IMG-LOGO
Nasional

PBNU Bentuk Organisasi Perhimpunan Dokter di Bawah ISNU

Senin 26 November 2018 14:50 WIB
Bagikan:
PBNU Bentuk Organisasi Perhimpunan Dokter di Bawah ISNU
Deklarasi PDNU 2017
Jakarta, NU Online
Kebutuhan akan banyaknya dokter di tanah air disambut oleh dokter-dokter Nahdlatul Ulama (NU) dengan membentuk Perhimpunan Dokter NU (PDNU). Organisasi ini merupakan organisasi federasi dibawah ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama).

Selain meningkatkan profesionalitas sebagai seorang dokter professional yang memiliki kewajiban tuntutan profesi, namun juga dituntut meningkatkan akhlak sesuai dengan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) An Nahdliyah.

PDNU ini rencananya akan dikukuhkan dan pengurusnya akan dibaiat oleh Ketua PBNU KH Agil Siradj, di Gedung PBNU lt 8 Senin (26/11) pukul 19.00 WIB. 

“Agar sekitar 56.000 dokter NU yang tersebar di seluruh Indonesia dapat bersinergi maksimal, maka PDNU pelakukan pendataan semua sejawatnya. Langkah merajut sinergi ini, termasuk melalui laman elektronik resmi PDNU yaitu www.dokterNU.org,” ujar Ketua Umum dan juga salah satu pendiri PDNU dr. Muhammad S Niam.

Secara struktur, PDNU berposisi sebagai organisasi federasi dari ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama). ISNU adalah salah satu badan otonom dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pengurus Pusat PDNU dikukuhkan melalui SK PP ISNU dan dilantik langsung oleh Ketum PBNU.

Lahirnya PDNU disambut dengan suka cita oleh para dokter NU, karena akan menjadi wadah silaturahmi dalam ukhuwah Nahdliyah dalam mengembangkan profesionalisme dan memperkuat pengejawantahan nilai-nilai Ahlussunnah Waljamaah An Nahdliyah. Semakin banyak dokter yang dengan suka cita memunculkan atribut ke-NU-annya.

Dokter NU dengan akhlak Aswaja An Nahdliyah akan melengkapi janji profesi/sumpah dokter yang dulu pernah diucapkan saat seorang calon dokter dilantik menjadi dokter.

Dokter NU akan dikenal sebagai dokter santri yang berakhlak Islami berdasarkan nilai-nilai Aswaja An Nahdliyah. Sedangkan PDNU merupakan organisasi yang merajut ukhuwah, profesionalisme, dan ibadah para Dokter NU untuk Indonesia.

Sebagai agregasi gerakan moral dan profesional, PDNU telah melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan antara lain: penyuluhan ke Pondok Pesantren, Sunatan Masal, Pengobatan Masal, TIM Rescue Lombok, dan TIM Rescue ke Sulawesi Tengah. 

“Kami dokter, kami juga orang NU, kami mempunyai keinginan untuk lebih berbakti kepada bangsa dan negara dengan nilai-nilai Ahlussunnahwal jamaah An Nahdliyah”, tutur dr. Hardadi, salah seorang pendiri PDNU yang juga Ketua PP PDNU. (Red: Ahmad Rozali)
Tags:
Bagikan:
Senin 26 November 2018 22:19 WIB
Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing
Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing
ilustrasi: site.ccsdlanguages.org
Jakarta, NU Online 
Beberapa negara telah menjadikan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah (mata pelajaran) yang dipelajari di sekolah-sekolah ataupun perguruan tinggi. Negara tersebut di antaranya Korea Selatan, Jepang, Australia, Kanada, Vietnam, Thailand, Ukraina, Suriname, Kepulauan Hawaii Amerika, Jerman, Belanda, dan Perancis. 

Dosen Bahasa Indonesia di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Elvi Susanti berpendapat, Bahasa Indonesia yang dipelajari di negara lain tersebut menunjukkan posisinya yang sangat penting. Jangan sampai penting bagi bangsa lain, tapi malah tidak bagi warga negara Indonesia sendiri.   

“Bisa dibayangkan betapa pentingnya kita menguasai Bahasa Indonesia dan mengajarkannya ke seluruh dunia. Nah untuk mengajarkan tersebut, tentu perlu bahasa yang dimengerti oleh seluruh orang,” katanya. 

Untuk menyebarkan Bahasa Indonesia, lanjutnya, perlu penguasaan bahasa asing, terutama Bahasa Inggris. Artinya, di samping tetap menguasai Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris juga dikuasai. 

“Apalagi sekarang ada program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) yang diajar oleh pengajar BIPA (bisa guru atau dosen) yang akan membantu orang asing belajar Bahasa Indonesia lebih mudah dengan berbagai metode tertentu,” ujarnya. 

Bahasa Inggris perlu dipelajari karena adalah bahasa internasional, bahasa ilmu, dan budaya dunia. Dengan menguasai Bahasa Inggris, seseorang akan terbantu dalam memahami buku-buku dunia. Dengan bahasa yang sama pula seseorang akan mudah bepergian ke mana pun, dan membuat jalinan pertemanan dengan siapa pun di seluruh dunia. 

Lebih lanjut ia menegaskan, bangsa Indonesia adalah bangsa besar dengan salah satu jumlah penduduk terbanyak dunia, sekitar 265 juta. Mereka merupakan penutur sekitar 742 bahasa daerah. Untuk komunikasi antar-penurut yang berlainan bahasa menggunakan Bahasa Indonesia.

Dengan demikian, Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang dipakai dalam berbagai forum, terutama forum resmi. Bahasa Indonesia adalah bahasa ilmu pengetahuan, kebudayaan, sosial kemasyarakatan, dan bahasa pergaulan.

“Selalulah bangga memakai Bahasa Indonesia dengan baik untuk tujuan yang baik pastinya. Teruslah belajar untuk mengetahui Bahasa Indonesia yang benar. Jangan pernah lelah dan menyerah. Belajarlah terus, mulai dari ejaan, kosakata, tata kalimat, berbicara yang baik, menulis yang keren, dan seterusnya. Selalu ingat dengan kalimat ini, ‘utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing’,” pesannya. (Elda Aini/Abdullah Alawi)

Senin 26 November 2018 21:53 WIB
Ketum PBNU Lantik Perhimpunan Dokter NU
Ketum PBNU Lantik Perhimpunan Dokter NU
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj melantik Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (16/11). PDNU dilantik untuk periode 2018-2022. Pelantikan ditandai dengan pembacaan baiat yang dibacakan Kiai Said dan diikuti Pengurus PDNU.

Turut menyaksikan pelantikan, Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua PBNU H Eman Suryaman, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana NU (PP ISNU) H Ali Masykur Musa, dan Pengasuh Pesantren API Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori.

Dalam sambutannya, Kiai Said menyampaikan tentang pentingnya keberadan dokter dalam suatu masyarakat. Pasalnya, jika dalam satu daerah tidak memiliki dokter, masyarakat di daerah tersebut dosa semua. Sebaliknya, jika telah ada minimal satu dokter, maka gugur dosa masyarakat.

"Bahagialah menjadi dokter bisa menggugurkan kewajiban masyarakat sekitar  kalau kita angkat lg ya anda ini menggugurkan kewajiban di atas pundaknya seluruh warga nahdlatul ulama. Luar biasa. Maka tanggung jawabnya sangat besar," kata Kiai Said.

PDNU merupakan organisasi federasi di bawah ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama). ISNU adalah salah satu badan otonom dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pengurus Pusat PDNU dikukuhkan melalui SK PP ISNU dan dilantik langsung oleh Ketum PBNU.

Lahirnya PDNU disambut dengan suka cita oleh para dokter NU, karena menjadi wadah silaturahmi dalam ukhuwah Nahdliyah dalam mengembangkan profesionalisme dan memperkuat pengejawantahan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah.

Dokter NU dengan akhlak Aswaja An-Nahdliyah melengkapi janji profesi atau sumpah dokter yang dulu pernah diucapkan saat seorang calon dokter dilantik menjadi dokter. (Husni Sahal/Abdullah Alawi) 
Senin 26 November 2018 12:15 WIB
HARI GURU NASIONAL
Menteri Agama Tegaskan Kesejahteraan Guru Jadi Fokus Utama
Menteri Agama Tegaskan Kesejahteraan Guru Jadi Fokus Utama
Menag Lukman di Puncak HGN 2018
Surabaya, NU Online
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa kementerian yang dipimpinnya saat fokus memberikan kesejahteraan bagi para guru. Karena dalam pandangannya, selain sarana dan prasarana yang perlu ditingkatkan, kesejahteraan guru menjadi perhatian penting untuk meningkatkan kinerja guru dan kualitas pendidikan.

“Peningkatan kapasitas guru penting termasuk di dalamnya kesejahteraan yang juga menjadi fokus utama kita,” ujar Menag Lukman dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2018 di Surabaya, Jawa Timur.

Dia mengungapkan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya meng-goal-kan rancangan-rancangan untuk menyejahterakan guru. Berkat bantuan banyak pihak, menurut Menag, pihaknya telah merancang APBN 2019 terkait kesejahteraan para guru.

Menag mengemukakan enam rancangan dalam upaya menyejahterakan guru berdasarkan kelompok-keompok guru. Pertama, tunjangan profesi guru untuk guru-guru PNS/ASN yang sudah tersertifikasi atau kategori 1b.

“Kelompok guru ini ada 118.983 guru PNS. Kita mengalokasikan anggaran tidak kurang dari Rp5,06 triliuan,” jelasnya.

Kedua ialah kelompok guru-guru non-PNS yang sudah inpassing atau kategori 2b mencapai 90.704 guru dengan alokasi anggaran tidak kurang dari Rp2,98 triliun.

Ketiga ialah tunjangan profesi guru untuk guru-guru non-PNS yang belum inpassing atau kategori 3b. Alokasi anggaran ini tidak kurang dari Rp1,82 triliun untuk 101.484 guru. 

Keempat ialah tunjangan khusus untuk guru-guru yang tinggal di daerah-daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) atau kategori 4b. Tunjangan ini akan menjangkau 4.500 guru dengan alokasi anggaran Rp72,9 miliar.

Kelima ialah tunjangan insentif khusus untuk guru-guru non-PNS yang inpassing dan juga belum tersertifikasi atau kategori 5b. Alokasi anggaran tidak kurang dari Rp900 miliar untuk 241.665 guru.

Keenam ialah tunjangan kinerja bagi guru PNS, baik yang sudah tersertifikasi atau yang belum tersertifikasi. Yang belum tersertifikasi yang akan mendapatkan 100 persen sesuai dengan golongannya. Sedangkan yang sudah sertifikasi akan mendapatkan haknya sebesar selisih tunjangan kinerja.

“Mudah-mudahan 2019 ini sudah mulai direalisasikan secara bertahap. Meskipun beberapa provinsi sudah memulai pada Desember 2018, tetapi yang jelas, 2019 seluruh provinsi wajib merealisasikan tunjangan-tunjangan tersebut,” tandas Menag. (Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG