Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Isra Miraj PCINU Amerika-Kanada Rajut Ukhuwah Antarormas dan Komunitas

Isra Miraj PCINU Amerika-Kanada Rajut Ukhuwah Antarormas dan Komunitas
Tangkap layar Rais Syuriyah PCINU Amerika Serikat-Kanada (PCINU AS-K) Prof Shalahudin Kafrawi pada Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw oleh PCINU AS-K secara daring, Ahad (20/02/2022).
Tangkap layar Rais Syuriyah PCINU Amerika Serikat-Kanada (PCINU AS-K) Prof Shalahudin Kafrawi pada Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw oleh PCINU AS-K secara daring, Ahad (20/02/2022).

Jakata, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Amerika Serikat-Kanada (PCINU AS-K) Prof Shalahudin Kafrawi menerangkan bahwa, peristiwa Isra Mi'raj yang dirayakan setiap tahunnya oleh seluruh umat Muslim di seluruh dunia, adalah momen untuk belajar saling menghargai antarsesama. 

 

"Peristiwa Isra' Mi'raj itu merupakan pergerakan teologis yang dilakukan Rasulullah untuk merangkul dan menyatukan berbagai segmen masyarakat di Arabia," terangnya saat memberikan sambutan dalam acara Pengajian Akbar untuk memperingati Harlah NU Ke-99 sekaligus Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw oleh PCINU AS-K, Ahad (20/02/2022).

 

Selanjutnya, peringatan tersebut mengandung banyak nilai, yang tentunya harus dipahami oleh seluruh umat Muslim untuk senantiasa menebarkan Islam yang ramah dan toleran. 

 

"Dengan refleksi peristiwa masa lalu ini kita semua dapat kembali menarik, membumikan nilai-nilai Islam yang inklusif, toleran, untuk kerja bareng, untuk perdamaian dunia," paparnya.

 

Sementara itu, Ketua PCINU AS-K, Muhammad Izzul Haq, menyampaikan kepada seluruh hadirin supaya selalu menjaga silaturahmi, baik antara Pengurus bahkan sesama Muslim setempat. 

 

"Semoga silaturahim ini dapat mempererat ukhuwah dan persaudaraan diantara kita sesama Muslim yang berada di wilayah Amerika Serikt dan Kanada," paparnya saat memberikan sambutan yang dilaksanakan melalui online.

 

Gus Izzul, sapaan akrabnya menuturkan salah satu bentuk komunikasi yang harus terus dibangun, salah satunya untuk melaksanakan ide dan gagasan yang telah dicanangkan. Sehingga penyebaran nilai-nilai Islam yang rahmatan lil'alamin dapat terus meluas, khususnya di Amerika Serikat dan Kanada. 

 

"Ukhuwah yang perlu kita kokohkan dan konkretkan, nanti bisa bekerja sama di beberapa event dan yang paling penting mensyiarkan Islam yang rahmatan lil'alamin," tuturnya.

 

Selain itu, Gus Izzul juga menjelaskan kondisi PCINU Amerika Serikat-Kanada sebagai PCINU paling luas dan besar karena meliputi dua negara. Adapun anggotanya tidak hanya mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, namun merambah warga setempat baik citizen maupun permanent resident.

 

Kegiatan yang mengangkat tema Aktualisasi Nilai Isra' Mi'raj dalam Meningkatkan Ibadah dan Mempererat Ukhuwah ini dihadiri oleh Rofiq Muzakkir (Ketua PCI Muhammadiyah Amerika), Aria Novianto (Presiden IMSA/Indonesian Muslim Society in America), Perwakilan ICMI USA, Dompet Dhuafa USA, dan Imam Shamsi Ali-Presiden Nusantara Foundation. Dihadiri juga oleh perwakilan masjid komunitas Muslim Indonesia dan lokaliti pengajian diaspora Muslimin Indonesia di AS dan Kanada.

 

Sebelum ceramah dimulai, diadakan pembacaan Ratib Al Haddad yang dipimpin oleh AM Mustain Nasoha, mahasiswa pascasarjana Islamic University of Minessota, dilanjutkan dengan pembacaan doa khatmil Quran oleh Ustadz Dr. A.R. Bahry dari Islamic Center of Cleveland, Ohio.

 

Kegiatan pengajian yang menghadirkan Kiai Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Umum PBNU, ini dibuka dengan pagelaran salawat akustik yang ditampilkan oleh Aziz A. Fachrudin, mahasiswa pascasarjana di Arizona State University.

 

Dalam ceramahnya, Kiai Zulfa menyampaikan tentang keberhasilan NU yang mendunia hanya akan tercapai jika anggotanya mampu mewujudkan mandat kemanusiaan yang inklusif. 

 

"Kalau kita masih belum selesai tentang ukhuwah ini; antar ormas atau sesama muslim. Maka bagaimana kita mau berbicara tentang kemanusiaan inklusif yang terbuka," ucapnya.

 

Dirinya berharap menjelang satu abad NU, seluruh anggota dan pengurus, selain dapat merawat jagad tapi juga memupuk ukhuwah insaniyah sebagai amanat dari mandat peradaban.

 

"Ke depan saya (khususnya) tidak ingin ada lagi keributan-keributan antar ormas. Apalagi jika yang diributkan masalah-masalah khilafiyah," harapnya.

 

Di akhir acara, MC Ulfah Ilyas dari Montreal mempersilakan Imam Shamsi Ali untuk membacakan doa.

 

Kontributor:Wahyu Akanam
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler Internasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×