Tingkatkan Imunitas Tubuh, Dokter Sarankan Konsumsi Jamu

Tingkatkan Imunitas Tubuh, Dokter Sarankan Konsumsi Jamu
Produk olahan aneka jamu tradisional (Foto: Ilustrasi)
Produk olahan aneka jamu tradisional (Foto: Ilustrasi)
Pekalongan, NU Online
Sejak maraknya wabah Covid-19, beberapa produk dengan klaim pencegahan dan penyembuhan mendadak laris manis di pasaran. Tak terkecuali ragam rempah nusantara seperti jahe, kunyit, dan temulawak yang dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh sehingga bisa menangkal transmisi virus corona. 

Dokter Klinik Saintifikasi Jamu di Pusat Saintifikasi dan Pelayanan Jamu (PSPJ) Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dr Akhmad Ismail mengungkapkan, jahe, kunyit, dan temulawak memang bagus untuk menambah daya tahan tubuh. Akan tetapi, tak serta-merta bisa menyembuhkan Covid-19.
  
"Corona itu virus seperti influenza dan virus lainnya yang tidak akan mudah mengenai kita jika kondisi fisik kita bagus. Konsumsi jamu memang telah diakui keefektifannya," jelasnya di Pekalongan, Rabu (18/3). 

Dikatakan, jamu bisa menangkal virus karena meningkatkan imunitas kita, virus tidak akan berkembang di sel-sel tubuh jika kita tidak menyediakan makanan virus yakni dengan mengurangi gula, sumber gula yakni karbohidrat.

Dokter Ismail mengimbau agar masyarakat menjaga pola hidup sehat. Prinsipnya, jika orang ingin sehat harus mengurangi gula. Makanan manis saat ini banyak yang tidak menyehatkan. Apalagi jika diabetes tentu tidak boleh.

"Untuk menjaga imunitas atau kekebalan tubuh kami menyarankan untuk mengonsumsi jahe, kunyit, temulawak, kayu secang, dan kayu manis. Tak harus dalam bentuk minuman jamu. Bahkan, kita kenal jamu dalam bumbu," ungkapnya.

Dijelaskan, makanan yang dimasak nenek moyang kita kaya akan rempahnya. Rempah ini mengurangi hal negatif dari daging dan lemak berlebih. 

Hal yang paling efektif untuk mencegah penularan virus corona yakni rajin mencuci tangan dengan sabun, melakukan pemeriksaan suhu, dan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat publik.

Sementara itu, mengantisipasi penyebaran dan penularan virus corona atau Covid-19 di Kota Pekalongan, pemkot telah meminta pengelola obyek wisata yang dikelola mandiri oleh masyarakat seperti tempat hiburan, usaha pariwisata seperti daya tarik wisata, kolam renang, area permainan dan tempat karaoke juga ditutup sementara.

Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan Sutarno mengungkapkan, permintaan tersebut berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Pekalongan Nomor 443.1/001 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Pekalongan. 

“Selain kami memang menutup sementara obyek wisata yang dikelola oleh Pemkot Pekalongan, kami juga mengajak para pengelola usaha pariwisata, tempat hiburan, daya tarik wisata seperti wisata religi di Kompleks Pemakaman Sapuro yang dikelola oleh masyarakat setempat, kolam renang, area permainan dan tempat karaoke juga bisa turut andil menutup sementara," jelasnya.

Pewarta: Abdul Muiz
Editor: Musthofa Asrori

 
BNI Mobile