Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

PBNU: PMII Tetap Jadi Pelanjut Intelektual NU

PBNU: PMII Tetap Jadi Pelanjut Intelektual NU
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap PMII tetap menjadi agen perubahan, menjadi intelektual di masa depan, yang mampu melanjutkan intelektualitas tokoh-tokoh NU seperti Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid. (Foto: NU Online/Abdullah Alawi)
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap PMII tetap menjadi agen perubahan, menjadi intelektual di masa depan, yang mampu melanjutkan intelektualitas tokoh-tokoh NU seperti Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid. (Foto: NU Online/Abdullah Alawi)
Jakarta, NU Online 
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tepat berusia 60 tahun pada hari ini. Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menyampaikan ucapan selamat atas Harlah organisasi yang lahir di Surabaya, Jawa Timur, 17 April 1960. 
 
"Saya Ketua Umum PBNU mengucapkan alfu alfu mabruk kepada pergerakan mahasiswa Islam indonesia sehubungan dengan harlahnya ke-60," katanya di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (17/4).   

Kiai Said berharap, PMII tetap menjadi agen perubahan, menjadi intelektual di masa depan, yang mampu melanjutkan intelektualitas tokoh-tokoh NU seperti Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
 
"Tidak boleh padam. Tidak boleh kendor. Tidak boleh surut. Malah kalau bisa lebih dari beliau-beliau. Kalaupun tidak bisa, melestarikan, melanjutkan program dan intelektual beliau-beliau," tegasnya. 
 
Menurut kiai yang pernah menjadi santri Pondok Pesantren Kempek (Cirebon), Lirboyo (Kediri), dan Krapyak (Yogyakarta), ini, setiap anggota PMII harus yakin bahwa intelektualitas tokoh-tokoh NU adalah kebenaran. Benar dalam beragama dan benar dalam bernegara. 
 
"Nahnu ashabul haq. Harus yakin itu," tegas pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.
 
Lebih lanjut Kiai Said bercerita, sebagai putra tokoh NU di Cirebon, ia mendengar PMII sebagai organisasi mahasiswa NU. Apalagi dia aktif pula di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama. PMII adalah lanjutan dari organisasi pelajar tersebut.
 
"Ketika mahasiswa, saya tidak dianjurkan siapa-siap untuk masuk PMII karena saya tahu PMII sejak aktif di IPNU," katanya. "Ayah saya (KH Aqil Siroj) kan pengurus cabang, jadi, saya tahu organisasi mahasiswa NU," lanjutnya.
 
Kiai Said bercerita, ia masuk PMII saat Ketua Pengurus Cabang PMII Yogyakarta adalah Slamet Effendy Yusuf. Sehingga ia memiliki banyak kenangan bersamanya. 
 
"Saya pernah dimarahi Pak Slamet. Saya pernah diajak demo Pak Slamet saat kedatangan Menteri Agama ke IAIN. Diajak demo lagi saat kedatangan Ali Murtopo. Waktu itu tidak semua anggota PMII diajak demo. Saya termasuk yang diajaknya. Banyak kenangan bersamanya," katanya.

Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Kendi Setiawan


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×