Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Pemerintah Siapkan 16 Hektar untuk Hunian Tetap Warga Terdampak Gempa Cianjur

Pemerintah Siapkan 16 Hektar untuk Hunian Tetap Warga Terdampak Gempa Cianjur
Lahan yang akan dibangun hunian tetap oleh pemerintah berlokasi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. (Foto: Iwan Suprijanto/Dirjen Perumahan Kementerian PUPR)
Lahan yang akan dibangun hunian tetap oleh pemerintah berlokasi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. (Foto: Iwan Suprijanto/Dirjen Perumahan Kementerian PUPR)

Jakarta, NU Online

Pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 16 hektar untuk membangun hunian tetap (huntap) bagiw warga terdampak gempa bumi Cianjur, Jawa Barat. Lahan huntap tersebut berada di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, tepatnya di belakang Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur.


Lahan disediakan oleh pemerintah Kabupaten Cianjur, sedangkan pengerjaan huntap sebagai relokasi rumah warga yang mengalami rusak berat itu berada di bawah kendali Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


"Jadi 16 hektar telah disiapkan. Nanti Bupati (Cianjur) dan tim yang akan menentukan siapa dan penduduk mana yang akan pindah ke sini," kata Suharyanto, sebagaimana dikutip NU Online dari situs resmi BNPB, Kamis (1/12/2022). 


Lahan untuk relokasi huntap bagi warga terdampak gempa Cianjur itu telah dibuka menggunakan alat berat, mulai Rabu (30/11/2022) kemarin. 


Pengerjaan huntap ditargetkan akan selesai dalam waktu satu bulan untuk hunian tipe 36 atau 6x6 meter. Huntap dibangun menggunakan metode Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), sebuah teknologi konstruksi tahan gempa yang dapat dibangun dalam waktu cepat dengan menggunakan bahan beton bertulang pada staruktur utamanya. Setelah huntap selesai dibangun, lalu disusul pembuatan fasilitas umum.


Suharyanto menjelaskan, bagi warga yang direlokasi atau mendapatkan ganti rumah di tempat baru, maka rumah yang lama tak boleh lagi dihuni oleh masyarakat. 


"Begitu yang direlokasi sudah punya rumah dan hak tanah baru, tanah warga yang lama akan dikelola pemerintah agar warga tidak balik lagi ke sana," jelasnya. 


Ia menjelaskan, permukiman warga yang lama atau yang kini hancur akibat gempa akan dijadikan sebagai daerah hijau dan resapan air.


Sementara bagi warga yang rumahnya mengalami rusak ringan, Suharyanto mengingatkan agar dapat sambil memperbaiki rumahnya. Tetapi jika masih membutuhkan tenda keluarga, secara bertahap akan dilengkapi dan dilayani.


Hunian Sementara Gusdurian Peduli

Saat ini beberapa pihak mulai membangjn hunian sementara bagi warga. Gusdurian Peduli misalnya, tengah melakukan proses pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak gempa di Cianjur, Jawa Barat. Proses ini sudah dimulai sejak Sabtu (26/11/2022) hingga beberapa waktu ke depan. 


Ketua Umum Gusdurian Peduli A'ak Abdullah Al-Kudus mengatakan, pihaknya menargetkan akan membangun 30 unit huntara. Ia menjelaskan, dalam kondisi cuaca yang cerah, satu bangunan huntara membutuhkan waktu pengerjaan hanya satu hari. 


Gusdurian Peduli saat ini tengah menyelesaikan satu unit huntara sebagai prototipe dari bangunan-bangunan huntara yang akan dibangun selanjutnya. Kini, bangunan huntara yang kedua sedang dalam proses pengerjaan.


Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×