Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Jenuh Pembelajaran Daring, IPNU: Perlu Kreativitas, Kolaborasi, dan Produktivitas

Jenuh Pembelajaran Daring, IPNU: Perlu Kreativitas, Kolaborasi, dan Produktivitas
Survei Student Research Center IPNU Jawa Timur menyebutkan mayoritas pelajar merasa bosan dengan pembelajaran yang dilangsungkan secara daring (dalam jaringan) atau online.
Survei Student Research Center IPNU Jawa Timur menyebutkan mayoritas pelajar merasa bosan dengan pembelajaran yang dilangsungkan secara daring (dalam jaringan) atau online.
Jakarta, NU Online
Survei Student Research Center (SCC) Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur menyebutkan mayoritas pelajar merasa bosan dengan pembelajaran yang dilangsungkan secara daring (dalam jaringan) atau online. 

“Banyak terjadi kebosanan, mereka butuh kreativitas, sampai 92 persen,” kata Lukman Hakim, pengajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, saat Webinar Lembaga Komunikasi Perguruan Tinggi (LKPT) pada Ahad (19/4).

Lukman menjelaskan bahwa pembelajaran tetap harus dilanjutkan dalam situasi wabah pandemi Covid-19 ini. Namun, pembelajaran itu harus difokuskan pada hasilnya, yakni meningkatkan learning outcome-nya. Karenanya, ia menegaskan bahwa harus ada tiga aspek yang ditekankan dalam pembelajaran daring.

Pertama, jelasnya, adalah kolaborasi. Rekan satu kelas bukanlah pesaing, melainkan mitra yang harus diajak kolaborasi untuk bersama meningkatkan capaian pembelajaran.
 
Kedua, kreativitas. Hal ini, menurutnya, bisa diasah dengan pengalaman ataupun sesuatu yang berbeda dengan arus utama. Ketiga, terakhir adalah produktivitas.

“Tiga hal ini berorientasi kepada kesiapan mereka nanti ketika mereka lulus, meskipun kondisi perkuliahannya seperti ini,” katanya.

Tak ayal, ia memberikan tugas khusus kepada mereka untuk menyatukan tiga hal tersebut dalam pembelajarannya, yakni meminta mereka untuk menganalisis budaya tertentu yang terjadi di media sosial. Hasilnya harus divisualisasikan dalam bentuk video atau flyer yang diunggah pada akun medsos masing-masing.

“Menganalisis dan memvisualisasikannya ke dalam bentuk video atau flyer dan saya minta upload ke medsos mereka sehingga ada jejak produktivitasnya,” jelasnya.

Melengkapi Lukman, Sekretaris Umum PP IPNU Mufarrihul Hazin menyampaikan bahwa memang sebetulnya pembelajaran dilakukan bukan sekadar untuk mengirimkan pengetahuan kepada para pelajar. Lebih dari itu, perkuliahan juga harus mengintegrasikan tri dharma perguruan tinggi.

“Ketika dalam proses pembelajaran tidak melulu transfer knowledge, tetapi juga melakukan pengabdian terhadap masyarakat dan penelitian menjadi satu dan terintegrasi dalam sebuah perkuliahan itu,”

Senada dengan data yang disajikan Lukman, Pengajar Universitas Indonesia Ahmad Baedowi juga menyampaikan bahwa mayoritas mahasiswanya mengalami hal yang sama. Survei yang dilakukannya secara personal menunjukkan berbagai kendala dialami oleh sivitas akademika. 

Terlebih mereka yang telah pulang ke daerahnya masing-masing, seperti jaringan sinyal yang belum memadai, dan tentu saja biaya lebih untuk kuota internet.

Pewarta: Syakir NF
Editor: Fathoni Ahmad


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×