IMG-LOGO
Daerah

Majelis Santri di Kalimantan Barat Gelar Kajian Tafsir Perempuan 

Selasa 10 September 2019 19:0 WIB
Bagikan:
Majelis Santri di Kalimantan Barat Gelar Kajian Tafsir Perempuan 
Gus Ainun Najib usai kajian tafsir. (Foto: NU Online/Ulil Abshor)
Pontianak, NU Online
Majelis Santri Creative (MSC) Kalimantan Barat menggelar kajian tafsir perempuan, Senin (9/9). Kegiatan yang berlangsung di Surau Al-Ilham, depan kampus Yarsi Pontianak tersebut adalah yang pertama dengan melibatkan banyak kalangan.
 
Kegiatan disiarkan langsung lewat media sosial @santri darnas baik Facebook, Instagram dan Channel Youtube. Narasumber kali ini adalah Gus Ainun Najib dari Yayasan Al-Ikhsan, Pondok Pesantren Darun Nasyiin dan salah satu akademisi muda Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Tema yang diangkat Mengupas Tuntas Problematika Wanita dalam Tafsir Al-Qur'an.
 
Gus Ainun Najib menyampaikan berbicara terkait perempuan tentunya takkan ada habis habisnya. “Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa perempuan adalah sosok bidadari dunia yang begitu sempurna apalagi dihiasi dengan sifat yang lebih shalihah,” katanya.
 
Dalam pandangannya, dunia dan seisinya adalah perhiasan dan seindah indahnya perhiasan adalah perempuan shalihah. “Dan perempuan memiliki posisi lebih tinggi derajatnya daripada laki-laki. Di satu sisi, perempuan dan lelaki memiliki kesetaraan di hadapan Allah. Meski secara fisik berbeda, Islam tidak mempermasalahkan itu secara fitrah,” jelasnya. 
 
Menurutnya, perempuan bagaikan lautan yang tak bertepi, semakin ditelusuri kian dalam. “Islam sangat memuliakan perempuan karena mampu menghadapi problematikanya dengan penuh sadar diri,” terangnya
 
Terkait pernyataan bahwa arrijalu qawamu alannisa, tidak seutuhnyalah mutlak. “Karena itu didadasarkan kepada laki-laki sebagai pemimpin dalam konteks rumah tangga. Sedangkan dalam Al-Qur'an ada perempuan yang diterangkan seperti Ratu Balqis yang menjadi seorang pemimpin era masa Nabi Sulaiman. Karenanya, perempuan juga sah menjadi pemimpin selama memenuhi syarat,” tutupnya.
 
Kajian tafsir ini bekerja sama dengan beberapa organisasi. Di antaranya Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU), GPDS, IPNU, IPPNU, IPDS, HMI, Kohati, PMII, Kopri,FKMD, Fatayat NU, DMI, Hipmi, LP Ma’arif NU, serta warga NU di Kalimantan Barat.
 
 
Pewarta: Ulil Abshor
Editor: Ibnu Nawawi
 
Bagikan:

Baca Juga

Selasa 10 September 2019 23:30 WIB
Kiai di Bangkalan Ajak Masyarakat Gabung Pagar Nusa
Kiai di Bangkalan Ajak Masyarakat Gabung Pagar Nusa
Pengesahan anggota baru Pagar Nusa Mandung, Kokop, Bangkalan, Jatim. (Foto: NU Online/Abdul Mannan)
Bangkalan, NU Online
Perkembangan Pencak Silat Pagar Nusa di kawasan Bangkalan, Jawa Timur tepatnya Desa Mandung, Kecamatan Kokop kurang menggembirakan. Hal tersebut dibuktikan dengan tiadanya kegiatan, termasuk penerimaan anggota baru.
 
Namun pada Senin (9/9), keberadan pencak silat di kawasan tersebut diaktifkan kembali. Kegiatan ditandai dengan mengadakan acara Pengesahan Anggota Baru Pagar Nusa. 
 
Acara dihadiri ratusan Nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama setempat. Bahkan tidak sedikit dari mereka juga warga Pagar Nusa dari sejumlah kawasan yang lumayan jauh seperti dari Kecamatan Tanjung Bumi, Arosbaya, Geger, dan Kamal, Bangkalan. 
 
Kegiatan yang dimulai sekitar jam 20:00 WIB hingga jelang dini hari tersebut diisi dengan beberapa rentetan acara. “Mulai dari pembukaan sampai dengan atraksi para warga Pagar Nusa yang alhamdulillah berjalan dengan tertib dan aman,” kata Lora Ismail Fathullah. 
 
Menurut Ketua Pagar Nusa Ranting Mandung tersebut, hingga kini ada sekitar 300 anggota di ranting setempat dengan ketambahan 37 orang anggota baru. 
 
“Kami ingin melestarikan seni bela diri ala pesantren ini. Juga agar Pagar Nusa bisa lebih dikenal masyarakat,” ungkapnya.
 
Lora Ismail turut berharap nahdiyin yang ada di Kecamatan Kokop terlebih masyarakat Mandung yang hobi pencak silat bisa bergabung dengan Pagar Nusa. “Karena Pagar Nusa adalah salah satu Badan Otonom di Nahdlatul Ulama,” terangnya. 
 
Sedangkan KH Agus Ahfas Asmuni berpesan agar semua warga NU terlebih Pagar Nusa untuk selalu siap menjaga agama, ulama dan bangsa. Demikian pula bergaul secara baik dengan masyarakat yang beragam.
 
“Karena sebagai warga NU harus saling menghormati antarsesama tanpa memandang ras, suku dan agama. Mereka adalah sama, sebagai bangsa Indonesia,” terang Ketua Pengurus Cabang (PC) Pagar Nusa NU Bangkalan tersebut. 
 
Rasa bangga disampaikan Ahmad Walid. Menurut tuan rumah kegiatan latihan tersebut bahwa para anggota Pagar Nusa adalah kumpulan orang hebat.
 
“Lantaran mereka memiliki semangat yang luar biasa mengingat selama setahun ini rutin latihan tanpa melihat situasi dan kondisi,” tandas Mat Walid, sapaan akrabnya.
 
 
Pewarta: Abdul Mannan
Editor: Ibnu Nawawi
 
Selasa 10 September 2019 23:0 WIB
Muharraman, Fatayat NU Landak Kalbar Santuni Ratusan Yatim
Muharraman, Fatayat NU Landak Kalbar Santuni Ratusan Yatim
Pemberian santunan secara simbolis oleh PC Fatayat NU Landak, Kalbar. (Foto: NU Online/Ummu Naqib)
Landak, NU Online
Tidak mau ketinggalan dengan kawasan lain, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Landak, Kalimantan Barat menyelenggarakan santunan yatim. Hal itu sebagai bagian dari rangkaian memeriahkan 10 Muharram yang dipusatkan di mushala Pesantren Nurul Islam Ngabang Landak, Selasa (10/9).
 
KH Luqman Qosim memberikan mauidhah hasanah dalam acara tersebut mengingatkan bahwa berbagai peristiwa mengiringi 10 Muharram. Karenanya, umat Islam hendaknya memahami mengapa kemudian hingga kini demikian diperingati.
 
"Banyak sekali peristiwa penting yang  terjadi di tanggal 10 Muharram ini, baik peristiwa yang yang menggembirakan maupun yang mengenaskan,” katanya di hadapan hadirin.
 
Menurutnya, di antara kejadian yang perlu diingat adalah tragedi Karbala. Selain itu, 10 Muharram juga menjadi hari rayanya anak yatim.
 
“Maka dari itu saya sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas PC Fatayat NU Landak yang sudah menginisiasi kegiatan santunan yatim,” ungkapnya.
 
Helly Mustholihah mengemukakan bahwa dalam kegiatan ini diserahkan sejumlah santunan untuk anak yatim.
 
“Kami menyerahkan secara simbolis paket sembilan bahan pokok atau sembako dan uang . Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat untuk anak- anak yang ada,” kata Ketua PC Fatayat NU Landak tersebut.
 
Tidak lupa Helly Ummi Mustholihah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan relawan  yang sudah berkontribusi terhadap terselamatkannya acara ini.
 
“Semoga Allah memberikan pahala dan berkah dalam kehidupan kita semuanya,” harapnya.
 
Kendati kegiatan ini diselenggarakan kali pertama, ternyata mampu menjangkau ratusan anak kurang mampu, khususnya yang yatim di sekitar lokasi.
 
“Alhamdulillah kegiatan ini bisa menjangkau ratusan anak yatim dan dhuafa. Mudah-mudahan di masa yang akan datang PC Fatayat NU bisa berkontribusi lebih luas di segala lini kehidupan untuk masyarakat Landak khususnya, serta bangsa Indonesia pada umumnya,” tandasnya. 
 
Tidak semata pemberian santunan, pada acara tersebut juga dimeriahkan dengan rebana shalawat grup santri dari Pesantren Nurul Islam Ngabang Landak. 
 
 
Pewarta: Ummu Naqib
Editor: Ibnu Nawawi
Selasa 10 September 2019 22:30 WIB
Usai PKPNU Melawi Kalbar, Besarkan Jamiyah di Semua Tingkatan
Usai PKPNU Melawi Kalbar, Besarkan Jamiyah di Semua Tingkatan
Peserta PKPNU Melawi, Kalbar angkatan II. (Foto: NU Online/Muhamad Sukarno)
Melawi, NU Online
Menjadi kader Nahdlatul Ulama hendaknya tidak minder. Justru dengan mengikuti kaderisasi yang telah digelar, dapat semakin meningkatkan rasa percaya diri dan memastikan tersebarnya ajaran Islam ala Aswaja an-Nahdliyah di kawasan setempat.
 
Penegasan ini disampaikan Ketua Panitia Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Melawi angkatan II, Wahib Ubaidillah.
 
“Mulai sekarang kader NU tidak lagi minder dan malu menjadi nahdliyin dan mengaku NU. Karena saat ini sahabat kader telah bergabung di barisan para ulama, masyaikh dan pejuang Ahlussunnah wal Jamaah. Yakinlah kalau kita berada di pihak yang benar dan insyaallah akan diridhai,” katanya, Senin (9/9).
 
Sedangkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Melawi yang diwakili H Ropingi mengamanahkan kepada kader PKPNU agar jangan takut untuk mengamalkan amaliah di wilayah masing-masing.
 
Karena menurutnya, kini amaliah NU di kampung-kampung sudah mulai hilang. “Oleh sebab itu, pekerjaan rumah kader PKPNU itu sangat banyak. Dibutuhkan kesungguhan, kekompakan dan kebersamaan antarkader untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut,” ungkapnya.
 
Dirinya juga mengajak warga NU untuk bersama untuk membesarkan organisasi atau jamiyah ini di Kabupaten Melawi.
 
PKPNU PCNU Kabupaten Melawi angkatan II Kalimantan Barat telah rampung. Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak Jumat hingga Ahad (6-8/9) dan dipusatkan di aula Masjid Al-Falah, Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing.
 
Panitia sekaligus instruktur pada kegiatan PKPNU ini adalah tim lokal instruktur wilayah Kalimantan Barat yang berasal dari Kabupaten Melawi sebanyak 10 orang. 
 
Sedangkan peserta PKPNU angkatan II  berasal dari 3 kecamatan, yakni Kecamatan Pinoh Utara, Belimbing dan Belimbing Hulu sebanyak 42 orang. 
 
Malam penutupan kegiatan PKPNU angkatan II juga dihadiri jajaran syuriyah dan tanfidziyah PCNU Kabupaten Melawi, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Belimbing dan Gerakan Pemuda Ansor Melawi. 
 
Dari 42 orang yang telah teregistrasi sebagai peserta, hanya 38 orang yang dinyatakan lulus dan dibaiat sebagai kader PKPNU PCNU Kabupaten Melawi angkatan II. 
 
Pengambilan sumpah kader PKPNU dipimpin Shofiyullah selaku koordinator instruktur PKPNU Kabupaten Melawi yang sekaligus Sekretaris  PCNU Kabupaten Melawi.
 
 
Pewarta: Muhamad Sukarno
Editor: Ibnu Nawawi
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG