Sowan ke Sarang, Panitia Munas Sampaikan Alasan Penundaan

Wakil Ketua Umum PBNU H Maksum Mahfoedz (kedua dari kanan) didampingi Sekretaris Panitia Munas dan Konbes NU 2020 H Imdadun Rahmat (paling kiri) saat menyampaikan alasan penundaan Munas kepada tuan rumah di Sarang, Rembang, Kamis (12/3). (Foto: istimewa)
Wakil Ketua Umum PBNU H Maksum Mahfoedz (kedua dari kanan) didampingi Sekretaris Panitia Munas dan Konbes NU 2020 H Imdadun Rahmat (paling kiri) saat menyampaikan alasan penundaan Munas kepada tuan rumah di Sarang, Rembang, Kamis (12/3). (Foto: istimewa), Sowan ke Sarang, Panitia Munas Sampaikan Alasan Penundaan
Wakil Ketua Umum PBNU H Maksum Mahfoedz (kedua dari kanan) didampingi Sekretaris Panitia Munas dan Konbes NU 2020 H Imdadun Rahmat (paling kiri) saat menyampaikan alasan penundaan Munas kepada tuan rumah di Sarang, Rembang, Kamis (12/3). (Foto: istimewa), Sowan ke Sarang, Panitia Munas Sampaikan Alasan Penundaan
Jakarta, NU Online
Utusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang terdiri atas Wakil Ketua Umum PBNU H Makshoem Machfudz, Sekretaris Panitia Munas-Konbes M. Imdadun Rahmat, dan Wakil Bendahara Munas-Konbes H Ahmad Fanani sowan ke Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang pada Kamis (13/3).

Imdad menjelaskan bahwa kedatangannya ke sana guna menyampaikan alasan penundaan hajat besar NU yang sedianya dilaksanakan pada Rabu sampai Kamis (18-19/3).

"Inti penyampaian utusan PBNU adalah bahwa tujuan penundaan ini semata-mata kemaslahatan bersama," ujarnya kepada NU Online pada Jumat (14/3).

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU itu menjelaskan bahwa di tengah ancaman virus Corona, menghindarkan para peserta Munas-Konbes, pengunjung, dan kaum Nahdliyin pada umumnya dari kerentanan tertular virus ini sangat diutamakan.

Dalam pertemuan ini, tuan rumah meminta penjelasan lebih rinci tentang perkembangan virus Corona Covid 19 yang menjadi alasan penundaan.
 
Tuan rumah juga menyampaikan bahwa persiapan panitia lokal sudah 100 persen, ghiroh kaum Nahdliyin menyambut Munas-Konbes sangat terasa, partisipasi masyarakat NU sangat besar dalam meramaikan acara maupun menyumbang dalam bentuk barang dan makanan.

Melihat antusiasme itu, tuan rumah menyampaikan harapan kepada panitia dan PBNU agar ada kepastian waktu pelaksanaan Munas-Konbes.

Pondok Pesantren Al-Anwar juga, katanya, menyampaikan keprihatinan atas penyebaran virus Corona yang belum ada tanda-tanda teratasi di Indonesia.

Simpulan

Imdad menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan. Pertama, tuan rumah menerima keputusan PBNU untuk menunda pelaksanaan Munas-Konbes. Tuan rumah juga memahami alasan penundaan tersebut.

Kedua, pihak Pondok Pesantren Al-Anwar yang diasuh oleh putra-putra KH Maimoen Zubair itu meminta PBNU bisa melaksanakan Munas-Konbes sebelum bulan Ramadhan.

"Jika situasi belum memungkinkan pelaksanaan sebelum Ramadhan,  tuan rumah meminta dilibatkan dalam penentuan waktu," ujarnya.

Semua pihak, lanjutnya, akan bersama-sama memberikan penjelasan kepada umat Nahdliyin agar memahami penundaan ini dan mengobati kekecewaan yang timbul.  
 
"Semua yang hadir, panitia lokal,  panitia daerah dan panitia pusat berkomitmen untuk tidak turun semangat menyukseskan Munas-Konbes meskipun ditunda," pungkasnya.

Utusan PBNU diterima oleh tuan rumah antara lain KH Abdullah Ubab MZ, KH Majid Kamil MZ, KH Abdur Rouf MZ, dan KH Idror MZ.

Hadir pula dalam pertemuan ini Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lasem KH Sholahuddin dan Sekretaris PCNU Lasem H Hamzani.

Pertemuan selepas maghrib itu berlangsung dalam suasana keprihatinan. Dialog berlangsung hikmat dan lebih serius dari biasanya tanpa ada guyonan yang menjadi ciri khas pesantren. Pertemuan di rumah kediaman Kiai Ubab tersebut diakhiri dengan makan malam.

Pewarta: Syakir NF
Editor: Fathoni Ahmad
BNI Mobile