HUMOR GUS DUR

Cerita Gus Dur tentang Sosok Kiai di Pelosok Rembang

Cerita Gus Dur tentang Sosok Kiai di Pelosok Rembang
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (Foto: dok. Pojok Gus Dur)
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (Foto: dok. Pojok Gus Dur)

Dalam Muktamar NU, misalnya pada tahun 1989 di Krapyak, Yogyakarta, meskipun Gus Dur banyak diserang dengan sangat tajam dalam acara pertanggungjawabannya sebagai Ketua Tanfidziah, dia dengan mudah kembali terpilih untuk memimpin NU, secara aklamasi.


Semua itu berkat diplomasi canggih yang dijalankannya dengan cara mendatangi para kiai, bahkan yang tinggal di tempat paling terpencil sekalipun. Mereka inilah yang punya pengaruh besar dalam menentukan siapa yang bakal menjadi Ketua Tanfidziyah.


Salah satu cerita yang didulangnya dari pertemuan dengan seorang kiai, dituliskannya dalam salah satu majalah kenamaan. Nama tokoh yang unik dan nyentrik Itu adalah Kiai Wahab Sulang dari Rembang.


Kiai ini tetap populer di kalangan pengikutnya, meskipun isterinya adalah anggota DPRD yang termasuk paling asyik dan getol mengikuti acara-acara non-santri di pendopo kabupaten.


Suatu hari isteri Kiai Wahab Sulang mendapat bagian sepeda motor angsuran. Sang Kiai langsung menggunakan kendaraan itu. Akibatnya lumayan. Dia menabrak sebuah rumah. Sepeda motornya rusak, dan dia sendiri luka-luka.


"Kenapa Kiai bisa nabrak begitu?" tanya Gus Dur.

 

"Habis saya pakai rem kaki."


"Lho, bukankah memang rem kaki harus dipakai, Kiai?" timpal Gus Dur.

 

"Ya, tapi maksud saya bukan gitu. Saya mengerem hanya pakai kaki saja. Karena belum tahu bagaimana dan di mana remnya." (Ahmad F)


*) Sumber: arsip situs resmi KH Abdurrahman Wahid, www.gusdur.net

BNI Mobile