Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Ketua Muslimat NU Kalisat Jember: Tugas Ibu Mulia Sekaligus Berat

Ketua Muslimat NU Kalisat Jember: Tugas Ibu Mulia Sekaligus Berat
Ketua PAC Muslimat NU Kalisat, Jember, Nyai Hj Burul Kamila saat memberikan pengarahan dalam Pelantikan PAC Muslimat NU masa khidmah 2020-2025 di Balai Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat, Jumat (31/1). (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Ketua PAC Muslimat NU Kalisat, Jember, Nyai Hj Burul Kamila saat memberikan pengarahan dalam Pelantikan PAC Muslimat NU masa khidmah 2020-2025 di Balai Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat, Jumat (31/1). (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online

Tanggung jawab kaum ibu sungguh mulia sekaligus berat. Pasalnya, di tangan ibulah generasi muda harapan bangsa dipersiapkan. Berat, karena saat ini begitu banyak godaan yang terus mengiming-imingi kaum muda dengan beragam kenikmatan namun beracun.

 

Demikian diungkapkan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Nyai Hj Nurul Kamila saat memberikan pengarahan dalam Pelantikan PAC Muslimat NU masa khidmah 2020-2025 di Balai Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat, Jumat (31/1).

 

Menurut Nyai Hj Nurul, tugas ibu sebagai pihak yang menjadi tumpuan lahirnya generasi yang cerdas dan berakhlaq mulia, sungguh sangat terpuji. Dari tangannya diharapkan muncul generasi muda yang andal, calon pemegang tongkat estafet kepempinan nasional. Sehingga kaum ibu benar-benar memegang peranan penting bagi keberlangsungan hidup sebuah bangsa.

 

“Bagi kita, tentu punya tugas untuk menyiapkan generasi muda NU yang hebat, dan mampu berbuat untuk bangsa di masa-masa mendatang,” ucapnya.

 

Kendati demikian, tidak gampang bagi kaum ibu untuk membentuk pribadi anak yang sesuai harapan. Sebab, kendalanya cukup kompleks. Banyak hal yang berpotensi merusak aqidah, syariah, akhlaq dan sebagainya. Bahkan godaan-godaan yang cukup destruktif, berseliweran di mana-mana. Contohnya banyak, di antaranya tontonan yang tidak berbudaya. Budaya asing yang tidak sesuai dengan kearifan lokal, bahkan dengan agama, juga tak jarang tersuguhkan di tengah-tengah masyarakat.

 

“Untuk itu semua, ya terapinya adalah kita tak henti-hentinya menanamkan aqidah, khususnya Ahlussunnah wal Jama'ah,” jelasnya.

 

Untuk menggeber jalannya roda organisasi agar lebih kencang dan efektif, Nyai Hj Nurul mengaku telah mengisi formasi kepengurusan PAC Muslimat NU Kalisat dengan kader yang qualified. Mereka terdiri dari kader yang berkualifikasi pendidikan S1 dan S2 di berbagai disiplin ilmu pengetahuan seperti bidang kesehatan, bidang ekonomi, sosial, dan jurnalistik.

 

“Tapi ikhtiar ini tetap mengharapkan dukungan dan doa para sesepuh NU dan Muslimat NU, kiranya Allah SWT meridlai dan mensuksekan segala rencana, demi kejayaan Islam ala Aswaja,” pungkasnya.

 

Acara yang dihadiri sekitar 2000 Muslimat itu, juga diisi dengan haul umum dan pembagian santunan yatim dan dhuafa.

 

Pewarta: Aryudi AR

Editor: Ibnu Nawawi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×