU Jatim Award 2018, juga tidak lepas dari tangan dingin ketua ISNU Sidoarjo ini bersama tim. “Maka, sinergitas ini perlu ditingkatkan dengan melibatkan alim ulama,” ungkapnya. 

Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Afif Kunaifi, dari Dinkes Sidoarjo dan Eko Setijadi, dosen ITS lulusan PT di Jepang sekaligus Ketua LPTNU Sidoarjo. Keduanya merupakan pengurus ISNU Sidoarjo.

Dengan dimoderatori Wakil Ketua PC ISNU Masruri, Afif menuturkan pentingnya menggunakan internet secara bijak, agar tidak terkena dampak negatif, apalagi dampai kecanduan misalnya. 

Senada dengan Afif, Eko mengupas dari segi saintek. Menurutnya, usia anak anak 5 tahun, paling rentan terkena dampak radiasi internet. Aplikasi apapun untuk membeck up, akan "jebol" juga oleh anak-anak zaman now. 

Maka, yang paling tepat adalah pendampingan. “Di sinilah peran guru dan orang tua diperlukan,” ungkapnya. 

Dia juga memberikan aplikasi dasar yang bisa digunakan untuk mengontrol penggunaan internet. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG