IMG-LOGO
Daerah

Gubernur Jatim Terkesima Keunggulan SMK NU Tenggarang

Kamis 29 November 2018 21:15 WIB
Bagikan:
Gubernur Jatim Terkesima Keunggulan SMK NU Tenggarang

Bondowoso, NU Online

SMK NU Tenggarang Bondowoso ikut serta pada pameran program SMK Mini di Jatim Great Ekspo Surabaya yang berlangsung sejak Selasa hingga Kamis (27- 29/11). Pada kesempatan tersebut Gubernur Jatim berkesempatan singgah di stan sekolah ini dan mengapresiasi sejumlah capaian yang ditorehkan. 

“Adalah sebuah kebanggaan karena Pakde Karwo selaku Gubernur Jatim berkenan mengunjungi stan sekolah kami,” kata Kepala SMK NU Tenggarang Daris Wibisono Setiawan, Kamis (29/11).

Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk menyodorkan plakat kesan dan pesan terkait keberadaan SMK NU Tenggarang. “Kala itu Pakde Karwo hanya berkenan memberikan tanda tangan dan menyampaikan pesan motivasi,” ungkapnya.

"Saya tanda tangan saja ya, saya tidak bisa berkata-kata, yang ada hanya terkesima dengan SMK NU Tenggarang dengan hasil karya para siswanya,” katanya menirukan perkataan Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo, Gubernur Jatim. 

Bagi Daris, kehadiran orang nomor satu di Jatim tersebut sebagai motivasi yang tak ternilai harganya khususnya bagi para siswa yang kebetulan bisa berkomunikasi langsung dengan gubernur. 

“Kami terharu waktu itu dengan hadirnya Pakde Karwo di stan,” ungkapnya. Hadirnya gubernur menjadikan motivasi yang kuat agar sekolah terus berkreasi lebih dahsyat lagi, lanjutnya. 

“Selama pameran, SMK NU Tenggarang membawa sejumlah produk unggulan berupa olahan hasl ikan,” tandasnya. Produk tersebut seperti, abon ikan, keripik ikan jambrong, krupuk lele, krupuk cumi, pastel ikan melati, dan aneka produk olahan ikan lain. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Kamis 29 November 2018 23:30 WIB
Alasan Orang Memproduksi Hoaks sebagai Perjuangan
Alasan Orang Memproduksi Hoaks sebagai Perjuangan
Talk show 'Menolak Provokasi' Rabu (28/11).
Bekasi, NU Online
Untuk menangkal adanya provokasi dan penyebaran hoaks menjelang pemilihan presiden tahun 2019, Jaringan Literasi Santri Jawa Barat mengadakan talk show bersama para santri Pesantren An-Nur Bekasi Utara, Rabu (28.11).

Hadir sebagai pembicara adalah KH Ali M Abdillah (pengurus MUI), Nur Cholis (ICRP), dan Ustadz Ahmad Ushtuchri (Pengasuh Pesantren An-Nur). Talk show ini mengangkat tema Menolak Provokasi, Merawat Damai dalam Kebhinekaan. 

Ali M Abdillah membuka talk show dengan pertanyaan mengapa banyak yang menyebar hoaks untuk tujuan politik, dengan mengatasnamakan Islam? Menurutnya tujuannya jelas, yaitu ingin mendukung calon pilihannya agar jadi presiden dan wakil presiden.

"Memproduksi hoaks seolah-olah sudah bagian dari perjuangan. Apalagi mereka yang baru belajar agama, mereka merasa (dengan menyebarkan hoaks) berjuang," tambahnya. 

Ia mengatakan prihatin dengan banyaknya anak muda terprovokasi ikut berjuang untuk Islam dengan menghadiri reuni 212 di Monas dengan alasan jihad Islam.

"Jihad kalian (pelajar) adalah belajar, berjuang meraih cita-cita mencapai pendidikan tinggi. Dapatkan beasiswa ke luar negeri," tandas Ketua Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabaroh An-Nahdliyyah (MATAN) DKI Jakarta ini. 

KH Ali M Abdillah berpesan pada para santri agar tetap fokus pada belajar. Tidak perlu ikut perdebatan politik di media sosial. "Kita fokus saja belajar dengan rajin. Jangan ikut sibuk mikir politik. Itu urusan orang dewasa. Tugas kita belajar," ujarnya. 

Soal pilihan politik, Sekretaris Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (Jatman) ini juga berpesan kepada santri sebagai pemilih pemula. Kalau sudah punya hak pilih agar memilih calon yang dapat memperjuangkan NU dan memperjuangkan pesantren.

Sementara itu, Nur Cholis menambahkan bagaimana menyikapi hoaks. "Kita sebagai remaja atau anak sekolah, saya kira tidak perlu banyak terlibat di politik praktis," katanya. 

"Kita juga harus saling menghargai perbedaan politik. Tidak perlu saling mengejek. Apalagi ikut menyebarkan hoaks," tambahnya. (Zainul Wafa/Kendi Setiawan)
Kamis 29 November 2018 23:0 WIB
Pergunu Depok Lepas Kadernya Studi ke Al Azhar Kairo
Pergunu Depok Lepas Kadernya Studi ke Al Azhar Kairo
Pelepasan santri Depok ke Al Azhar, Kamis (29/11)
Depok, NU Online
Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Depok, Jawa Barat melepas kadernya yang akan menimba ilmu di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Pelepasan dilakukan Kamis (29/11) pagi.

Lantunan doa dan shalawat dipanjatkan di kediaman Wakil Ketua Pergunu Depok, Abdul Hadi di Gang Masjid Sendok Citayam Depok. H Hasan Syadzilli bertindak sebagai pemimpin doa dan shalawat.

Adapun kader yang dilepas berjumlah sebelas orang, salah satunya Zainab Al Kubra, santri Pesantren Qotrun Nada Cipayung, Depok. Zainab terpilih mendapatkan beasiswa kuliah ke Mesir setelah mengikuti seleksi pada bulan Maret 2018. Seleksi diadakan langsung oleh pihak Universitas Al Azhar Kairo bekerjasama dengan Fakultas Dirosat Islamiyah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 

Zainab menjadi salah satu dari seribu peraih beasiswa kuliah di Mesir. Bersama ribuan calon mahasiswa lainnya, ia mengikuti ujian Bahasa Arab, baca kitab, nahwu sharaf dan tes lisan muhaddatsah (percakapan) dan pengetahuan Islam. 

"Alhamdulillah sangat senang dan ini merupakan sebuah karunia atas doa orang tua khususnya dan para guru-guru pondok pesantren yang telah mendidik dan mengarahkan hingga saat ini bisa melanjutkan studi ke Al Azhar," kata Zainab.

Menurutnya raihan itu sebuah amanah yang harus dijaga. "Terutama harus bersungguh-sungguh untuk meraih ilmu di sana. Man jadda wa jada," ujar Zainab.

Dalam acara pelepasan tampak hadir Pengasuh Pondok Pesantren Qotrun Nada Cipayung Depok, KH Burhanuddin Marzuki. Sebelum melepas santrinya di Bandara Soekarno Hattta Cengkareng, Jakarta Barat, ia berpesan kepada para santri. 

"Kita berharap para santri yang belajar ke Mesir kelak menjadi orang-orang yang bisa menebarkan Islam yang rahmat, Islam yang membawa perdamaian, Islam rahmatan lil'alamin," ujarnya.

Ia mengatakan para pendahulu NU seperti Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri pernah menempa dan belajar ilmu-ilmu agama Islam di sana. Universitas Al-Azhar adalah salah satu pusat studi kajian agama Islam, di mana banyak menelurkan ulama-ulama Nusantara. 

Diharapkan santri yang telah selesai belajar dan kembali lagi ke tanah air bisa terus meneruskan perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama ini. "Membawakan Islam yang damai dengan konsep tawasut, tasamuh, tawazun, itidal," katanya. (Galih Maryanuntoro/Kendi Setiawan) 

Kamis 29 November 2018 22:15 WIB
Raker, Lakpesdam NU Lombok Barat Siap Berikan yang Terbaik
Raker, Lakpesdam NU Lombok Barat Siap Berikan yang Terbaik
Lombok Barat, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Kajian dan pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama atau Lakpesdam NU Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat terus melakukan diskusi sesama rekan pengurus. 

Hal tersebut dilakukan untuk terus menjalin silaturahim antarpengurus. “Di samping sebagai upaya untuk mempersiapkan berbagai hal terkait program guna melaksanakan rapat kerja (Raker). 

“Agar ke depan PC Lakpesdam NU bisa lebih progresif dan berbuat lebih nyata di tengah masyarakat agar perubahan ke arah yang lebih baik dan positif bisa terwujud dalam berbagai aspek,” kata Abdurrahman, Kamis (29/11).

Menurut Ketua PC Lakpesdam NU Lobar ini, perubahan itu harus. “Tentu saja perubahan ke arah yang lebih baik, maju dan berkembang,” jelasnya. 

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua PC Lakpesdam NU Lobar, Ikrom. “Bahwa perubahan yang diharapkan adalah perubahan positif dalam berbagai aspek,” katanya. 

Usaha dan ikhtiar menuju arah tersebut juga mengemuka pada raker yang dilaksanakan di Mangrove Lembar. Kegiatan dilaksanakan Kamis (29/11).  

Aktivis muda NU, Yusuf Tanthowi mengatakan bahwa Lakpesdam harus membangun perubahan. “Oleh karena itu, berbagai ide dan gagasan program harus disusun dan dirancang berdasarkan masalah dan berdasarkan hal positif,” kata Ucup, sapaan akrabnya. 

Raker merumuskan berbagai rencana kegiatan dan strategi program yang akan dijadikan modal kuat untuk menentukan arah PC Lakpesdam NU Lobar ke depan.

Peserta Raker antusias dan optimis untuk berkegiatan dan berkontribusi secara nyata untuk masyarakat dengan berbagai kegiatan ke depan. 

“Yang lebih penting, Lakpesdam akan terus ikut berikhtiar untuk ikut proaktif memberi kontribusi dan ikut mewarnai dinamika kehidupan masyarakat, khususnya warga NU dan umumnya masyarakat Lombok Barat,” pungkas Abdurrahman. (Masyhur/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG