IMG-LOGO
Nasional
RISET DIKTIS

Pemanfaatan Ampas Sagu untuk Pakan Sapi di Kepulauan Rangsang Riau

Kamis 10 Oktober 2019 22:0 WIB
Bagikan:
Pemanfaatan Ampas Sagu untuk Pakan Sapi di Kepulauan Rangsang Riau
Sagu dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi (Foto: litbang.pertanian.go.id)
Kemiskinan masih menjadi salah satu fokus masalah yang dihadapi oleh banyak negara termasuk Indonesia. Kondisi negara Indonesia yang luas dengan persebaran penduduknya di banyak pulau, termasuk pulau terluar dan kawasan pedalaman, terkadang menjadi  faktor angka kemiskinan dan pemerataan ekonomi tidak bisa dilakukan secara serentak.
 
Selama ini pembangunan dan perputaran ekonomi masih lebih banyak berada di kota-kota besar. Sementara masyarakat kepulauan luput dari perhatian pemerintah pusat dan daerah sehingga kondisi perekonomian mereka masih pas-pasan.
 
Padahal, kita tentu tahu bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dan subur. Potensi yang dimiliki banyak daerah jika mampu dioptimalkan dengan baik akan dapat membantu mengangkat perekonomian masyarakat sekitar. Kondisi alam Indonesia yang tropis dan kaya dengan hutan gambut menjadi lahan subur bagi tumbuhnya pohon sagu.
 
Sagu merupakan tanaman monokotil dari keluarga Palmae yang banyak tumbuh subur di Indonesia. Di beberapa daerah, pohon sagu diolah oleh masyarakat sebagai bahan tepung dan makanan tradisional, bahkan menjadi makanan pokok bagi masyarakat sekitar. 

Salah satu provinsi yang memiliki habitat pohon sagu paling banyak adalah Riau. Salah satu pulau yang terletak di Provinsi Riau yaitu Pulau Rangsang banyak ditumbuhi pohon sagu. Sayangnya wilayah kepulauan pesisir ini masuk dalam kategori daerah yang miskin. 

Penelitian yang dilakukan oleh Dewi Anandra Mucra melalui Program Penelitian Diktis tahun 2018 dengan judul Optimalisasi Potensi Ampas Sagu untuk Memperkuat dan Memperluas Usaha Ekonomi Berbasis Teknologi Peternakan sebagai Dasar Penanggulangan Kemiskinan Kelompok  Tani di Pular Terluar Provinsi Riau, berangkat dari permasalahan di atas. Potensi sagu dan olahannya menurut peneliti dalam penelitiannya sangat berlimpah.
 
Masyarakat di Pulau Rangsang kebanyakan berprofesi sebagai peternak sapi. Menurut peneliti dalam penelitiannya, potensi sagu yang banyak tumbuh di Pulau Rangsang khususnya di wilayah Kecamatan Rangsang Barat perlu dioptimalkan dengan baik. Selain diolah menjadi bahan pangan, sisa pengolahan sagu atau ampas sagu bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak sapi yang dimiliki warga sekitar.

Pemanfaatan ampas sagu sebagai pakan ternak sapi menurut peneliti akan membuat pertumbuhan sapi milik warga menjadi lebih gemuk dan sehat. Dengan meningkatnya bobot berat sapi, maka secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap harga atau nilai jual dari hewan ternak itu sendiri. Usaha ini jika dilakukan secara optimal akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
 
Apalagi kebutuhan akan daging masih tinggi, dan pasar untuk ternak sapi masih ada terutama peminatnya akan semakin tinggi saat pelaksanaan hari raya keagamaan khususnya pada hari raya kurban. Ampas sagu yang diolah sebagai pakan ternak bisa dalam bentuk pellet dan wafer.
​​​​​​​Tetapi, penggunaan ampas sagu sebagai bahan pakan ternak perlu memperhatikan proses pengolahannya, kandungan nutrisi dan tentu saja kondisi hewan ternak itu sendiri. 
 
Penelitian yang dilakukan selama lima bulan dari Agustus hingga Desember 2018, melibatkan uji laboratorium untuk menguji dan menganalisa nutrisi wafer di laboratorium nutrisi dan kimia, lalu dibuat analisis  fisiknya. Peneliti dalam penelitiannya melakukan pengamatan terhadap kandungan nutrisi pada ampas sagu dan mengamati proses pertumbuhan sapi yang telah diberikan oakan dari olahan ampas sagu.

Komposisi pengolahan pakan ternak yang mencampurkan ampas sagu saat diberikan kepada hewan ternak perlu dilakukan adaptasi sehingga hewan ternak menjadi lebih terbiasa. Hasilnya, dengan memanfaatkan ampas sagu, sapi menjadi lebih gemuk dan tidak terlalu mengeluarkan biaya banyak bagi masyarakat untuk memberikan nutrisi bagi hewan ternaknya.

Penulis: Egi Sukma Baihaki
Editor: Kendi Setiawan
Bagikan:

Baca Juga

Kamis 10 Oktober 2019 23:52 WIB
Mohon Doa ke PBNU, Santri Malang Akan Keliling Afrika dengan Sepeda
Mohon Doa ke PBNU, Santri Malang Akan Keliling Afrika dengan Sepeda
Hakam Mabruri diapit Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini dan Ketua PBNU Robikin Emhas (Foto: NU Online/Abdullah Alawi)
Jakarta, NU Online
Lulusan Pondok Pesantren An-Nur II Malang, Jawa Timur, atas nama Hakam Mabruri akan berkeliling benua Afrika dengan bersepeda. Perjalanan akan memasuki 14 negara dan diperkirakan akan menempuh waktu selaa setahun. 

Sebagai seorang lulusan pondok pesantren, Hakam meminta restu kepada orang tuanya, istrinya dan para gurunya. Juga kepada para kiai di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Kamis (10/10) Hakam menemui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, di ruangannya, lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta. 

Mendengar niatnya, Kiai Said menggelengkan kepala dan berdecak kagum. Kemudian ia bersam para kiai yang kebetulan berada di ruangannya mendoakan Hakam Mabruri agar selamat saat berangkat, selama perjalanan, hingga kembali ke kampung halamannya di Bululawang. 

“Saya mendoakan santri Malang, Hakam Mabruri agar Allah melindunginya dari bahaya apa pun,” katanya. 

Menurut Kiai Said, perjalanan seperti Hakam memang pernah dilakukan oleh ulama-ulama terdahulu seperti Ibnu Batutah sembari menyebarkan agama Islam. Ia bersyukur ternyata saatada seorang lulusan pondok pesantren yang melakukannya. 

“Jangan lupa mencatat apa yang dilihat dan ditemui selama perjalan,” pesannya. 

Perjalanan ini bukan yang pertama kali dilakukan Hakam Mabruri. Pada tahun 2017 ia melakukan hal serupa, bersepeda hingga Arab Saudi. Bahkan waktu itu, ia tidak sendirian, melainkan bersama istri tercintanya, Rofingatul Islamiyah. 

Hakam yang merupakan anggota Gerakan Pemuda Ansor Malang ini bersama istrinya menempuh perjalanan selama 14 bulan. Memang dari satu negara ke negara lain ada yang menggunakan pesawat terbang seperti dari Thailand ke India dan dari India ke Yordania. Hal itu karena masalah perizinan di negara tersebut seperti terjadi ketika akan memasuki Pakistan, Palestina dan Israel. 

Misi perjalanan Hakam kali ini sama dengan perjalanan sebelumnya, yaitu memperkenalkan Islam Indonesia ke penduduk Afrika. Kalimat yang akan dia sampaikan adalah bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin dan cinta perdamaian. 

Pewarta: Abdullah Alawi
Editor:Alhafiz Kurniawan    
 
Kamis 10 Oktober 2019 23:29 WIB
Lakpesdam PBNU Akan Susun Peta Jalan UMKM Nahdliyin ke Dunia Digital 
Lakpesdam PBNU Akan Susun Peta Jalan UMKM Nahdliyin ke Dunia Digital 
FGD UMKM digital di Gedung PBNU yang digelar Lakpesdam. (Foto: NU Online/Abdullah Alawi
Jakarta, NU Online 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) akan menindaklanjuti Focus Group Discussion bertema di Gedung PBNU terkait mendorong Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) ke dunia digital yang dilaksanakan di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (8/10) lalu.  

“Sebagai lembaga riset PBNU, Lakpesdam akan menyusun dokumen peta jalan ruang tumbuh Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Riset tersebut adalah peta kondisi saat ini dan rekomendasi untuk perbaikan di masa yang akan datang,” uangkap panitia FGD, Ahmad Maulani di Jakarta, Kamis (10/10). 

Kedua, tambah Maulani, PBNU melalui Lakpesdam akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi (high level meeting )dengan stakeholders kunci dalam bidang tersebut.

“Stakeholders kuncinya adalah Kemenkop UKM, Kominfo, dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP),” ungkapnya. 

Ketiga, PBNU melalui Lakpesdam akan melakukan konsolidasi internal NU dengan lembaga dan badan otonom (banom) untuk menyiapkan roadmaps pengembangan digital ekonomi berbasis pesantren, masjid dan forum-forum kewargaan NU.

“Poin ketiga iniu juga akan diusulkan menjadi salah satu pembahasan kunci dalam muktamar NU ke 34 untuk menyiapkan 100 tahun NU,” katanya. 

FGD bertema Infrastruktur Kebijakan dalam Meningkatkan Kontribusi Ekonomi UKM melalui Pemanfaatan Ekonomi Digital dibuka Wakil Ketua Umum PBNU KH Mochammad Maksum Mahfoedz dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, mulai dari pelaku, pengamat, dan pengambil kebijakan ekonomi digital.

Pihak-pihak yang hadir pada kesempatan tersebut adalah perwakilan dari Kementerian komunikasi dan informatika, Dirjen Aplikasi Informatika /APTIKA, Kementerian Keuangan, Kementerian perindustrian, dari Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Bank Indonesia, Kementerian Koordinator bidang perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Otoritas Jasa Keuangan RI, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). 

Selain mereka, hadir pula perwakilan dari idEA (Indonesian E-Commerce Association), Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicrat Indonesia (ASEPHI), The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Kamar dagang dan Industri (KADIN), Asosiasi Penyelenggara inovasi keuangan digital Indonesia/AFTECH, Gojek, Bukalapak, Tokopedia,  Sekretariat Kabinet, Bank Dunia, Badan Ekonomi Kreatif, Sampoerna Retail Community, dan lain-lain. 
 
Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Fathoni Ahmad
 
Kamis 10 Oktober 2019 22:45 WIB
ADVERTORIAL
Hadir di Masyarakat, Telkom Renovasi Sekolah hingga Beri Sambungan Elektrifikasi
Hadir di Masyarakat, Telkom Renovasi Sekolah hingga Beri Sambungan Elektrifikasi
Menteri BUMN RI Rini M Soemarno (kiri) didampingi Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kedua dari kiri) tengah berinteraksi dengan siswa SMP Satu Atap Pulau Messah, Kec. Komodo, Kab. Manggarai Barat, NTT yang sedang memanfaatkan Pustaka Digital sebagai sarana akses bacaan yang disediakan Telkom sebagai komitmen peran aktif mencerdaskan bangsa.
Jakarta, NU Online
Dalam rangka mewujudkan komitmen kehadiran nyata Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tengah-tengah masyarakat Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memberikan bantuan untuk masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang diberikan berupa perbaikan sarana sekolah dan penyediaan Broadband Learning Center (BLC) di SMP Negeri Satu Atap Pulau Messah, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat serta bantuan sambungan sarana elektrifikasi untuk 400 Kepala Keluarga (KK) di NTT.

Menteri BUMN RI Rini M Soemarno didampingi Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah berkesempatan melakukan peninjauan ke SMP Negeri Satu Atap Pulau Messah serta berkunjung dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat penerima manfaat sambungan elektrifikasi pada Ahad (6/10). Pada kesempatan itu, Rini berpesan agar para siswa lebih giat belajar dan banyak membaca buku untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

Rini mengapresiasi semangat sinergi BUMN yang saling bahu-membahu memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, baik berupa renovasi dan penyediaan fasilitas sekolah maupun sambungan elektrifikasi. Sementara untuk Pustaka Digital yang sudah disediakan oleh Telkom di SMP Negeri Satu Atap, Rini berharap agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin tak hanya untuk meningkatkan minat baca namun juga untuk menambah pengetahuan siswa-siswi generasi penerus bangsa.

Sejalan dengan yang disampaikan Menteri BUMN, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah juga menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan Telkom ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat. 

“Sebagai perusahaan milik negara, Telkom ingin memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat melalui penyediaan infrastruktur dan layanan ICT terbaik, serta menghadirkan konektivitas merata di seluruh Indonesia. Penyediaan sarana BLC dengan Pustaka Digital merupakan wujud komitmen Telkom untuk mencerdaskan bangsa dengan kemudahan akses bacaan serta memajukan generasi muda Indonesia yang berdaya saing, tak hanya di domestik namun hingga mancanegara,” jelas Ririek.

Editor: Muchlishon
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG