Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Dikukuhkan, Santri Pagar Nusa Bojonegoro Siap Kawal Kiai NU dan NKRI

Dikukuhkan, Santri Pagar Nusa Bojonegoro Siap Kawal Kiai NU dan NKRI
Pengukuhan santri Pagar Nusa Bojonegoro, Jawa Timur di Kantor PCNU setempat (Foto: NU Online/M Yazid)
Pengukuhan santri Pagar Nusa Bojonegoro, Jawa Timur di Kantor PCNU setempat (Foto: NU Online/M Yazid)

Bojonegoro, NU Online
Setelah mengikuti pelatihan secara rutin di setiap ranting yang ada di desa se-Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (IPSPN-NU) mengukuhkan para pesilat nadhliyin di kompleks Kantor PCNU Bojonegoro, tepatnya kampus IAI-UNU Sunan Giri Bojonegoro, Ahad (27/9).

 

Acara pengukuhan Santri Pagar Nusa tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan pengecekan suhu tubuh menggunakan termoghun, memakai masker, hand santizer, dan mencuci tangan memakai air mengalir yang disiapkan panitia. Setidaknya ada sekitar 20 tempat cuci tangan yang disiapkan, untuk mematuhi anjuran pemerintah.

 

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPSPN-NU Kabupaten Bojonegoro Agus Imam Muhtashom memastikan pelaksanaan pengukuhan anggota Pagar Nusa sesuai protokol Covid-19. Pasalnya, agenda pengukuhan tersebut juga menjadi kegiatan rutin badan otonom (Banom) NU setiap tahun.

 

"Santri Pagar Nusa setelah dikukuhkan harus siap setiap saat sebagai benteng NU, kiai, dan NKRI. Selain itu,  juga harus mematuhi anjuran maupun imbauan kiai dan pemerintah, termasuk di saat pandemi Covid," terangnya.

 

Gus Imam mengajak seluruh kader Pagar Nusa meskipun mempunyai keahlian bela diri, harus tetap rendah hati sebagai bentuk akhlakul karimah. Serta mengamalkan Ahlussunnah Wal Jamaah di tengah-tengah masyarakat.

 

"Anggota Pagar Nusa Bojonegoro seluruhnya cukup banyak, setiap tahun pengukuhan ada seribuan anggota. Namun karena pandemi covid saat ini yang hadir dibatasi, utamanya hanya anggota baru dan pendamping saja, serta mengundang beberapa tokoh dan Banom NU," jelas pria asal Kecamatan Ngasem itu.

 

Perwakilan Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro, Syaifuddin Idris menyampaikan selamat dan salam ketua PCNU, dr Cholid Ubed yang berhalangan hadir.  

 

"Pagar Nusa memiliki Iman dan takwa yang kuat, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Dengan memiliki itu Pagar Nusa bisa menjadi benteng NU dan NKRI. Jagalah keamanan dan ketertiban, serta siap menjaga kiai, NU, Nusa, dan bangsa," pesannya.

 

Ketua panitia pengukuhan Yahya Tulus Margiyanto menjelaskan, kegiatan pengukuhan melibatkan petugas keamanan dari kepolisian maupun Banser NU untuk mengamankan jalannya kegiatan.

 

"Pagar Nusa peserta yang akan dikukuhkan menjadi benteng NU dan benteng kiai. Kalau tidak NU dan kiai, tidak ada pagar nusa," ucapnya. 

 

Tampak hadir saat pembukaan acara pengkuhan anggota baru Pagar Nusa, yakni  Muslimat, Fatayat, Ansor, ISNU, IPNU, dan IPPNU Bojonegoro.

 

Kontributor: M Yazid
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile