IMG-LOGO
Daerah

Habib Luthfi Pimpin Doa Nisfu Sya'ban di Kanzus Sholawat Pekalongan

Jumat 19 April 2019 11:30 WIB
Bagikan:
Habib Luthfi Pimpin Doa Nisfu Sya'ban di Kanzus Sholawat Pekalongan
foto ilustrasi
Pekalongan, NU Online
Rais 'Aam Idarah Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Hbib Luthfi bin Yahya akan memimpin doa nisfu sya'ban 1440 Hijriyah di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan Jawa Tengah.

Kegiatan yang akan dimulai dengan shalat maghrib berjama'ah itu dilaksanakan Sabtu (20/4). Selanjutnya, acara diisi dengan pembacaan surat Yasin dan doa nisfu sya'ban.

Ketua Pengelola Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan Faizin Sapali mengatakan, kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan setiap malam tanggal 15 Sya'ban selalu diikuti oleh ribuan jama'ah yang datang dari berbagai tempat di Pekalongan dan sekitarnya.

"Ini kegiatan yang sudah rutin digelar setiap malam 15 sya'ban, dan alhamdulillah Habib Luthfi bin Yahya berkenan hadir dan memimpin doa nisfu sya'ban" ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada jama'ah yang ikut hadir agar datang lebih awal, sehingga ketika acara dimulai jama'ah bisa mengikuti kegiatan degan khidmat. "Kegiatan ini terbuka untuk umum, silakan saja kepada masyarakat yang ingin ikut acara di Kanzus Sholawat ini," jelas Faizin.

Sya’ban berarti bulan penuh berkah dan kebaikan. Pada bulan ini Allah membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya. Karenanya, dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunah seperti puasa sunah. 

Hal ini sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Sebuah hadits mengatakan bahwa Nabi SAW lebih sering puasa sunah di bulan Sya’ban dibandingkan pada bulan lainnya, (HR Al-Bukhari).

Selain puasa, menghidupkan malam sya’ban juga sangat dianjurkan khususnya malam nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban). Maksud menghidupkan malam di sini ialah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam nisfu Sya’ban. 

Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Setidaknya terdapat tiga amalan yang dapat dilakukan pada malam nisfu sya’ban. Tiga amalan ini disarikan dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki. Pertama, memperbanyak doa. Kedua, membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya. Dan Ketiga, memperbanyak istighfar. (Muiz
Bagikan:
Jumat 19 April 2019 23:0 WIB
PCNU Kudus Ingatkan Pentingnya Jaga Silaturahim
PCNU Kudus Ingatkan Pentingnya Jaga Silaturahim
Ketua PCNU Kudus, HM Asyrofi Masyito (kanan)
Kudus, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus Jawa Tengah menyerukan kepada masyarakat, khususnya warga NU supaya kembali beraktivitas seperti biasa dan tidak menyimpan dendam, baik itu pribadi ataupun kelompok.

“Kami minta masyarakat kembali aktivitas sebagaimana biasanya. Hilangkan rasa dendam, benci dan permusuhan. Mari jalin silaturahim, toleransi dan saling menghargai,” tandas Ketua PCNU Kudus, HM Asyrofi Masyitho kepada NU Online, Jumat (19/04).

PCNU Kudus juga menyampaikan apresiasinya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), TNI, Polri dan jajaran penyelenggara yang telah menggelar Pemilu 2019 dengan baik, adil, jujur dan sukses.

“PCNU mengapresiasi dan penghargaan setinggi tingginya kepada penyelengara dan masyarakat yang telah memfasilitasi dan mengadakan, mengawasi, serta berpartisipasi dalam Pemilu sehingga berjalan dengan baik,” katanya.

Asyrofi berharap, pihak yang menang meyakini bahwa Allah mempercayakan amanah kebangsaan ini di pihak–pihak yang menang, sehingga jangan beranggapan kemenangan itu sebagai anugerah yang harus dinikmati, tetapi merupakan amanah yang harus diemban untuk kemaslahatan seluruh bangsa.

"Bagi yang belum beruntung, yakinlah bahwa semua itu ada hikmah yang akan Allah berikan manakala mau bersabar," lanjutnya.

"Di luar persoalan Pemilu, masih ada hal lagi yang penting itu sama–sama kita sadari, yaitu menjaga empat pilar bangsa Indonesia yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," tegasnya. (Adib/Muiz)
Jumat 19 April 2019 17:45 WIB
Usai Pemilu, Hoaks di Medsos Naik Hingga 40 Persen
Usai Pemilu, Hoaks di Medsos Naik Hingga 40 Persen
Pertemuan Wakapolres Tanggamus dengan Pengurus MUI Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Wakapolres Tanggamus, Lampung, Kompol Andik Purnomo Sigit mengungkapkan bahwa pasca Pemilu yang telah dilaksanakan serentak pada 17 April 2019 kemarin, berita hoaks di media sosial mengalami peningkatan cukup tinggi.

"Pada masa kampanye dan sebelum Pemilu ada 5-10 persen hoaks di media sosial. Tapi pasca Pemilu kali ini terjadi peningkatan hoaks sampai dengan 40 persen," ungkap Andik saat melakukan silaturahmi dengan jajaran Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pringsewu, Jumat (19/4) siang.

Menghadapi peningkatan berita hoaks tersebut ia berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah terprovokasi berita yang ia sebut sebagai berita Swing News (berita mengambang). Apalagi pemberitaan terkait Pemilu yang banyak dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu.

"Jangan mudah terpengaruh berita swing terkait Pemilu seperti upload C1 hasil Pemilu yang banyak dilakukan di media sosial," Andik mengingatkan.

Ia juga mengajak tokoh agama dan masyarakat untuk terus menggelorakan semangat persatuan seluruh elemen bangsa usai Pemilu digelar. Ajakan yang inkonstitusional juga harus dilawan agar apapun hasil yang dikeluarkan KPU sebagai penyelenggara dapat diterima oleh semua.

"Negara tak boleh kalah. Siapapun yang membuat negara tidak kondusif, harus dilawan," tegasnya.

Andik juga mengungkapkan perubahan perilaku masyarakat saat ini khususnya di media sosial terkait mudahnya terpengaruh pemberitaan. Jika sudah terpengaruh pemberitaan, ada kecenderungan masyarakat yang baru mengenal media sosial akan membenarkan berita yang salah dan menyalahkan berita yang benar.

"Kalau sudah dicuci otak tidak ada benarnya," ungkapnya

Sementara Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali menyampaikan apresiasinya kepada pihak kepolisian yang menggandeng semua elemen dalam mewujudkan pesta demokrasi yang aman, lancar, dan damai. Hal ini penting untuk terus dilakukan agar persatuan dan kesatuan bangsa baik dalam rangka Pemilu maupun di luar Pemilu tetap terjaga.

Terkait hasil dari Pemilu, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Pringsewu ini mengajak semua elemen masyarakat khususnya kontestan dan para pendukungnya untuk bersikap dewasa dan bersabar. Mekanisme Pemilu sudah ditentukan dan dilaksanakan oleh KPU sebagai penyelenggara.

"Jadi serahkan semua kepada mekanisme yang ada. Jangan mengklaim dan menganggap KPU melakukan kecurangan. Kalau memang merasa dirugikan bisa menempuh jalur hukum karena memang negara kita negara hukum," jelasnya.

Masyarakat khususnya umat Islam lanjut Kiai Hambali, juga harus mewaspadai pihak-pihak dan gerakan yang menggunakan agama sebagai alat untuk kepentingan perorangan ataupun kelompok.

"Mari lebih dewasa dan waspada dalam menghadapi masa usai Pemilu ini," pungkasnya. (Muhammad Faizin)
Jumat 19 April 2019 17:30 WIB
Harus Lapang Dada Terima Hasil Pilpres
Harus Lapang Dada Terima Hasil Pilpres
Ketua PCNU Kencong, Jember, KH Zainil Ghulam

Jember, NU Online
Katib Syuriyah PCNU Jember, Jawa Timur, MN Harisudin berharap agar masyarakat, khususnya pendukung masing-masing pasangan calon presiden untuk berlapang dada dalam menerima apapun hasil Pilpres 2019. Sebab, jika tidak berlapang dada, maka yang terjadi adalah kerisauan hati sepanjang waktu, dan itu membahayakan. Menurutnya, manusia hanya sebatas berusaha, namun hasil akhir dari usaha itu adalah hak prerogatif Allah untuk menentukan.

“Lapang dada penting, bahkan harus agar hati terdidik untuk menerima tadkir Allah. Kalau terjadi perselisihan, silahkan tempuh mekanisme yang ada. Tidak perlu bertindak di luar jalur yang ada,” ucapnya kepada NU Online di Jember, Jumat (19/4).

Setelah Pemilu usai, semestinya masyarakat yang sudah terpolarisasi dalam dua kubu  bisa bersatu kembali menjadi keluarga besar Indonesia yang guyub dan santun. Kendati demikian, Haris mengingatkan agar masyarakat bisa mengawal janji-janji pasangan calon presiden dalam lima tahun kedepan.

“Harus dikawal dan ditagih apa saja janji-janji yang mereka sampaikan saat kampanye,” lanjutnya.

Harapan serupa juga disampaikan Ketua PCNU Kencong, Jember, KH Zainil Ghulam. Menurutnya, Pemilu yang berlangsung tanggal 17 April 2019, telah berjalan dengan aman, tertib, dan jujur. Ia mengimbau agar masyarakat tetap kondusif, dan tidak terprovokasi oleh  ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Siapapun (presiden) yang terpilih harus kita hormati, karena dia adalah pilihan rakyat,” ungkapnya kepada NU Online melalui sambungan telepon.

Gus Ghulam, sapaan akrabnya, berharap agar presiden terpilih nanti dapat membawa kemashlahatan bagi bangsa dan negara. Sehingga Pemilu yang telah menghabiskan anggaran triliunan rupiah itu tidak sekadar menghasilkan mandataris rakyat, tapi juga bermanfaat untuk seluruh bangsa Indonesia.

“Itu saya kira harapan kita semua,” pungkasnya. (Aryudi AR).

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG