Daerah

Awal Ditemukannya 50 Manuskrip Masyayikh Annuqayah Sumenep

Ahad, 20 Agustus 2023 | 06:30 WIB

Awal Ditemukannya 50 Manuskrip Masyayikh Annuqayah Sumenep

Proses pemeriksaan manuskrip karya pendiri pesantren Annuqayah Sumenep. (Foto: NU Online/Firdausi)

Sumenep, NU Online
Nahdlat Turats mengalihmediakan 50 manuskrip karya Pendiri Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, yakni KH Muhammad Asy-Syarqawi Al-Kudusi dan manuskrip karya muridnya KH Abdus Syarif. Alih media ini menjadi naskah digital. Bidang ilmu dalam manuskrip tersebut meliputi berbagai bidang, di antaranya akidah, fikih, tasawuf, dan balaghah.


KH Muhammad Al-Faiz, generasi keempat dzurriyah Kiai Muhammad Asy-Syarqawi, menceritakan penemuan manuskrip itu bermula dari sowan ke kediaman KH Ali Wafi di Sukowono, Jember. Kemudian KH Ali Wafi memberikan kesempatan untuk bertabaruk, mengecek dan melihat koleksi manuskrip keluarga besar KH Abdus Syarif Kebuken, Jambesari, Bondowoso pada Ahad, 23 Juli 2023.


"Saat melihat koleksinya, saya menemukan manuskrip keluarga besar Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, yakni KH Muhammad Asy-Syarqawi," tuturnya, Jumat (18/8/2023).


Manuskrip Karya Kiai Asy-Syarqawi
Kiai Al-Faiz menjelaskan, di antara manuskrip tersebut, terdapat Kitab Al-Asas al-Islam wa al-Iman ditulis pada Ramadhan 1314 H, tepatnya pada periode Prenduan atau sebelum hijrah ke Guluk-Guluk dan mendirikan pesantren yang kini dikenal Annuqayah. Kitab tersebut lebih dari 100 halaman.


"Kitab Futuh al-'Awwan fi Bayan al-Iman wa al-Islam berbahasa Madura aksara Pegon, namun tidak ada keterangan tahunnya. Sedangkan Doa Rasal Jailani, Kiai Syarqawi menukil dari bagian akhir Manaqib Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, titimangsa 16 Dzulqa'dah 1313 H, yang terakhir Doa Sapu Jagat," terangnya.

 

Tak hanya itu, ada pula surat KH M Ilyas Syarqawi yang ditujukan kepada KH Abdus Syarif. Di dalam surat tersebut, Kiai Ilyas menyebut Kiai Abdus Syarif sebagai kakeknya. Berbeda dengan surat yang ditujukan kepada Kiai Nawawi, Kiai Ilyas menyebutnya sebagai paman.


"Ini menjadi PR bagi yang muda untuk melacak, menggali informasi, menjalin silaturrahim dengan para famili yang sejak dulu Kiai Ilyas menjalinnya dengan Kiai Abdus Syarif," ungkapnya.


"Mudah-mudahan diberi kemudahan oleh Allah untuk mentahqiq dan manfaatnya luas bagi dzurriyah, santri dan masyarakat," tandasnya.