Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Terima Dubes Jepang dan Amerika Serikat, PBNU Jajaki Kerja Sama Perguruan Tinggi

Terima Dubes Jepang dan Amerika Serikat, PBNU Jajaki Kerja Sama Perguruan Tinggi
Gus Yahya itu mengemukakan bahwa pendidikan menjadi salah satu tantangan kepemimpinannya di NU saat ini. Pasalnya, bagian ini memiliki beberapa persoalan mendasar terkait pembelajaran.
Gus Yahya itu mengemukakan bahwa pendidikan menjadi salah satu tantangan kepemimpinannya di NU saat ini. Pasalnya, bagian ini memiliki beberapa persoalan mendasar terkait pembelajaran.

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menerima kunjungan dua duta besar, yakni Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y Kim di Gedung PBNU Lantai 2, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta pada Selasa (1/3/2022).


Dalam kesempatan tersebut, kiai yang akrab disapa Gus Yahya itu mengemukakan bahwa pendidikan menjadi salah satu tantangan kepemimpinannya di NU saat ini. Pasalnya, bagian ini memiliki beberapa persoalan mendasar terkait pembelajaran.


Karenanya, Gus Yahya menyampaikan bahwa PBNU perlu menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperbaiki sistem pembelajaran dengan kurikulum yang juga baik.


“Kita ingin bekerja sama dengan universitas-universitas internasional untuk mengembangkan kurikulum,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu kepada Dubes Sung Y Kim.


Hal serupa juga ia sampaikan kepada Dubes Kenji. Gus Yahya mengatakan bahwa PBNU perlu mencari kesempatan kerja sama dalam beberapa program berkaitan dengan perguruan tinggi.


“Kita bisa mencari kesempatan bekerja sama dengan kampus-kampus untuk beberapa program,” kata kiai kelahiran Rembang, Jawa Tengah 56 tahun yang lalu itu


Sebab, jelas Gus Yahya, masyarakat sekarang sedang menghadapi pembaharuan sistem pendidikan, seperti pembelajaran secara virtual. Hal demikian tentu berdampak pada ekosistem pendidikan itu sendiri sehingga menurutnya perlu pengayaan sumber pengetahuan yang dapat dan mudah diakses bagi kalangan pelajar. “Kita perlu strategi terbaik untuk mengatasi permasalahan pembelajaran saat ini,” katanya.


Ditanya soal tantangan lainnya, Gus Yahya mengungkapkan bahwa NU tengah bergerak untuk mengonsolidasikan diri di lingkup internalnya. Sebab, bukan hal aneh ada perbedaan pandangan di tubuh NU.


Berikutnya, PBNU di era kepemimpinannya juga berupaya untuk memberikan kontribusi berupa solusi bagi peradaban dunia dengan aktif mengikuti dan terlibat dalam isu-isu internasional.


Menanggapi isu konflik yang berkembang saat ini, Gus Yahya menegaskan bahwa pihaknya menginginkan agar tidak ada penggunaan cara-cara kekerasan.


Dubes Kim mengapresiasi langkah PBNU dan Gus Yahya yang telah mempromosikan moderatisme di dunia internasional. Ia juga melihat rekam jejak Gus Yahya yang tampil di negaranya dalam menyampaikan toleransi. Diakui Gus Yahya, hal itu telah ia lakukan sejak tahun 2013 lalu.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Alhafiz Kurniawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler Internasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×