Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Uni Emirat Arab Dikabarkan Kirim Peralatan Medis Corona Kedaluwarsa ke Jalur Gaza

Uni Emirat Arab Dikabarkan Kirim Peralatan Medis Corona Kedaluwarsa ke Jalur Gaza
Baru-baru ini sumber resmi di Gaza menyatakan Uni Emirat Arab (UEA) baru-baru ini mengirimkan paket peralatan medis yang sudah kedaluwarsa dan tidak layak pakai ke Jalur Gaza. Paket itu dikirim dengan maksud untuk membantu memerangi pandemi Covid-19.
Baru-baru ini sumber resmi di Gaza menyatakan Uni Emirat Arab (UEA) baru-baru ini mengirimkan paket peralatan medis yang sudah kedaluwarsa dan tidak layak pakai ke Jalur Gaza. Paket itu dikirim dengan maksud untuk membantu memerangi pandemi Covid-19.

Jakarta, NU Online

Alat-alat medis masih sangat dibutuhkan masyarakat di dunia dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang belum mereda, termasuk warga di Gaza, Palestina.

 

Namun, baru-baru ini sumber resmi di Gaza menyatakan Uni Emirat Arab (UEA) baru-baru ini mengirimkan paket peralatan medis yang sudah kedaluwarsa dan tidak layak pakai ke Jalur Gaza. Paket itu dikirim dengan maksud untuk membantu memerangi pandemi Covid-19.


Dikutip dari Middle East Eye, Pejabat Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan paket yang dikirim UEA berisi peralatan kedaluwarsa yang tidak sesuai untuk digunakan dalam pengujian Covid-19.


Selain itu, ada juga perangkat lain yang tidak bisa digunakan untuk membantu pasien Covid-19.

 


Al Khaleej Online melaporkan paket bantuan tersebut tidak berisi ventilator seperti yang diklaim oleh media Emirat. Bantuan hanya berupa tabung yang digunakan untuk mesin pernapasan dan tidak akan menguntungkan rumah sakit Gaza.


Aktivis Palestina Yassin Ezz El-Din melalui Twitter-nya mengatakan bahwa UEA telah berbohong ketika mereka mengatakan telah mengirim bantuan ke Gaza.


"Setelah menerima publisitas luas, ternyata pengiriman sumbangan medis dari UEA ke Jalur Gaza adalah kebohongan besar," cuitnya, Ahad pekan lalu.


"Apa yang disebut sebagai 100 respirator ternyata adalah alat pernapasan sederhana, tersedia di apotek di Jalur Gaza, dan tentu saja tidak cocok untuk mengobati Corona," tambahnya seperti dikutip dari Al Khaleej Online, Rabu lalu.

 


Merespons kiriman itu, Kemenkes Palestina telah menyatakan kemarahannya. Mereka juga telah mengirim surat ke UEA yang berisi tuntutan untuk memperbaiki situasi.


Pasalnya, Kemenkes Palestina harus menanggung biaya tinggi  untuk menghancurkan barang kiriman kedaluwarsa tersebut.


Sebelumnya, situs web berita Emirati, Al-Ain melaporkan UEA mengirimkan paket bantuan berisi 100 ventilator dan 200 ribu alat tes Covid-19 untuk Gaza.


Al-Ain juga memperkirakan paket itu berisi lebih dari 14 ton pasokan medis untuk mendukung pelayanan petugas kesehatan di Jalur Gaza.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon

Posisi Bawah | Youtube NU Online