Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Rakernas LBH Ansor 2021: Tegakkan yang Adil untuk Semua

Rakernas LBH Ansor 2021: Tegakkan yang Adil untuk Semua
Penandatanganan nota kesepahaman Rumah Tenang, LBH Ansor-LPSK. (Foto: Juhdiver Gesang)
Penandatanganan nota kesepahaman Rumah Tenang, LBH Ansor-LPSK. (Foto: Juhdiver Gesang)

Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021, di Quest Hotel Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat-Ahad, 26-28 Februari 2021. Rakernas yang mengangkat tema Tegakkan yang Adil untuk Semua ini digelar secara daring dan luring, serta diikuti oleh 70 LBH Ansor seluruh Indonesia. 

 

Ketua PP LBH Ansor H Abdul Qodir menyampaikan, Rakernas 2021 ini terdapat tiga agenda utama. Pertama, pembentukan program Rumah Tenang yang kemudian dilakukan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara LBH Ansor dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

 

"Penyelenggaraan Rumah Tenang, terkait perlindungan bagi human right defender (pembela hak asasi manusia). Selanjutnya akan dilangsungkan pelatihan SOP Rumah Tenang LBH Ansor. Kami sudah ada SOP-nya," ungkap Qodir saat sambutan di acara pembukaan Rakernas LBH Ansor 2021 yang disiarkan langsung melalui halaman facebook Gerakan Pemuda Ansor.  
 

Agenda utama yang kedua adalah persiapan untuk menyambut verifikasi dan akreditasi Organisasi Bantuan Hukum (OBH) 2021. Melalui berbagai pembekalan yang dilakukan pada Rakernas ini, Qodir berharap dapat membantuk seluruh kantor LBH Ansor di Indonesia menjadi siap menjalani proses verifikasi dan akreditasi itu.

 

"Ketiga, agenda kita adalah melakukan konsolidasi organisasi LBH Ansor se-Indonesia. Dalam Rakernas ini akan ada sosialisasi mengenai peraturan organisasi (PO) LBH Ansor yang telah disahkan dalam Konferensi Besar GP Ansor di Minahasa, pada akhir 2020 lalu," jelas Qodir.

 

"Kemudian akan kita bahas juga mengenai standar mutu layanan LBH Ansor. Termasuk SOP penerimaan klien dan penanganan perkara," imbuhnya.

 

Di samping itu, Rakernas LBH Ansor 2021 ini juga akan dijadikan sebagai ruang untuk mendiskusikan berbagai perkembangan hukum yang aktual dan kontemporer. Qodir menyebut, forum ini serupa dengan bahtsul masail di lingkungan Nahdlatul Ulama. 

 

"Kalau di NU ada bahtsul masail yang membahas persoalan-persoalan fiqih kontemporer, mungkin ini adalah bahtsul masail hukumnya LBH Ansor," ucap Ketua Bidang Hukum PP GP Ansor ini, disambut gemuruh tepuk tangan hadirin yang sangat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. 

 

Tujuan Rakernas LBH Ansor 2021

Qodir menegaskan bahwa Rakernas 2021 ini diadakan sebagai ruang untuk LBH Ansor mengupayakan konsolidasi organisasi. Dengan begitu, pihaknya dapat lebih jauh menjangkau dan melayani sebanyak mungkin pencari keadilan di seluruh Indonesia. 

 

Menurut Qodir, dari waktu ke waktu LBH Ansor semakin berkiprah. Bahkan organisasi advokat kepemudaan NU ini kian dikenal di masyarakat. Hal tersebut tentu saja sebuah keberhasilan yang harus disyukuri oleh seluruh advokat di LBH Ansor. 

 

"Karena semakin besar LBH Ansor, tentu kita dapat lebih maksimal membantu saudara-saudara kita yang kondisinya secara ekonomi, sosial, maupun kultural masih belum beruntung. Tanpa disasar lebih khusus, tentu saja banyak warga NU yang menjadi penerima manfaat dari pelayanan hukum gratis LBH Ansor," tegas Qodir.

 

Sebab faktanya, masih banyak Nahdliyin yang kurang mampu secara ekonomi dan buta hukum. Qodir kemudian mengutip ungkapkan Ketua Umum Ansor H Yaqut Cholil Qoumas bahwa kader Ansor-Banser, termasuk LBH Ansor harus punya cita-cita besar dan selalu istiqomah dalam mewujudkannya. 

 

"Tapi kita tidak boleh sesekali melupakan, bahwa bukanlah kehebatan kita yang menjadikan organsiasi ini besar. Karena Ansor dan NU ini sudah besar dan eksis jauh sebelum kita berkhidmah di dalamnya," tegas Qodir.

 

Karena itu, ia meminta seluruh advokat LBH Ansor untuk meneladani karakter utama yang diwarisi para ulama pendahulu NU. Di antaranya sikap tasamuh (toleran), tawazun (berimbang), tawassuth (moderat), dan i’tidal (tegak lurus). 

 

"Jadi LBH Ansor harus tegak lurus dalam menegakkan keadilan bagi kaum yang lemah dan dilemahkan. Tanpa terkecuali dan tanpa memandang suku, agama, ras, jenis kelamin, dan golongan. Itulah latar belakang semboyan kita dan tema Rakernas 2021 kali ini, Tegakkan yang Adil untuk Semua," pungkasnya.

 

Untuk diketahui, agenda Rakernas LBH Ansor ini dihadiri pula oleh Wakil Ketua Umum PP GP Ansor, Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo, Dewan Pembina dan Penasihat PP LBH Ansor, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Salahuddin Ali, Perwakilan Universitas dan Dekan Fakultas Hukum se-Jawa Tengah, dan peserta Rakernas 2021 dari berbagai kantor LBH Ansor seluruh Indonesia.

 

Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online