Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Psikolog Jelaskan Penyebab Seseorang Alami Gangguan Emosi

Psikolog Jelaskan Penyebab Seseorang Alami Gangguan Emosi
Psikolog Jelaskan Penyebab Seseorang Alami Gangguan Emosi
Psikolog Jelaskan Penyebab Seseorang Alami Gangguan Emosi

Jakarta, NU Online
Psikolog dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta Maryam Alatas mengatakan bahwa banyaknya pengalaman negatif yang ditahan atau dipendam hingga menumpuk berpotensi menjadi cikal bakal seseorang mengalami gangguan mental emosional.

 

Kecerdasan emosional yang terganggu dapat mengganggu kestabilan pengendalian emosi. Pada kasus tertentu, daya tahan terhadap stress menurun, mudah gelisah, khawatir, tersinggung, dan marah.

 

“Sebenarnya marah adalah emosi yang wajar dimiliki manusia, hanya saja kita perlu memiliki kemampuan untuk mengelolanya. Memiliki kemampuan untuk mengelola emosi atau melakukan regulasi emosi menjadi penting,” jelas Maryam Alatas kepada NU Online, Selasa (4/10/2022).


 
Faktor genetik diketahui sebagai salah satu faktor mempengaruhi kecerdasan emosi. Kendati begitu, Maryam menerangkan bahwa faktor lingkungan juga turut berkontribusi.

 

“Ada faktor genetik dan lingkungan yang mempengaruhi,” kata Kepala Unit Pelayanan dan Pengembangan Psikologi (UP3) Unusia tersebut.

 

Maka, Maryam mengingatkan pentingnya memilih lingkungan dan pergaulan positif . Hal itu juga perlu diimbangi dengan melatih pengendalian mulai dari sendiri agar mampu mengontrol emosi.

 

“Ketika ada suatu hal yang membuat marah, sebaiknya diam dulu sebentar untuk mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Coba analisa dan berempati, misalnya ketika ada seseorang yang melakukan suatu perilaku yang membuat kita marah, coba untuk berempati, memposisikan diri kita jika menjadi orang tersebut,” ungkap Maryam.

 

“Carilah seribu alasan, mengapa ia melakukan itu? Alasan-alasan ini yang bisa berdampak dan membuat kita memahami perilaku orang tersebut,” tambahnya.

 

Selain itu, lanjutnya, melakukan aktivitas fisik dengan berolahraga, menjalankan hobby, atau melakukan aktivitas positif lainnya turut membantu proses meningkatkan kecerdasan emosional.

 

“Bisa juga relaksasi, bisa juga dengan mendoakan orang yang kita benci, ini bisa dicoba,” ujar dia.

 

Melansir artikel “How to Build Good Emotional Health”, menjaga kesehatan emosional sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Hal ini karena kesehatan emosional yang terjaga dapat membuat seseorang memiliki ketahanan terhadap stres.

 

Lalu, seseorang juga berpotensi memiliki hubungan yang lebih dalam dengan orang lain. Memiliki keterampilan untuk mengelola emosi, akan memudahkan seseorang untuk terhubung dengan orang lain dan menunjukkan lebih banyak empati dan kasih sayang.

 

Selain itu, kesehatan emosional yang baik membantu seseorang terlihat tetap kuat meskipun ada tantangan.

 

Terakhir, memiliki pandangan positif membuat seseorang merasa lebih berenergi sehingga dapat berpikir dengan lebih jernih dan fokus. Sebaliknya, kesehatan emosional yang buruk akan menghabiskan energi dan menyebabkan kelelahan.

 

Pewarta: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Aiz Luthfi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Kesehatan Lainnya

Terpopuler Kesehatan

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×