Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Cerpen Daerah Ubudiyah Internasional Seni Budaya Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi Tafsir Hikmah Obituari Nikah/Keluarga Ramadhan Pustaka Humor

ISNU Harap PBNU Instruksikan Gerakan 'Ayo Menanam'

ISNU Harap PBNU Instruksikan Gerakan 'Ayo Menanam'
Gerakan 'Ayo Menanam' sebagai antisipasi tingginya harga pangan karena dampak Corona, terlebih menjelang berakhirnya musim hujan. (ilustrasi)
Gerakan 'Ayo Menanam' sebagai antisipasi tingginya harga pangan karena dampak Corona, terlebih menjelang berakhirnya musim hujan. (ilustrasi)
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) Ali Masykur Musa berharap, PBNU menginstruksikan Gerakan 'Ayo Menanam' kepada pengurus NU, banom, lembaga, dan pesantren.
 
Hal ini agar para santri, alumni, jamaah, mulai  memperbanyak menanam tanaman di lahan-lahan yang dimiliki.
 
Harapan tersebut ia sampaikan mengingat Status Darurat Nasional Covid-19 diperpanjang oleh Badan Nasional Penanggulanggan Bencana (BNPB) hingga akhir Mei 2020. Setelah itu, virus corona diprediksi mulai menghilang.
 
"Asumsinya, akhir Mei atau Juni datang musim kemarau. Jika terjadi anomali cuaca, tentu akan sulit mengendalikan wabah," katanya, Sabtu (28/3). 
 
Cak Ali, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa saat ini produksi bahan pokok dan distribusinya tersendat. Jikalau asumsi normal Mei atau Juni kemarau, pertanyaannya kapan produksi dan panennya.
 
"Impor pangan pun saya kira tidak gampang. Sebab, situasi negara luar juga mengalami kondisi yang sama sulit. Musim kemarau, kalau normal enam bulan (Juni-November). Sementara wilayah timur bisa sembilan bulan," terangnya.
 
Karena itu, menurut dia, jika tidak bisa mengendalikan kebutuhan pangan, akan terasa sulit sampai akhir 2020 ini. "Baru bisa normal lagi ya tahun depan," ungkap Cak Ali. 
 
Sebelumnya, lanjut Cak Ali, menerima aspirasi ISNU di bawah, khususnya dari Malang. Mereka mengusulkan agar PP ISNU mengomunikasikan kepada PBNU terkait gagasan tersebut. "Intinya, ada instruksi kepada seluruh kader NU di seluruh penjuru Tanah Air untuk memperbanyak tanaman apa saja," ujarnya.
 
Hal itu, kata dia, dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan pangan 1-3 bulan ke depan. Sekarang saja sembako sudah mahal. "Gula sudah ada yang 20 ribu, di toko-toko sudah langka. Mie instan, dan sembako lain mulai mahal," tutur Cak Ali menyampaikan usulan ISNU Malang. 
 
Harapan agar PBNU menginstruksikan Gerakan 'Ayo Menanam' sebelumnya dikeluarkan oleh ISNU Malang. Cak Ali memandang sudah betul saran dari PC ISNU Malang tersebut, dan perlu ditindaklanjuti.
 
"Manajemen pangan, dari mulai produksi, inventory, distribusi, end user, harus dijaga dan dikelola secara baik seperti analisis Sahabat Addin dari Departemen Keanggotaan dan Kaderisasi PP ISNU," ungkapnya.
 
Menurut pria asal Tulungagung ini, jika dalam 2-3 bulan ke depan terus seperti ini akan rawan terjadi kejahatan sosial, baik penjarahan, pencurian, perampokan, atau pun yang lebih dahsyat dari itu.
 
"Sejatinya Warga NU sudah siap makan daun singkong, bayam, kenikir, sawi, kangkung, dan lain-lain. Setidaknya, 90 juta bangsa Indonesia di bawah naungan NU lebih tahan hidup," tandasnya.
 
Cak Ali menambahkan, Gerakan 'Ayo Menanam' bisa dilakukan melalui Lembaga Pertanian NU dan bersinergi dengan Ansor-Banser. "Bisa juga membentuk Satgas khusus untuk mengantisipasi kelangkaan pangan. Semoga tidak terjadi yaa," harapnya.
 
Ketua PC ISNU Kabupaten Malang Abdullah Sam, dalam usulan yang disampaikan kepada ISNU Pusat mengatakan tidak sekedar takut Covid-19.
 
"Yang kita khawatirkan bukan Corona saja. Akan tetapi, 'penumpang gelap' dari wabah ini yang ingin mengambil keuntungan dalam situasi sulit," ujarnya.
 
Pewarta: Musthofa Asrori
Editor: Kendi Setiawan


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×