IMG-LOGO
Daerah

Elemen Madrasah Harus Mengakreditasi Diri Sebelum Diakreditasi

Jumat 10 Mei 2019 14:30 WIB
Bagikan:
Elemen Madrasah Harus Mengakreditasi Diri Sebelum Diakreditasi
Akreditasi MA Ma'arif 5 Sekampung, Lampung Timur
Lampung Timur, NU Online
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum (YPPDU) Sekampung, Lampung Timur, KH A. Mujab mengajak seluruh elemen Madrasah Aliyah Ma'arif NU 5 Sekampung untuk bekerjasama dan bersinergi dalam mengembangkan lembaga pendidikan yang dikelola yayasan tersebut.

Sinergitas tersebut dapat diwujudkan dengan senantiasa meng-upgrade (memperbaharui) kompetensi dan kemampuan managerial. Langkah ini harus dilakukan setiap saat, tidak hanya ketika masa akreditasi madrasah dilakukan oleh pihak yang berwenang.

"Warga madrasah harus selalu mengakreditasi diri setiap tahun sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Tidak saja dalam rangka pelaksanaan akreditasi yang dilaksanakan lima tahun sekali,” kata Kiai Mujab saat menerima tim assesor dari Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-SM) Provinsi Lampung dalam rangka akreditasi madrasah tersebut, Kamis (9/5).

Kiai Mujab juga menyampaikan terima kasih kepada tim akreditasi beserta koordinator standar MA Ma'arif NU 5 Sekampung beserta tenaga pendidik dan kependidikannya atas kerja sama yang baik dan semangat yang tinggi untuk menyukseskan pelaksanaan akreditasi.

Sementara tim assesor yang diwakili Ambarwati mengungkapkan, pelaksanaan akreditasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu lembaga pendidikan, mendapatkan pengakuan dan penilaian dari pihak-pihak yang berwenang.

"Sekolah atau madrasah sebagai lembaga pendidikan dan tempat belajar mengajar akan bermutu ketika lembaga tersebut mendapatkan pengakuan atau penilaian,” ungkapnya pada visitasi yang dilaksanakan selama dua hari ini.

Di antara yang dilakukan oleh tim visitasi adalah studi dokumentasi, observasi lapangan/lingkungan, observasi kelas, dan wawancara dengan warga sekolah dalam rangka verifikasi, klarifikasi, dan validasi data serta informasi yang diberikan oleh sekolah melalui pengisian instrumen akreditasi.

Ia meminta kerjasama kepada seluruh komponen madrasah agar pelaksanaan visitasi berjalan dengan lancar sesuai dengan aturan dan regulasi yang telah disesuaikan dengan Badan Akreditasi Provinsi (BAP).

Ambarwati mengapresiasi kelebihan dan keunggulan yang dimiliki MA Ma'arif NU 5 Sekampung di antaranya dalam bidang ekstrakurikuler, kegiatan keagamaan dan sarana prasarananya yang mendukung dari berbagai aspek.

“Ke depan, MA Ma'arif NU 5 Sekampung harus terus meningkatkan kualitas madrasah, sehingga menjadi madrasah yang semakin hari semakin baik, dan menjadi harapan masyarakat,” harapnya.

Kegiatan yang diawali dengan Tari Sigeh Pengunten oleh anggota ekstrakurikuler tari madrasah setempat dan pemberian cindera mata kalung tapis batik khas Lampung.

Hadir juga anggota tim akreditasi lainnya, Shopan Krisna Aji, Pengawas Pembina Kemenag Lampung Timur H Imam Syafi'i, dan Kepala Madrasah Fitriyanto beserta jajaran wakil kepala madrasah. (Sarif BJ/Muhammad Faizin)
Bagikan:
Jumat 10 Mei 2019 17:0 WIB
Tiga Lembaga PCNU Jombang Bersinergi Isi Ramadhan di Radio
Tiga Lembaga PCNU Jombang Bersinergi Isi Ramadhan di Radio
Kegiatan dakwah Ramadhan di radio Jombang
Jombang, NU Online
Tak ingin menyia-nyiakan momentum Bulan Ramadhan 1440 Hijriyah, tiga lembaga Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, yakni Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), dan Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nhdlatul Ulama (LTNNU) bersinergi untuk mengisi Ramadhan dengan dakwah di tiga radio setiap menjelang waktu buka puasa.

Tiga Radio tersebut adalah Suara Warga (SW) FM milik Pangurus Cabang (PC) Lekpesdam NU Jombang, Radio Suara Jombang (SJ) FM milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dan Radio Suara Tebuireng.

Sementara pembagian kinerja dari tiga lembaga NU di atas, yakni LDNU menyiapkan para dai NU sekaligus menyusun jadwal mereka untuk siaran langsung di tiga radio. Sebagian dai diambilkan dari jajaran pengurus LTMNU.

Kemudian LTNNU berperan untuk mempublikasikan para dai yang telah dijadwalkan LDNU. Pempublikasian dilakukan melalui penyebaran meme jadwal para dai, juga live streaming di sejumlah media sosial yang dikelola LTNNU serta LDNU di saat masing-masing dai sedang siaran di radio.

Ketua PC LDNU Jombang, Aang Fathul Islam mengatakan, sinergi antar lembaga saat ini sangat dibutuhkan untuk lebih bisa membumikan ajaran-ajaran NU. Pada Ramadhan ini sinergi tiga lembaga NU adalah momen yang tepat. Peran dari setiap lembaga tersebut sangat mendukung terhadap keberadaan dakwah NU untuk bisa dirasakan khalayak.

"Dari awal Ramadhan kita sudah susun pembagian peran setiap lembaga, dan alhamdulillah hingga saat ini berjalan dengan baik," katanya, Jumat (10/5).

Pria yang juga dosen di STKIP PGRI Jombang ini menambahkan, sebetulnya dakwah melalui radio sudah dimulai sejak Ramadhan tahun lalu. Namun, ia mengaku Ramadhan kali lebih meriah, lantaran terbantukan oleh tenaga-tenaga di tiga lembaga tersebut. "Ramadhan tahun lalu LDNU Jombang sudah memulai dakwah di Radio. Seperti di Suara Warga dan Suara Jombang," ujarnya.

Ia berharap, dakwah yang demikian itu terus berjalan dengan baik dan bisa istiqamah pada ramadhan-ramadhan selanjutnya. "Semoga bisa terus memberikan manfaat kepada warga Jombang khususnya," harapnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Jumat 10 Mei 2019 11:0 WIB
Perkuat Citra Kampus Beasiswa, Inaifas Gandeng Baznas Jember
Perkuat Citra Kampus Beasiswa, Inaifas Gandeng Baznas Jember
Pimpinan Inaifas bersama Baznas Jember.
Jember, NU Online
Banyak program yang bisa dikerja samakan dengan berbagai kalangan. Salah satunya adalah beasiswa yang diperuntukkan kepada pelajar dan mahasiswa kurang mampu, namun memiliki prestasi yang membanggakan.

Sejumlah terobosan juga dilakukan Institut Agama Islam al-Falah As-Sunniyyah atau Inaifas. Bahkan  kampus yang berada di kawasan Kencong, Jember, Jawa Timur tersebut berupaya menguatkan citra sebagai perguruan tinggi dengan sejumlah beasiswa.

Karenanya, pimpinan Inaifas berkunjung ke kantor Badan Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nasional atau Baznas Jember, Kamis (9/5) . Silaturahim dalam rangka menjajaki kerja sama di bidang pembukaan beasiswa bagi mahasiswa kampus setempat.

"Selain menjalin silaturahim, Baznas itu punya program Satu Keluarga Satu Sarjana atau SKSS. Kami ingin menjalankan salah satu program tersebut," kata Rijal Mumazziq Z, Rektor Inaifas.

Sesuai namamya, beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa miskin yang dalam keluarganya belum ada seorang pun yang menjadi sarjana. Dengan demikian siapa saja dapat mengakses program ini agar lahir sarjana, meskipun dari keluarga kurang mampu.

H Misbahus Salam, Ketua Baznas Jember menyambut hangat kedatangan para pimpinan kampus. Menurutnya, peranan kampus swasta sangat vital dalam sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di kalangan mahasiswa dan masyarakat. 

Dengan potensi ZIS Rp 24 miliar setiap tahun, Kabupaten Jember punya potensi luar biasa dalam manajemen dan penguatan ZIS. "Meskipun potensi ini belum tergarap dengan baik, namun kami optimis bisa terus meningkatkan kinerja kami lebih baik lagi," kata Haji Misbah, sapaan akrabnya.

Dalam diskusi yang berlangsung kurang lebih 1 jam tersebut, ada beberapa poin yang akan dituangkan dalam kerja sama ke depan. Yaitu, program beasiswa mahasiswa miskin, pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Inaifas, serta pendidikan kader dai dan advokat yang difasilitasi Baznas Jember.

"Kami berharap, rintisan kerja sama ini bisa membawa manfaat bagi mahasiswa." tukas, Mohammad Dasuki, Wakil Rektor III, yang membidangi kerja sama eksternal. (Ibnu Nawawi)

Jumat 10 Mei 2019 9:0 WIB
Ngaji Pasanan, Semua Benda Jadi Saksi Amal Umat Nabi Muhammad di Bulan Ramadhan
Ngaji Pasanan, Semua Benda Jadi Saksi Amal Umat Nabi Muhammad di Bulan Ramadhan
Ngaji pasanan (foto: ilustrasi)
Kudus, NU Online
Ramadhan disebut sebagai bulan yang dikhususkan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Oleh sebab itu, semua makhluk, termasuk benda mati, turut menjadi saksi atas amal yang dilakukan pada bulan mulia ini.

Hal itu dikatakan oleh Kiai Abdul Hamid menukil keterangan dari kitab Zubdat al-Wa’izin pada kultum bakda shubuh di Mushala Pondok Raudlatul Falah Pranak, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (09/05).

“Termasuk sandal, piring, dan seisi rumah itu turut jadi saksi dan mendoakan umat Nabi Muhammad yang beribadah di bulan Ramadhan,” katanya.

Kiai Abdul Hamid menambahkan, dalam kitab ini diterangkan sandal yang dipakai pergi ke masjid atau ke majelis ilmu itu bersaksi. Benda-benda itu juga mendoakan supaya si pemakainya bisa melewati jembatan sirath al-mustaqim dengan cepat dan selamat.

“Demikian itu saking mulianya umat Nabi Muhammad saat Ramadhan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kata Kiai Abdul Hamid, semua perabotan rumah yang digunakan ketika berbuka ataupun sahur di bulan Ramadan juga mendoakan. Benda-benda itu berdoa agar Allah SWT memberikan tambahan berkah dan rizki yang melimpah selain apa yang dimakan orang yang berpuasa itu.

Selain perabotan, rumahnya juga turut mendoakan agar para penghuninya itu selalu dilindungi dari siksa kubur dan api neraka. Supaya juga hidupnya selalu teduh, nyaman, aman, dan tentram. “Begitu doa rumah, piring, gelas, sendok itu kepada kita semua yang mau berpuasa di bulan Ramadhan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kiai Abdul Hamid juga menyampaikan bahwa seluruh tasbih, sujud, ruku’, dan segala amal yang diperbuat oleh semua malaikat Allah dikhususkan kepada umat Nabi Muhammad. Menurutnya juga, Allah SWT sangat membuka lebar peluang pahala kepada umat Nabi Muhammad pada bulan ini.

“Ibarat dagang, Allah SWT menjual sesuatu yang berharga dengan harga yang sangat murah di bulan Ramadhan,” ujarnya.(Farid/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG