IMG-LOGO
Daerah

RSUD NTB Jalin Kerjasama Dengan UNU NTB di bidang Kesehatan

Kamis 23 Mei 2019 19:0 WIB
Bagikan:
RSUD NTB Jalin Kerjasama Dengan UNU NTB di bidang Kesehatan
Mataram, NU Online
Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengunjungi kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB dalam rangka Visitasi Nota Kesepahaman (MoU) antara RSUD Provinsi NTB dengan UNU NTB di bidang Farmasi, Gizi dan Rekam Medik. Acara tersebut digelar gedung UNU NTB di Jl Pendidikan No 6 Kota Mataram, Kamis (23/5) siang. 

Ketua PWNU NTB Prof TGH Masnun Tahir dalam sambutannya menyampaikan pentingnya bersinergi dengan semua stakeholders termasuk dengan Rumah sakit. “Posisi UNU sangat strategis. Karena Prodi di UNU NTB ada yang tidak dimiliki oleh Universitas Negeri Mataram (UNRAM) dan atau Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Tidak sendirian dalam membangun visi besar, melainkan kerjasama,” ujarnya.

Perguruan tinggi, lanjut dia, tidak cukup dengan dirinya sendiri. Namun, perlu ada buck span pihak luar dalam menjalankan visi besarnya. Karena dengan kerjasama mampu mendatangkan relasi.

Guru besar UIN Mataram ini berharap, UNU NTB dengan adanya kerjasama antara RSUD NTB ke depannya mampu melahirkan alumni yang profesional dalam pelayanan masyarakat. Selain itu, mampu menaikkan IPM dan akselarasi kehidupan warga NTB. “Di sini para Dosen UNU NTB mengambil peran atas kerjasama ini,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD NTB H Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS yang memimpin langsung rombongannya menyebutkan kedatangannya untuk silaturrahim sehingga bisa bertemu dengan orang-orang hebat saat ini. “Ini khusus saya yang datang langsung karena saya anggap ini sangat penting di forum hebat sehingga bisa bertemu orang-orang hebat,” katanya.

Hamzi Fikri memaparkan mulai perjalanan RSUD NTB yang hingga kini sudah berlevel Bintang 5. Pihaknya akan terus berupaya untuk bisa naik ke taraf internasional mengingat perhelatan Motor GP di Lombok mendatang. “Alhamdulillah RSUD NTB kini sudah berbintang 5 bertaraf nasional. Dan akan kita upayakan agar bertaraf internasional mengingat perhelatan motor GP di Lombok,” tegasnya.

Berani Bermimpi
Hamzi Fikri juga menyemangati para civitas akademika UNU NTB agar jangan takut bermimpi. Tentunya mimpi yang sesuai dengan kemampuan. Menurut dia, NTB masih dihadapkan harapan hidup masyarakat di angka 63-64 dibanding daerah lain yang sudah di angka 75. Bahkan, negara seperti Korea menurutnya sudah di angka 85  harapan hidupnya. 

Ia juga mengajak secara bersama sama agar tetap komitmen, action (kerja)  dan learning (belajar terus menerus). “Insya Allah pendidikan, pelatihan, dan penelitian di NTB akan kita perkuat, untuk melakukan pelatihan dokter spesialis.. karena ilmu itu tidak ada habisnya,” ujar Hamzi Fikri.

Di bidang kedokteran umum, pihaknya telah kerjasama dengan Fakultas Kedokteran UNRAM. Untuk sub spesialis, nantinya diharapkan kerjasama dengan UNU NTB. “Insya Allah MoU akan berlanjut dan saya akan tanda tangan sendiri. Walaupun ada kekurangan dikit-dikit tidak apa-apa. Asalkan ada kemauan untuk melengkapinya,” jelas Hamzi.

Sebelumnya, dalam sambutan Sekretaris Badang Pengurus Perguruan Tinggi (BP3) UNU NTB H Lalu Winengan M Yunus mengharapkan kerjasama antara RSUD NTB dengan UNU NTB. “Kami mohon ada kerjasama. UNU NTB  ini memang baru tiga tahun berjalan. Jadi, butuh pembinaan dari Direktur,” kata Winengan.

Ia mencontohkan, bila ada peralatan di RSUD yang banyak atau tidak dipakai bisa dititip di laboratorium UNU NTB. “Karena hal itu akan menjadi pra syarat akreditasi bagi kampus UNU NTB,” ujar mantan Sekretaris PWNU NTB ini.

Dalam kesempatan ini hadir juga Rektor UNU NTB Baiq Mulianah serta puluhan dosen UNU NTB. Dari RSUD dihadiri wakil direktur dan sejumlah kepada sub bagian yang ada di naungan RSUD tersebut. (Hadi/Musthofa Asrori)

Bagikan:
Kamis 23 Mei 2019 23:0 WIB
Seberapa Dekat Kita dengan Al-Qur'an?
Seberapa Dekat Kita dengan Al-Qur'an?
KH Abdul Hamid, Pengasuh Pesantren Al Husna Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Ramadhan bulan Al-Qur'an. Segala amalan dilipatgandakan. Sudah seharusnya kualitas dan kuantitas ibadah pun ditingkatkan. Khususnya ibadah membaca kitab suci Al-Qur'an. Inilah mukjizat Nabi Muhammad yang dalam hidup kita menjadi pegangan dan pedoman.

Namun muncul pertanyaan. Seberapa dekat kita dengan Al-Qur'an? Adakah kitab Al-Qur'an dalam rumah kita selalu jadi bacaan? Apakah jumlah kitab Al-Qur'an dan anggota keluarga di rumah kita sepadan? Terlebih, apakah kita bisa lebih meresapi maknanya dengan memiliki kitab terjemah Al-Qur'an?

Renungan ini ditanyakan Pengasuh Pesantren Tahfidzul Qur'an Al Husna Pringsewu, Lampung KH Abdul Hamid Al Hafidz kepada jama'ah yang hadir pada acara Safari Ramadhan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, Lampung di Desa Rejosari, Kamis (23/5).

Ketua MUI Kecamatan Pringsewu ini pun mengajak umat Islam untuk merenungkan pertanyaan berapa juz yang menjadi target untuk dikhatamkan selama Ramadhan. Ia mengungkapkan perbandingan dengan para ulama terdahulu yang berkali-kali khatam khususnya saat Ramadhan.

"Imam Abu Hanifah mengkhatamkan Al-Qur'an selama 6000 kali dalam hidupnya. Imam Syafi'i menghatamkan 60 kali selama Ramadhan. Minimal kita bisa khatam satu kali dalam satu bulan ini," kata pria yang meraih doktoralnya di Universitas Negeri Islam Raden Intan Lampung ini.

Target untuk terus menambah kuantitas dalam menghatamkan Al-Qur'an memang berat dirasakan. Namun tekad untuk mewujudkannya perlu terus ditumbuhkan. Karena menurutnya kesuksesan seseorang dapat diukur dari seberapa kuat tekadnya dalam meraih tujuan dan impian.

Selain kuantitas yang harus ditingkatkan, umat Islam juga harus senantiasa menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk dalam kehidupan. Jika hidup ingin selamat, Allah telah memberikan petunjuk yakni Al-Qur'an.

"Kalau beli barang elektronik, apa itu televisi, kulkas, motor, mobil mesti punya panduan agar dapat mengoperasikannya dengan baik dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Begitu juga hidup. Allah telah membuat panduan agar selamat dunia akhirat yang tak lain adalah Al-Qur'an," tegasnya.

Oleh sebab itu lanjutnya, umat Islam harus memanfaatkan panduan ini terlebih pada bulan Ramadhan yang ia sebut sebagai Bulan BBM (Bulan Berkah Maghfirah)

"Mari jalankan Ramadhan dengan Premium (prei makan dan minum), lakukan Solar (shalat tambah rajin) , Pertamax (perangi tabiat maksiat), Pertalit (perangi tabiat pelit), LPG (lek pingin ngerti ngaji), dan Bensin (Ben ora isin)," pungkasnya. (Muhammad Faizin)
Kamis 23 Mei 2019 22:30 WIB
Safari Ramadhan Ansor Pematangsiantar Sapa Kawasan Pinggiran
Safari Ramadhan Ansor Pematangsiantar Sapa Kawasan Pinggiran
Pematangsiantar, NU Online
Ansor berkomitmen membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa yang cerdas dan tangguh. Juga memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, berkepribadian luhur, berakhlak mulia. Termasuk sehat, terampil, patriotik, ikhlas dan beramal shalih. Dan pada Ramadhan kali ini, menjadi momentum untuk mengaktualisasikan tujuan mulia tersebut.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Arjuna saat memberikan pengarahan kepada tim Safari Ramadhan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Rabu (22/5).

Menurut Ketua PC GP Ansor Kota Pematangsiantar tersebut mengemukakan, untuk mencapai tujuan organisasi, beberapa usaha harus dilakukan. 

“Salah satunya meningkatkan kesadaran di kalangan pemuda Indonesia untuk memperjuangkan cita-cita proklamasi kemerdekaan dan memperjuangkan pengamalan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.

“Sedangkan kedua yakni mengembangkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan keagamaan, kependidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai wujud partisipasi dalam pembangunan,” ungkapnya.

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain pelaksana kegiatan Ridwan Akbar Pulungan, Arif Siregar, Samaun Harahap (Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Siantar Utara), Yoki (Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Siantar Barat). Hadir pula sejumlah tokoh, termasuk Dewan Penasehat PC GP Ansor Kota Pematangsiantar.

Ridwan Akbar Pulungan menyampaikan safari Ramadhan 1440 H difokuskan ke daerah pinggiran. “Ini cara GP Ansor untuk menjalin hubungan kemasyarakatan, meningkatkan kesadaran dan aktualisasi masyarakat sebagai upaya peningkatan kualitas kehidupan berbangsa, terutama kalangan pemuda,” katanya.

Jadwal safari pekan ini akan dilaksanakan pada Sabtu (25/5) malamdi Masjid Al-Ikhlas Bane, Siantar Utara. “Kami mengharapkan kepada keluarga besar GP Ansor dan Banser Kota Pematangsiantar untuk menghadiri dan berperanserta dalam kegiatan tersebut,” pintanya. (Ibnu Nawawi)






Kamis 23 Mei 2019 20:50 WIB
Ulama Jakarta Gelar Halaqah Penguatan Ekonomi Umat dan NKRI
Ulama Jakarta Gelar Halaqah Penguatan Ekonomi Umat dan NKRI
Jakarta, NU Online
Para ulama dan pengasuh pondok pesantren di Jakarta menyelenggarakan halaqah perekonomian, Jumat-Ahad, (24-26/5). Forum ini dilaksanakan di Pesantren Al-Wathaniyah As-Shodriyah, Jakarta Timur. Halaqah ini diramaikan dengan bazaar dan buka puasa bersama.

Pengasuh Pondok Pesantren Alwathoniyah As-Shodriyah KH Ahmad Shodri HM, mengemukakan, halaqah ulama Jakarta membahas masalah keumatan sesuai tantangan zaman.

“Di antaranya adalah pemberdayaan ekonomi umat untuk menghadapi kapitalisme global melalui pemberdayaan ekonomi pondok pesantren, moderasi Islam dan peran ulama dalam menjaga keutuhan NKRI.

Kiai Ahmad Shodri menjelaskan, dari forum halaqah ulama Jakarta ini akan disepakati dan dirumuskan butir-butir rekomendasi untuk memberikan kesejukan dan ketenangan kepada masyarakat serta menghindari segala bentuk fitnah, ujaran kebencian, berita hoaks dan provokasi terhadap sesama warga Indonesia.

“Forum ini juga akan merumuskan sikap kritis terhadap segala paham dan gerakan yang bertentangan dengan Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhineka Tunggal Ika serta Undang Undang Dasar 1945,” kata Kiai Shodri.

Panitia Halaqah Ulama Jakarta yang juga Sekretaris Umum MUI Kota Administrasi Jakarta Timur Ma'arif Fuadi menyampaikan, ada beberapa organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang ikut mendukung acara ini.

“Mereka di antaranya MUI Kota Administrasi Jakarta Timur,  Ikatan Pesantren Indonesia (IPI), Masyarakat Cinta Masjid (MCM), Muballigh Indonesia Bertauhid (MIB) dan lain-lain,” kata Ma’arif. (Red Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG