IMG-LOGO
Nasional
SULUK MALEMAN

'Nyadong' Syafaat bagi Indonesia

Jumat 26 April 2019 5:30 WIB
Bagikan:
'Nyadong' Syafaat bagi Indonesia
Bertepatan dengan malam Nisfu Sya’ban, Sabtu (20/4) laluin, ngaji ngAllah Suluk Maleman mengangkat tema menarik Nyadong Syafa'at Kanjeng Nabi. Ini adalah edisi pengajian ke-88.

Menurut Anis Sholeh Ba'asyin, tema ini diangkat karena setidaknya ada sebagian masyarakat, atau bahkan sebagian besar masyarakat, yang khawatir dan takut bila eskalasi politik yang memanas pasca pilpres berkembang ke arah yang tak terkendali. Bila tak terkelola, pertarungan politik yang semula berkembang di tingkat elite, bisa melebar menjadi tubrukan antar rakyat secara horizontal.

Anis menganalogikan ketakutan masyarakat ini dengan ketakutan sahabat Nabi, Abubakar Ra saat bersembunyi bersama Nabi dari kejaran kafir Quraisy di Gua Tsur. Abubakar sangat takut atas keselamatan Nabi, karena para pengejar sudah berada di mulut gua, bahkan sudah terlihat kakinya; sementara penghalang mereka hanyalah sarang laba-laba, dua ekor burung dara yang sedang mengeram dan dahan-dahan pohon.

Melihat ketakutan sahabatnya, Rasulullah mengatakan, "Jangan bersedih, Allah bersamaku." Seperti diungkap oleh Al-Qur'an, penegasan Rasulullah inilah yang menjadi kunci diturunkannya ketenangan (sakinah) dari Allah dan bala bantuan berupa tentara yang tak terlihat mata, yang kemudian terbukti tidak saja menyebabkan mereka selamat dari ancaman ketakutan, tapi juga membuat mereka menang.

Maka menurut Anis, dalam kondisi takut dan khawatir sekarang ini, ada dua pilihan sikap yang bisa kita ambil. Pertama, mengambil sikap seperti Rasulullah waktu itu, dengan menegaskan keyakinan: "Jangan bersedih, Allah bersama kita." Dan kedua, marilah kita 'datangi' Rasulullah, dan seperti Abubakar, kita keluhkan ketakutan kita, agar beliau sudi mensyafaati kita semua.

"Yang paling baik, keduanya kita lakukan bersamaan. Sehingga melalui syafaatnya, pertolongan Allah turun, membuat kita tenang sekaligus menyelamatkan kita semua dari perpecahan yang mengancam di depan mata," jelas Anis. 

Abdul Jalil dari Kudus, menambahi penjelasan Anis tersebut dengan mengatakan bahwa untuk mendapat syafaat seseorang harus mampu mengakui keberadaan Allah secara tulus dengan hati dan jiwanya. Syafaat akan berlaku bagi orang yang hati dan jiwanya berikrar tentang Ketuhanan.

"Jadi harus ada keutuhan antara fisik, hati, akal dan roh yang sama sama berikrar. Yang seringkali terjadi dalam hati telah tulus namun tidak tertransformasi nafs. Seperti seorang koruptor tentu tahu kalau korupsi itu tidak baik tapi tetap dilakukan,” ujarnya.

Dia pun menyebut jika syafaat tentunya pasti muncul manakala hati dan jiwanya kembali. Namun manusia seharusnya dapat menyiapkan wadah atau tempatnya terlebih dahulu. "Seperti kopi baru bisa dinikmati jika ada gelasnya," tambahnya.

Syafaat itu sendiri menurut Abdul Jalil secara bahasa  artinya adalah melengkapi atau menggenapi. Artinya ia berfungi untuk melengkapi atau menggenapi apa yang telah dicapai manusia, tapi capaian tersebut dianggap belum sesuai standar yang ditentukan.

Anis Sholeh Baasyin, kembali menambahi agar umat senantiasa terus bergerak tanpa perlu harus menunggu sesuatu. Terutama dalam senantiasa mengingat Allah.

"Kalau keyakinan sudah dipegang tanpa sedikitpun keraguan hidup tentu akan beres. Akan dibimbing melalui semesta dan yang ada didalam diri sendiri. Bukankah Tuhan lebih dekat dari urat leher, kenapa harus khawatir,” terangnya.

Bahkan saat tidak mengetahui pun, apalagi pada dasarnya manusia memang tidak tahu, maka dengan keyakinan manusia akan diberitahu melalui berbagai jalan. Ini berlaku selama keyakinan itu dapat dijaga. Hanya seringkali justru keyakinan manusia tersebut dihalang-halangi dengan keraguan oleh pikirannya sendiri. Banyak ketakutan-ketakutan yang dimunculkannya sendiri.

"Selain jangan ragu, yang perlu diingat yakni jangan pernah sombong. Seringkali yang membuat celaka adalah kesombongan itu sendiri. Merasa diri kotor itu lebih baik daripada merasa paling jernih sendiri," terangnya.

Sujiwo Tedjo, budayawan yang turut hadir pun turut memberikan cerita terkait cerita di dunia perwayangan. Presiden Jancukers itu menyebut ada kepercayaan dalam dunia wayang tentang bagaimana bertapa dengan jalan mendiamkan ujung lidah.

"Diamnya ujung lidah itu diharapkan untuk meminimalisir lisan dan mengolah apa yang ada di jiwa. Dalam yoga sendiri ada tekhnik dimana untuk pikiran pun ada kalanya harus berhenti dari aktivitas mengingat, menamai dan diheningkan," ujarnya. 

Semua itu dilakukan agar pengolahan yang ada di dalam diri dan jiwa manusia bisa semakin dimaksimalkan. Menurut Sujiwo Tejo, dalam khasanah Jawa juga disebut adanya mata ketiga pada diri manusia. Mata itulah yang bertugas untuk melihat ke dalam diri manusia.

"Kalau dirasakan, itulah sebabnya tidak ada alasan untuk saling berjarak dan tidak bersyukur. Sekalipun dari luar terlihat tidak memiliki apa-apa. Kedekatan dengan Tuhan inilah yang harus dipertahankan jangan justru dijauhkan sendiri," ujar cerpenis Budi Maryono menambahi semua penjelasan sebelumnya.

Dalam kegiatan yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut, Sujiwo Tedjo pun sempat membawakan lagu ciptaannya. Suasana juga kian meriah saat Sampak GusUran turut mengiringi dan memainkan sejumlah lagu untuk menghibur lebih dari seribu masyarakat yang hadir. (Red: Kendi Setiawan)

Bagikan:
Jumat 26 April 2019 20:0 WIB
NU Care Sidoarjo Gelar Pengobatan Gratis bagi Para Pejuang Demokrasi
NU Care Sidoarjo Gelar Pengobatan Gratis bagi Para Pejuang Demokrasi
Jakarta, NU Online
Sedikitnya, 225 petugas Pemilihan Umum (Pemilu) meninggal dunia karena berbagai faktor mengingat lamanya proses penghitungan. Hal ini menuai keprihatinan dari berbagai kelompok masyarakat.

Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo Peduli, sebagai satu program terintegrasi lembaga-lembaga di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo menggelar pengobatan gratis kepada para pejuang demokrasi itu sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian.

“Keprihatinan pengurus NU Sidoarjo Peduli, terhadap penyelenggara pemilu yang terkuras tenaga dan pikirannya, sehingga beberapa bertumbangan, ada yang sakit bahkan meninggal,” ujar Dodi Dyauddin, Direktur Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sidoarjo, kepada NU Online pada Jumat (26/4).

Sedikitnya, 100 orang turut memeriksakan kesehatannya yang selama ini telah diforsir demi suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Jumlahnya sih ndak terlalu banyak, hanya sekitar 100an, terdiri dari penyelenggara pemilu ada PPK, PPS, PPD, dan PANWASCAM, pihak keamanan baik TNI maupun Polri, para saksi dari setiap partai, kepala desa juga ada, dan lainnya masyarakat sekitar,” terang Dodi.

Mereka, kata Dodi, umumnya sakit akibat kelelahan dan kurang tidur. Di antara mereka juga ada yang menderita flu. “(Mereka) dipersilahkan untuk memeriksakan dan mengobati keluhannya akibat penat dan lelahnya dalam menjalankan proses demokrasi,” kata pria asal Cirebon tersebut.

Pengobatan itu dilakukan di Balai Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo pada Jumat (26/4) sore. Tempat tersebut dipilih mengingat di situ pula rapat pleno terbuka dan rekapitulasi suara tingkat kecamatan dilaksanakan.

Selain pengobatan, NU Sidoarjo Peduli juga menyediakan sebuah mobil ambulans yang selalu siap jika terdapat kebutuhan yang mendesak perihal kesehatan para petugas di tempat rekapitulasi itu dilakukan. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Jumat 26 April 2019 19:5 WIB
Kemnaker Temukan 26 Calon Pekerja Migran Tak Sesuai Prosedur
Kemnaker Temukan 26 Calon Pekerja Migran Tak Sesuai Prosedur
Jakarta, NU Online
Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN), Kamis (25/4) mencegah upaya pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) secara nonprosedural di sebuah penampungan milik Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (P3MI) PT Balanta Budi Prima di daerah Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Melalui inspeksi mendadak, Kemnaker mendapati 26 CPMI yang terdiri dari 12 pekerja migran perempuan yang dititipkan oleh PT Mafan Samudera Jaya dan 14 pekerja migran laki-laki yang diproses oleh PT Balanta Budi Prima karena tidak berdokumen maupun tidak memiliki dokumen yang dipersyaratkan peraturan perundangan.

Lokasi penampungan yang berada di Jalan Pedurenan Depok, Cimanggis ini diduga belum melengkapi perizinan, namun telah melakukan aktivitas dan menampung calon pekerja migran. Selanjutnya seluruh calon pekerja migran ini dibawa ke Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Kementerian Sosial, Bambu Apus, Jakarta, untuk kemudian dipulangkan ke daerah asalnya.

"Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan calon pekerja migran yang tak kunjung berangkat ke Taiwan untuk bekerja sesuai yang dijanjikan walaupun telah menyetorkan sejumlah uang," kata Kasubdit Perlindungan TKI Kementerian Ketenagakerjaan Yuli Adiratna.

Sehari sebelumnya Kemenaker menerima pengaduan dari tujuh orang pekerja migran yang telah dimintai dan telah mentransfer uang kepada PT BBP sejumlah Rp131.000.000.

"Kemnaker akan memproses dan mengembangkan kasus ini, karena tidak tertutup kemungkinan terdapat korban lainnya yang mengakibatkan kerugian dalam jumlah lebih besar. Pihaknya akan bekerja sama dengan pihak yang berwenang apabila terdapat indikasi adanya tindak pidana pada kasus ini," lanjut Yuli.

Calon pekerja migran mengeluhkan ketidakjelasan dan lamanya proses keberangkatan. Calon pekerja migran tersebut telah menunggu antara tiga bulan sampai dua tahun dan belum diberangkatkan untuk bekerja ke luar negeri.

Sementara itu Eva Trisiana, Direktur PPTKLN mengatakan bahwa calon pekerja migran tidak boleh diminta biaya diluar ketentuan perundangan. Menurutnya, Kemnaker akan menindak tegas P3MI yang terbukti melanggar peraturan perundangan.

"Masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri diharapkan mencari informasi kepada instansi yang berwenang, baik Dinas Tenaga Kerja setempat, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) maupun Kementerian Ketenagakerjaan agar tidak terbujuk oleh rayuan sponsor maupun calo sehingga mendapatkan perlindungan maksimal," lanjut Eva. (Red: Kendi Setiawan)
Jumat 26 April 2019 19:0 WIB
Ramadhan Tahun Ini, Lembaga Dakwah PBNU Siapkan Sembilan Program
Ramadhan Tahun Ini, Lembaga Dakwah PBNU Siapkan Sembilan Program
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui lembaga dakwahnya menyiapkan sembilan program yang akan dilaksanakan untuk syiar selama bulan Ramadhan.

"Insyaallah Lembaga Dakwah PBNU akan menyelenggarakan syiar ramadhan. Dalam syiar ramadhan itu ada sembilan program," kata Wakil Ketua LD PBNU Ustadz H Masruhin Abdul Majid di Gedung PBNU, Jumat (26/4).

Sembilan program yang dimaksud, ialah mengaji kitab kuning setiap selepas asar, buka bersama, shalat tarawih berjamaah, kultum, tadarus Al-Qur'an, pembagian sembako bagi fakir miskin, pelatihan dai milenial sekitar 200 khusus mahasiswa-mahasiswi, gema takbir, dan shalat idul fitri. Sembilan program tersebut diselenggarakan di Masjid An-Nahdlah Gedung PBNU.

"Semua kegiatan diselenggarakan di PBNU," kata Ustadz Masruhin.

Ia menambahkan, dalam memperluas jangkauan syiarnya, Lembaga Dakwah PBNU bekerja sama dengan Elshinta TV untuk menyiarkan program 'Ramadhan Bersama Ustadz' yang diadakan setiap sore hari.

Selain itu, ustadz-ustadz dari lembaganya akan mengisi pesantren kilat di Masjid Nurul Iman Rutan Cipinang Jakarta Timur setiap Senin sampai Kamis pukul 09.00-11.00 WIB.

Kerja sama juga dilakukan lembaganya dengan LAZISNU untuk membagikan zakat yang akan diberikan kepada jamaah masjid An-Nahdlah dan masyarakat yang ada di lingkungan PBNU.

Menurutnya, sejumlah kegiatan yang akan diselenggarakan pada ramadhan tahun ini terdapat perbedaan dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya, yakni keterlibatan media elektronik Elshinta TV dan pelatihan dai dan daiyah yang ditujukan untuk mahasiswa dan mahasiswi.

"Ada tambahan. Pertama, kita melalui media elektronik itu, yang tahun kemarin tidak ada. Kedua pelatihan dai-daiyah yang kemarin itu sasarannya adalah orang-orang NU, orang-orang yang sudah jadi dai-daiyah, kalau besok Itu benar-benar memberikan pendidikan dai milenial karena sasaran kita adalah mahasiswa dan mahasiswi," terangnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG