Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Terpilih Kembali Jadi Ketum, Gus Nabil: Pagar Nusa Milik Bersama

Terpilih Kembali Jadi Ketum, Gus Nabil: Pagar Nusa Milik Bersama
Ketua Umum Pagar Nusa, M Nabiel Haroen, Rabu (7/12/2022) mengatakan hal terpenting adalah bersama-sama membangun dan meneruskan kerja-kerja organisasi yang selama ini dilakukan. (Foto: NU Online/Suwitno)
Ketua Umum Pagar Nusa, M Nabiel Haroen, Rabu (7/12/2022) mengatakan hal terpenting adalah bersama-sama membangun dan meneruskan kerja-kerja organisasi yang selama ini dilakukan. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Muchamad Nabil Haroen terpilih kembali menjadi ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa. 


Ia ditetapkan sebagai ketua umum setelah memperoleh 190 suara dari total 273 suara, mengungguli Sholahul Aam Notobuwono yang mendapat 84 suara dalam Sidang Pleno IV Kongres IV Pagar Nusa di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, pada Rabu (7/12/2022).


Usai dirinya terpilih kembali, Gus Nabil kemudian mengajak seluruh peserta Kongres IV Pagar Nusa se-Indonesia yang memadati ruangan Gedung Serba Guna Padepokan Pencak Silat TMII itu untuk saling bergandengan tangan.


"Kepada seluruh teman-teman dari mana pun, mari kita bergandengan tangan bersama. Ke depan, Pagar Nusa adalah milik kita bersama," ucap Gus Nabil dalam pidato pertamanya usai ditetapkan menjadi ketua umum PP PSNU Pagar Nusa masa khidmah 2022-2027.


Ia juga menyampaikan bahwa angka-angka atau perolehan suara dalam pemilihan ketua umum itu tidak terlalu penting. Hal terpenting menurutnya adalah bersama-sama membangun dan meneruskan kerja-kerja organisasi yang selama ini dilakukan. 


Gus Nabil juga memastikan, setelah ia kembali terpilih sebagai ketua umum PSNU Pagar Nusa itu maka sudah tidak ada lagi dualisme atau polarisasi di tubuh organisasi badan otonom NU ini.


"Saya tegaskan dan saya pastikan tidak ada lagi pendukung Gus Nabil atau bukan Gus Nabil. Siapa pun yang ada di ruangan ini, semuanya adalah sahabat saya," tegas pria yang kerap mengenakan blangkon dan sarung ini. 


Ia menegaskan, seluruh kader Pagar Nusa yang menyampaikan kritik dan saran sepanjang kongres berlangsung adalah orang-orang hebat. Menurut Gus Nabil, mereka itu orang-orang yang juga ingin membangun Pagar Nusa dengan caranya. 


Dalam pandangan Gus Nabil, perdebatan dan perseteruan selama kongres itu hanyalah proses dinamika organisasi. Ia menegaskan, kongres kali ini mengalami peningkatan kualitas karena sangat mengedepankan akhlak.


"Proses dinamika organisasi ini telah kita lalui selama berhari-hari. Kualitas kongres kita semakin meningkat, dan hari ini kita tunjukkan kepada seluruhnya bahwa akhlak adalah di atas segala ilmu," tegas Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) itu.


Berbagai riak kecil yang ada sepanjang Kongres IV Pagar Nusa adalah bagian dari dinamika organisasi yang harus menjadi pelajaran bagi seluruh kader dan pengurus Pagar Nusa yang hadir. Ia berharap, wadah para pendekar NU ini dapat menjadi organisasi yang lebih baik lagi.


"Semoga ke depan, apa yang sudah kita bahas dan kita putuskan bersama selama tiga hari ini, betul-betul membawa kebaikan untuk Pagar Nusa," harap Gus Nabil, diaminkan oleh seluruh peserta kongres. 


Mewakili panitia penyelenggara Kongres IV Pagar Nusa, Gus Nabil menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat pelayanan dan penyambutan yang kurang berkenan.


"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada yang salah dari panitia, yang salah adalah saya sebagai penanggung jawab dari kongres ini," pungkas Gus Nabil.


Diberitakan sebelumnya, Kongres IV Pagar Nusa bertema Menjura ke Angkasa, Mengakar ke Bumi, Menjaga Peradaban ini berlangsung selama tiga hari, Senin-Rabu, 5-7 Desember 2022.


Forum permusyawaran tertinggi Pagar Nusa ini dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, lalu ditutup oleh Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Akhmad Said Asrori, didampingi Ketua PBNU H Umarsyah dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Lukman Khakim. 


Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×