Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Ketua PBNU: Bergerak Bersama, Tak Ada yang Mustahil 

Ketua PBNU: Bergerak Bersama, Tak Ada yang Mustahil 
Ketua PBNU KH Miftah Faqih, saat mengisi PMKNU di Metro Lampung, Rabu (23/11/2022) menegaskan, kebersamaan menjadi kekuatan meraih tujuan bersama. (Foto: NU Online/M Faizin)
Ketua PBNU KH Miftah Faqih, saat mengisi PMKNU di Metro Lampung, Rabu (23/11/2022) menegaskan, kebersamaan menjadi kekuatan meraih tujuan bersama. (Foto: NU Online/M Faizin)

Metro, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftah Faqih menegaskan bahwa kebersamaan menjadi sebuah kekuatan untuk meraih tujuan bersama. Dengan bergerak bersama sesuatu yang tadinya tidak mungkin dicapai, akan bisa digapai dengan mudah. 


"Ketika bergerak bersama tidak ada yang mustahil," katanya pada kegiatan Pendidikan Menengan Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) yang digelar di Kampus Institut Agama Islam Ma'arif NU Kota Metro, Lampung, Rabu (23/11/2022). 


Oleh karena itu, keberadaan jam’iyyah (perkumpulan) menjadi sangat penting sebagai wadah agar jamaah tidak tercera-berai. Menurutnya jika jamaah keluar dari jam'iyyah, bisa dipastikan akan menghadapi masalah. 


"Kebersamaan adalah niscaya. Yang keluar akan diterkam, akan dijadikan boneka. Seperti srigala yang memangsa kambing yang tercecer dari kelompoknya," katanya. 


Dalam mencapai tujuan bersama lanjutnya, setiap anggota atau kader harus mampu memberikan yang terbaik untuk menunjang visi dan misi jam’iyyah. Distribusi kader sesuai dengan kompetensinya perlu dimaksimalkan. Ia memberi contoh dalam berdakwah, harus ada yang menjadi pengajak kepada kebaikan, memerintahkan kepada yang baik, dan mencegah dari yang munkar. 


Ia pun menganalogikan para pengajak kebaikan adalah kader di legislatif, pemerintah kepada yang baik sebagai eksekutif, dan pencegah dari hal-hal yang munkar sebagai yudikatif. Semua itu dilakukan untuk memberikan pengkhidmatan atau layanan agar tujuan jam’iyyah bisa tercapai. 


Hal ini selaras dengan arah perjuangan Nahdlatul Ulama pada periode 2022-2027 yakni memberikan layanan yang bersifat inklusif. Dalam artian, perjuangan NU bukan hanya sebatas bagi warga NU namun bersifat global dengan tagline 'Merawat Jagad, Membangun Peradaban'. 


Kegiatan PMKNU yang digelar di Lampung ini merupakan Angkatan Ketiga. PMKNU sebelumnya digelar di Jawa Tengah untuk Angkatan Pertama, dan Angkatan Kedua di Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini digelar selama lima hari, Rabu-Ahad, 23-27 November 2022 dan diikuti oleh para pengurus inti PCNU se-Provinsi Lampung dan beberapa pengurus wilayah dan ketua lembaganya. 


Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung Pro Alamsyah mengatakan bahwa PMKNU di Lampung kali ini menjadi tolok ukur klaster A yang telah diberikan oleh PBNU kepada PWNU Lampung. 


"Alhamdulillah dengan persiapan waktu yang relatif singkat PMKNU di Lampung bisa digelar dan diikuti para pengurus inti dari PW dan PCNU se-Lampung," ungkapnya. 


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×