Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Wabah Corona Melanda, Masyarakat Harus Saling Bantu Sesama

Wabah Corona Melanda, Masyarakat Harus Saling Bantu Sesama
Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu H Auladi Rosyad. (Foto: NU Online/Faizin)
Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu H Auladi Rosyad. (Foto: NU Online/Faizin)
Pringsewu, NU Online
Di tengah mewabahnya virus Corona (Covid-19) di berbagai penjuru Indonesia, berbagai upaya harus terus dilakukan oleh setiap warga masyarakat. Usaha lahir dan batin sesuai kebijakan pemerintah dan arahan para alim ulama penting untuk dilakukan.
 
"Kebersamaan dan kepedulian dengan yang lain juga harus ditingkatkan selain usaha lahir dan batin," kata Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung H Auladi Rosyad, Senin (30/3) terkait kebijakan pemerintah bagi masyarakat untuk bekerja dari rumah.
 
Kebijakan ini di satu sisi merupakan usaha untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Namun di sisi lain kebutuhan hidup bagi masyarakat yang tidak memungkinkan bekerja dari rumah harus mendapatkan perhatian.
 
"Para kuli bangunan, tukang ojek, pedagang sayuran di pasar tidak mungkin bisa bekerja dari rumah. Otomatis kepedulian kita untuk berbagi rezeki dengan sesama harus ditumbuhkan," katanya kepada NU Online.
 
Oleh karenanya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membantu para fakir, miskin yang saat ini semakin sulit dalam mencari rezeki. "Mari gerakkan jiwa sosial kita untuk peduli kepada sesama di tengah wabah Corona yang melanda," ajaknya.
 
Ia juga mengingatkan kepada para pemilik usaha yang selama ini mampu meraih hasil dari pekerja atau karyawannya untuk berbagi rezeki dan saatnya membantu di masa-masa yang sulit saat ini. "Mereka tidak boleh tutup mata di tengah kesulitan yang dihadapi oleh karyawannya," tegasnya.
 
Langkah yang bisa ditempuh para pengusaha atau pun orang kaya adalah dengan memberi sumbangan atau semacam bantuan pinjaman lunak bagi mereka. Di samping membantu, langkah ini juga akan mengurangi permasalahan sosial yang muncul akibat kebijakan pembatasan aktivitas oleh pemerintah.
 
Pengasuh Pesantren Al Muawanah Pajaresuk Pringsewu ini juga berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan dan merealisasikan bantuan bagi warga kurang mampu di tengah pandemi Corona. 
 
Apalagi di beberapa daerah sudah ada kebijakan karantina lokal yang diambil oleh pamong daerah tersebut. Warga yang masuk ataupun keluar daerah sudah dibatasi. Ini perlu dikoordinasikan dengan pemerintah melalui peraturan yang jelas sehingga tidak menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat.
 
"Apalagi saat ini sudah mulai ada para pemudik yang pulang kampung. Ketika mereka tidak menyadari kebijakan yang diambil oleh daerah tersebut maka akan terjadi kesalahpahaman," ungkapnya.
 
Pulang kampung adalah hak bagi mereka. Namun, dalam situasi dan kondisi saat ini mereka harus menimbang manfaat dan mudaratnya. "Tidak ada yang tahu apa mereka membawa virus atau tidak dari perantauan maupun saat dalam perjalanan pulang kampung," ingatnya.
 
Sehingga ia pun menegaskan dan berharap semua elemen masyarakat mematuhi kebijakan pemerintah dan tidak bertindak semaunya sendiri agar wabah Corona bisa dilewati dengan baik.
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×