Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Sambut Santri Baru, Pesantren Tebuireng Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Sambut Santri Baru, Pesantren Tebuireng Terapkan Protokol Kesehatan Ketat
Petugas sedang cek suhu santri baru Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. (Foto: NU Online/Syarif Abdurrahman)
Petugas sedang cek suhu santri baru Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. (Foto: NU Online/Syarif Abdurrahman)
Jombang, NU Online
Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menerapkan protokol ketat kepada santri baru yang baru datang sebanyak 1.389. Sesampainya di pesantren, para santri diharuskan menjalani karantina mandiri 14 hari ke depan.
 
Para santri tersebut akan menjalani program karantina sebelum diperkenankan memasuki asrama Pesantren Tebuireng dan mengikuti kegiatan belajar mengajar.
 
Menurut salah satu pengurus Pesantren Tebuireng, Dana Iswari Maghfiroh, suasana haru ini dikarenakan antisipasi Covid-19. Para wali santri hanya boleh mengantar sampai gerbang tempat karantina.
 
"Wali santri hanya bisa melihat putra putrinya dibawa pengurus pesantren ke tempat karantina dari jauh sambil meneteskan air mata. Tak hanya ibu-ibu yang menangis, para bapak-bapak juga tampak meneteskan air mata saat melepas anak mereka," jelasnya, Senin (31/8).
 
Menurutnya, Pesantren Tebuireng sangat ketat dalam menyambut santri sesuai protokol kesehatan. Hal ini guna mengantisipasi keraguan wali santri yang mengantar anaknya ke pesantren.
 
Santri yang datang gelombang kedua ini adalah santri baru yang telah lolos seleksi penerimaan pada akhir Desember 2019 dan awal tahun 2020 lalu. Mereka datang sesuai jadwal yang ditetapkan pengurus pesantren.
 
Santri baru tersebut dikarantina dalam beberapa lokasi terpisah. Antara lain di kampus B dan C Universitas Hasyim Asy'ari, kampus Ma'had Aly Hasyim Asy'ari, kompleks MTs, SMP, dan SMA. Satu lagi yaitu kompleks Pesantren Sains Tebuireng 2 di Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Jombang.
 
"Tebuireng menyiapkan segala keperluan dan hiruk pikuk protokoler kesehatan dengan tidak melupakan kenyamanan santri pas karantina. Ini yang bikin orang tua lega, dan percaya," imbuhnya.
 
Sementara itu, juru bicara gugus tugas Pesantren Tangguh Tebuireng, Nur Hidayat menjelaskan, pihaknya tetap memberlakukan rapid test sebagai persyaratan. 
 
Bahkan dua minggu sebelum kembali ke pesantren, para santri diwajibkan melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.
 
"Dokumen rapid test tetap kami syaratkan sebagai instrumen penapisan awal. Alhamdulillah, kesadaran para calon santri dan wali santri cukup tinggi," ungkapnya.
 
Hidayat menjelaskan beberapa hasil rapid test santri baru ini ada yang reaktif. Untungnya para wali santri terbuka dan komunikasi terus ke pengurus pesantren.
 
Untuk kasus seperti itu, Gugus Tugas Pesantren menyarankan agar mereka tinggal di rumah dulu sementara waktu dan menunggu jadwal gelombang berikutnya.
 
"Ada juga wali santri yang sangat antusias untuk memberangkatkan anaknya ke pondok, sampai melakukan uji swab karena hasil rapid test anaknya reaktif. Setelah dilakukan uji swab, ternyata negatif Covid-19. Jadi yang bersangkutan diperkenankan berangkat ke pondok," tutupnya.
 
Kontributor: Syarif Abdurrahman
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile