Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Farel Prayoga Gagal Bawakan Lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' di Istana, Beberapa Pihak Menduga Ini Penyebabnya

Farel Prayoga Gagal Bawakan Lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' di Istana, Beberapa Pihak Menduga Ini Penyebabnya
Farel Prayoga saat menyanyi di Istana Negara/ Foto: dok. Channel YouTube Sekretariat Negara.
Farel Prayoga saat menyanyi di Istana Negara/ Foto: dok. Channel YouTube Sekretariat Negara.

Jakarta, NU Online

Upacara memperingati Hari Kemerdekaan Ke-77 Republik Indonesia, Rabu (17/8/2022) di Istana Negara Jakarta semakin meriah dengan kehadiran Farel Prayoga. Penyanyi cilik asal Banyuwangi, Jawa Timur ini membawakan lagu “Ojo Dibanding-bandingke” yang sebelumnya telah dipopulerkan Deni Caknan bersama Abah Lala. Lagu tersebut belakangan makin viral di media sosial Tiktok dengan suara Farel.

 

Farel membawakan lagu berbahasa Jawa itu setelah Gita Bahana Nusantara menyanyikan beberapan lagu nasional. Melihat suara Farel yang stabil dan melengking, Presiden Jokowi terlihat gembira. Bahkan Iriana Jokowi beberapa kali terlihat berjoget ringan menikmati lagu “Ojo Dibanding-bandingke”.

 

Penampilan anak yang saat ini duduk di kelas 6 sekolah dasar itu juga membuat pejabat tinggi negara dan seluruh tamu undangan terperanjat penasaran. Semua tersenyum dan bersuka cita dengan warna baru di istana . Bahkan para diplomat luar negeri turut mesam-mesem melihat penampilan Farel.

 

Setelah Farel selesai menyanyikan “Ojo Dibanding-bandingke”, Indra Bekti sebagai pemandu acara nyanyi tersebut menyampaikan kepada Jokowi bahwa Farel meminta bernyanyi sekali lagi.

 

“Ini anaknya minta sekali lagi boleh?” kata Indra Bekti.

 

“Joko Tingkir,” pinta Jokowi dari atas mimbar sambil tertawa.

 

“Joko Tingkir, izin sekali lagi nggih,” sambut Farel.

 

Sempat terdengar intro musik. Tapi lagu “Joko Tingkir” belum juga dinyanyikan. Farel, Indra Bekti, dan beberapa orang sempat terlihat berdiskusi. Akhirnya, lagu “Joko Tingkir” urung dinyanyikan. Bahkan sempat membuat Jokowi berdiri sambil tersenyum karena lagu permintaannya belum juga dinyanyikan.

 

“Nuwun sewu (mohon maaf), ini lagunya yang tadi aja boleh, sekali lagi?” ucap Indra Bekti.

 

Farel kemudian kembali menyanyikan lagu “Ojo Dibanding-bandingke”. Dalam kesempatan kedua itu, Farel diiringi oleh beberapa tokoh yang juga turun dari kursinya untuk berjoget bersama di dekat Farel.

 

Beberapa pejabat yang turun untuk mendampingi Farel nyanyi di antaranya, Menkeu Sri Mulyani, Menhan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erik Thohir, Menaker Ida Fauziyah, menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, Indra Bekti, Putri Indonesia 2020 Ayu Maulida, dan lainnya.

 

Selain membawakan lagu “Ojo Dibanding-bandingke”, dalam gladi resik, ternyata Farel memang mempersiapkan lagu “Joko Tingkir Ngombe Dawet”. Hal itu terlihat pada unggahan reels di instagram @jokowi. Dalam gladi resik yang dilakukan sehari sebelum pelaksanaan upacara itu, Jokowi sempat berbincang bersama Farel.

 

“Rel, kamu kelas berapa?” tanya Jokowi.

 

“Kelas enam,” jawab Farel.

 

“Anu loh ya, boleh nyanyi tapi jangan lupa belajar,” ucap Jokowi.

 

“Iya siap,” ujar Farel.

 

“Jangan lupa juga sekolah terus sampai setinggi-tingginya. Udah pesan Pak Jokowi itu aja,” imbuh Jokowi.

 

“Oke, siap, siap,” jawab Farel yang berkeinginan menjadi penyanyi sukses.

 

Terkait alasan mengapa Farel gagal membawakan lagu “Joko Tingkir Ngombe Dawet” yang dipopulerkan Trio Tingkir, hingga sekarang belum ada penjelasan resmi dari istana. Hanya saja, belakangan ini lagu koplo "Joko Tingkir Ngombe Dawet" diprotes karena dinilai tidak pantas. 

 

Beberapa pihak seperti Gus Muwafiq, Asosiasi Kiai Lamongan, akademisi UINSA Surabaya, KH Anwar Zahid, dan terakhir Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengajukan protes.
 

Para pihak yang menyoal menilai lagu parikan "Joko Tingkir Ngombe Dawet" tidak mencerminkan kebudayaan, dan jauh dari kepantasan.  

 

Mereka menilai lagu "Joko Tingkir" disinyalir merujuk pada tokoh Joko Tingkir, raja sekaligus pendiri kerajaan Pajang yang memerintah pada rentang tahun 1568 - 1582 dengan gelar Sultan Hadi Wijaya atau Adi Wijaya.

 

Gus Muwaffiq bahkan merasa jengkel dengan pengarang lirik “Joko tingkir ngombe dawet, Jo dipikir marai mumet,” ini. Dia mengatakan, pengarang tidak mengetahui sejarah. Joko Tingkir, kata dia, bukanlah orang sembarang. Joko Tingkir adalah ulama besar yang menurunkan ulama-ulama di Jawa. 

 

Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Zunus Muhammad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×