Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Dua Kecamatan dan Delapan Desa Terdampak Erupsi Semeru

Dua Kecamatan dan Delapan Desa Terdampak Erupsi Semeru
Anggota Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) sedang membantu evakuasi korban erupsi Gunung Semeru. (Foto: LPBINU Lumajang)
Anggota Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) sedang membantu evakuasi korban erupsi Gunung Semeru. (Foto: LPBINU Lumajang)

Jakarta, NU Online

Sejumlah delapan desa dari dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terdampak semburan awan panas gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021) sore.


Dua kecamatan terdampak erupsi tersebut adalah Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo. Sebanyak lima desa di Kecamatan Candipuro yang terdampak erupsi adalah Desa Sumberwuluh, Sumbermujur, Penanggal, dan Sumberrejo.


Adapun di Kecamatan Pronojiwo, terdapat tiga desa terdampak erupsi Semeru yakni Desa Supiturang, Sumberurip, dan Oro Oro Ombo.


Upaya penyelamatan dan evakuasi warga masih terus berlangsung. Tim NU Peduli Semeru yang terdiri dari gabungan personel LPBINU, LAZISNU, dan Banser mengevakuasi para warga terdampak ke beberapa titik pengungsian seperti di Balai Desa Penanggal, Masjid Jarit, Balai Desa Sumberwuluh, dan beberapa rumah warga yang aman.


Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Lumajang, Abdul Majid Ridwan mengatakan saat ini tidak ditemukan adanya korban jiwa akibat erupsi Semeru tersebut. Kendati demikian, sejumlah puluhan orang dikabarkan mengalami luka-luka.


"Untuk update sementara, korban meninggal dunia nihil, luka ringan 5 jiwa, dan luka berat 32 jiwa," kata Ridwan kepada NU Online, Sabtu (4/12/2021) malam.


Para korban kemudian dievakuasi ke tempat layanan kesehatan. Sejumlah 25 orang dibawa ke Puskesmas Penanggal, dan 12 orang lainnya dirujuk ke beberapa rumah sakit, yakni Rumah Sakit Daerah Dokter Hafidz, dan Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang.


Sementara itu, jembatan Gladak Perak sebagai jalur pengevakuasian utama juga dikabarkan ambruk. Jembatan tersebut merupakan penghubung antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.


"Akses jembatan Perak untuk sementara ini putus total,” ujar Ridwan.


Ridwan mengatakan beberapa kebutuhan logistik sangat dibutuhkan oleh warga terdampak saat ini. 


"Saat ini kebutuhan mendesak seperti makanan cepat saji, air mineral, susu balita, vitamin, masker, selimut, pampers, pembalut, terpal, dan tikar," terang Ridwan.


Terdapat dua Posko NU Peduli Semeru, yakni pertama di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Candipuro, dan kedua di Gedung MWCNU Pronojiwo.


Gunung Semeru dilaporkan mengeluarkan awan panas ke arah Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu 4 Desember 2021 pukul 15:20 WIB. Proses evakuasi warga masih terus berlangsung hingga saat ini.


Untuk menyalurkan donasi terbaik terkait tanggap bencana erupsi Gunung Semeru, bisa melalui LPBINU Lumajang di nomor rekening 3456777703 (BNI).


Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×