Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Saran PBNU agar Tidak Lagi Terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan

Saran PBNU agar Tidak Lagi Terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan
Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PBNU Muhammad Ali Yusuf.
Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PBNU Muhammad Ali Yusuf.
Jakarta, NU Online
Bencana asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera menjadi sorotan banyak pihak. Berbagai langkah dilakukan untuk menangani persoalan itu, seperti menerjunkan personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) memadamkan api di sejumlah titik dan pembagian masker untuk meminimalisir warga mengidap infeksi saluran pernafasan (ISPA).

Menurut Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PBNU Muhammad Ali Yusuf, di samping perlunya penanganan cepat, juga harus dilakukan berbagai upaya pencegahan untuk ke depannya, yakni dengan cara pemetaan hotspot atau keberadaan titik-titik api dan wilayah.

“Itu harus dideteksi betul dan itu kan bisa terdeteksi biar ke depan gak terulang,” kata Ali Yusuf di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (16/9).

Menurut Ali, jika hal itu dilakukan, maka ke depannya dapat disusun, seperti perencanaan bersama hingga pemberian hukuman dan perhargaan kepada daerah-daerah yang berhasil atau tidak dalam mencegah terulangnya karhutla.

“Ketika terjadi sesuatu di daerahmu, berarti kamu harus tanggung jawab. Menariknya kan di situ," ucapnya.

Ia mengatakan, hasil pemetaan-pemetaan itu nantinya menjadi dokumen publik, sehingga ketika ke depan kembali terjadi kebakaran, maka sudah dapat terdeteksi letak atau titik kebakarannya dan siapa yang harus bertanggung jawab.

“Saya gak tahu apa sekarang sudah seperti itu, saya kira belum, ya. Masyarakat harus tahu ketika kebakaran di daerah-daerah, titik-titik itu ‘oh, itu lahannya itu. tanggung jawab dong’. Meskipun juga tentu dibantu oleh pihak yang lain, tapi saya kira yang punya lahan itu yang paling bertanggung jawab,” terangnya.

Menyikapi kabut asap tersebut, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta pemerintah agar bertindak tegas terhadap pelaku karhutla. Selain itu, PBNU juga mendistribusikan 1 juta masker dan menginstruksikan Nahdliyin untuk menggelar shalat istisqa.

“NU juga menginstruksikan kepada pengurus dan warga NU untuk melaksanakan salat istisqa memohon pertolongan kepada Allah untuk segera menurunkan hujan agar kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan segera berakhir,” ujar Kiai Said..

Pewarta: Husni Sahal
Editor: Fathoni Ahmad


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×