Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Holland Taylor Ungkap Dakwah NU Jadi Rujukan Masyarakat Barat Belajar Agama

Holland Taylor Ungkap Dakwah NU Jadi Rujukan Masyarakat Barat Belajar Agama
Holland Taylor dalam Seminar Internasional Moderasi Beragama pada Rakernas IX LD PBNU di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Rabu (26/10/2022). (Foto: NU Online/Sofyan Anom)
Holland Taylor dalam Seminar Internasional Moderasi Beragama pada Rakernas IX LD PBNU di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Rabu (26/10/2022). (Foto: NU Online/Sofyan Anom)

Jakarta, NU Online

Pejabat Eksekutif Tertinggi atau CEO Center for Shared Civilizational Values (Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama) C Holland Taylor mengakui dakwah yang dilakukan Nahdlatul Ulama (NU) sangat bagus. Bahkan, menjadi sumber rujukan bagi masyarakat barat dalam belajar agama. 


Hal itu diungkapkan Holland dalam Seminar Internasional Moderasi Beragama pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Rabu (26/10/2022).


Holland menuturkan, masyarakat barat sebenarnya sangat ingin belajar tentang Islam tetapi kebanyakan dari mereka takut salah memilih sumber rujukan. 


"Maka NU ini sangat bagus untuk berdakwah dan menjadi sumber untuk mengajarkan keagamaan di negara barat," ungkap pria asal Amerika yang menjadi Pimpinan Bayt Ar-Rahmah li ad-Da'wa al-Islamiyah Rahmatan li al-'Alamin itu.


Ia lantas menyarankan kepada para pendakwah NU untuk mampu merambah di dunia digital. Tujuannya agar bisa melakukan kontranarasi terhadap pemahaman keagamaan yang kaku. 
 

Menurut Holland, para dai mesti memahami mentalitas dari objek dakwah, salah satunya dengan menyesuaikan terhadap budaya dan kearifan lokal setempat.


Holland juga berharap, pendakwah NU mampu meningkatkan kualitas diri sehingga bisa melakukan dakwah di dunia internasional.


"Jika ingin melebarkan sayap ke kancah internasional harus menguasai bahasa internasional, minimal menguasai bahasa inggris," tutur pendiri LibForAll Foundation itu.


Selain itu, Holland menganalogikan orang-orang yang berpemahaman kaku sebagai rumput yang kering dan mudah terbakar. Karenanya, rumput-rumput itu harus kembali dihijaukan.


"Kita harus menghijaukan rumput itu melalui LDNU karena rumput yang hijau itu tidak mudah terbakar," tuturnya. 


Sebagai informasi, kegiatan Seminar Internasional ini merupakan kerja sama antara LD PBNU dengan Balai Litbang Agama Jakarta (BLAJ). Pada kesempatan ini, hadir pula sebagai pembicara Staf Khusus Menteri Agama RI Isfah Abidal Aziz dan Ulama asal Mesir Syekh Musthafa Zahran. 


Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×