Peluncuran Koin Muktamar NU di Karanganyar Dihadiri Ketum PBNU

Peluncuran Koin Muktamar NU di Karanganyar Dihadiri Ketum PBNU
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi
Karanganyar, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dijadwalkan hadir di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Selasa (18/2) malam, untuk mengikuti kegiatan istighotsah dalam rangka puncak peringatan Harlah ke-94 NU di Kabupaten Karanganyar.
 
Kehadiran Kiai Said di Masjid An-Nur Sewurejo, Mojogedang, Karanganyar yang terletak di kompleks lahan yang akan dibangun pondok pesantren NU ini sekaligus untuk meresmikan peluncuran Koin Muktamar NU di daerah berjuluk Bumi Intanpari tersebut.
 
Menurut Ketua PCNU karanganyar KH Khuzaini Hasan, selain Kiai Said, kegiatan Puncak Harlah NU di Karanganyar ini akan dihadiri Ketua Pengurus Pusat (PP) Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) NU KH Abdul Ghoffar Rozin, Ketua PP Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Ketua PWNU Jateng HM MUzammil, Bupati Karanganyar H Juliyatmono, para pengurus NU se Soloraya, serta sejumlah tokoh lainnya.
 
"Insyaallah Kiai Said akan hadir untuk mengisi mauidlah hasanah dan peresmian program Koin Muktamar NU. Juga akan ada prosesi serah terima tanah wakaf untuk pesantren NU," terang Kiai Khuzaini, kepada NU Online, Selasa (18/2) pagi.
 
Ditambahkan Kiai Khuzaini, di Karanganyar sendiri, program Koin (Kotak Infaq) NU sudah berjalan sejak dua tahun yang lalu, dan dilaksanakan hingga ke tingkat ranting. Sedangkan untuk Koin Muktamar NU baru akan digalakkan setelah peresmian nanti malam.
 
"Program Koin Muktamar NU ini secara umum sudah mulai dilaksanakan di beberapa daerah. Koin Muktamar merupakan terobosan dalam upaya membangun kemandirian NU," ujarnya.
 
Sebagaimana diketahui, salah satu hasil rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU pada November memutuskan bahwa pembiayaan Muktamar ke-34 NU ialah melalui program 'Koin Muktamar NU'. Muktamar ke-34 NU ini dilaksanakan pada 22 sampai 27 Oktober 2020 di Lampung.
 
"Sedangkan tanah wakaf yang akan diserahkan untuk Pesantren NU, menurut Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghoffar Rozin (Gus Rozin) dianggap penting untuk menyediakan layanan pendidikan pesantren NU di samping kehadiran pesantren luar NU di Karanganyar, Jawa Tengah," tuturnya. 
 
Disampaikan, Gus Rozin berharap tanah tersebut dapat dijadikan pesantren percontohan dengan misalnya, semua cabang NU mengirimkan murid terbaiknya selain juga inspirasi dalam wakafnya. 
 
“Kami berharap wakaf semacam ini bisa jadi inspirasi agar semakin banyak pesantren NU,” ujarnya.
 
Ia mengharapkan pesantren tersebut melahirkan kader-kader NU yang dapat disebarkan ke ranah nasional maupun internasional.
 
Kontributor: Ajie Najmuddin
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile